Yang Waktu Aku Sama Mika

Saya jarang banget baca buku yang dari awal sampe akhirnya bener bener menarik emosi dan bikin ga berhenti nangis. Lebih tepatnya, saya ini kurang mudah terharu. Tapi ndak sampe malem ini. Sore tadi saya iseng beli buku ini karena teaser sampul nya keren ;)

Sugar.. Tau gak, kamu tuh ngingetin aku sama anak-anak du buku Torey Hayden..”

“Karena aku cacat?”

Bukan.. tapi karena kamu spesial

Buku ini true storynya indi (indian kecil) seorang gadis yang minder karena dirinya menderita cacat tulang belakang (scoliosis) tapi akhirnya menemukan Mika, yang mencintai indi apa adanya dan memberi kekuatan untuk optimis. Trus apa yang spesial? Yang spesial, Mika itu bukan pria biasa, tapi penderita AIDS. Buku ini adalah cerita cerita Indi ketika mengenang Mika, dan setelah ditinggalkan Mika.

Bukunya sedih… Baru halaman 18 dari 145 halaman saya udah nangis bombay ga jelas. Banyak banget quotation yang bagus bagus. Cara penceritaannya pun apa adanya dan polos. Ndak di dramatisasi, kadang kadang lucu tapi lebih banyak yang inspiring *lanjut nangis lagi*

Waktu itu, aku datang ke rumah Mika sambil menangis.
Mika tanya aku kenapa. Aku bilang,
Cliffton ganggu aku lagi.
Mika jadi marah. Mika langsung telepon Cliffton dan teriak-teriak sama dia.
Mika bilang, Cliffton brengsek dan tidak boleh ganggu aku lagi.
Terus, Mika banting teleponnya.
Aku peluk Mika. Kencang. Terus aku bilang,
“Mika, kamu hebat sekali. Kamu memang pahlawanku!”
Padahal waktu itu aku tahu kalau kabel teleponnya tidak dipasang…

Isi blognya kurang lebih sama dengan bukunya, tulisannya cenderung kayak puisi dan postingan lepas, tapi ya itu, menyentuuuuuuuuh banget. Kalo mau baca gratisan ya ke blognya aja. Tapi harga bukunya murah kok, cuma 24 ribu aja, mending beli deh, soalnya buku ini must read banget!! Hihi, saya ndak pernah promosi buku loh sebelumnya, kecuali emang ni buku bagus banget :) Ni buku baru terbit april kemarin, tapi agustus ini udah 2x cetak. See… ini buku bagus lah, beli beli beli, trus kita berbagi tangis bersama *maksa*

Penerbitnya, ngasi teaser banyak banget di forum kafe gaul, buat teaser kalian deh :)

“Sugar… kalau kamu masih bisa hidup 70 tahun lagi, aku akan memilih untuk bisa hidup 70 tahun kurang sehari saja. Supaya gak satu haripun aku hidup tanpa kamu…”

Tapi kamu tinggalkan aku 68 tahun lebih cepat, Mika

Yang Paten

Menurut undang-undang nomor 14 tahun 2001 tentang Paten, Paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh Negara kepada Inventor atas hasil Invensinya di bidang teknologi, yang untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri Invensinya tersebut atau memberikan persetujuannya kepada pihak lain untuk melaksanakannya. (UU 14 tahun 2001, ps. 1, ay. 1) (Dari wikipedia)

Setelah reog, angklung, rendang, lagu rasa sayange, batik, wayang kulit, tempe, tari pendet, bahkan pasak bumi dipatenkan oleh negara lain, apakah kita cukup berjuang dengan memaki maki negara itu dan tidak melakukan apa apa?

Sadarkah kita, kita hanya dibesarkan dengan ajaran “Indonesia negeri kaya” tanpa mepelajari apa saja kekayaan kita. Kita, sama sekali ndak berusaha menjaga, merawat maupun mengembangkan kebudayaan kita, tapi selalu mencak mencak kalo orang lain mengklaim kebudayaan kita. Seperti sebuah tulisan Fa dulu :

Why do we mad to lose something we don’t even care about? Why do we mad to lose something that we never protect? Bukannya kasus tempe di-klaim Jepang udah satu dekade lewat? Dan toh kita sendiri nggak belajar dari kejadian itu untuk bener-bener melindungi apa yang kita punya.

Then, why mad?

Dikutip dari (Stolen, But Do We Really Care?)

Sayangnya, Malaysia tau mereka kekurangan kesenian, sedang untuk mencapai target 23 juta turis asing di negara mereka, mereka butuh daya tarik. Sedang kita, yang kaya akan budaya, hanya menargetkan 6 juta turis saja. Lalu kita yang orang indonesia sendiri, lebih bangga jalan jalan ke luar negeri, apalagi denga promo price maskapai penerbangan, atau gratisan ke hongkong dan thailand.

Mengutip kata teman saya Zen :

Tapi mau gimana lagi, jika ongkos dari Jakarta ke Sumba bisa lebih mahal daripada Jakarta-Hanoi apalagi Jakarta-Singapura? Bisa sedikit dimaklumi pula jika lbh banyak dari kita yg memilih pakansi ke Singapura atau Kualalumpur tinimbang ke Waikabubak, Labuhan Bajo atawa Bajawa atau Halmahera atawa Raja Ampat.

Saya bisa sangat paham kenapa jumlah turis2 asing sangat sedikit. Turis2 itu rata2 menginginkan kemudahan dalam banyak hal. Dan itu, kebanyakan, hanya bisa didapatkan dari spot2 yang sudah populer, semisal Bali, Jogja, Toba, dll.
Ada banyak tempat2 hebat dan pantai-pantai indah di sepanjang perairan Sumba, kepungan pulau-pulau di Flores dan Maluku, atau tempat surfing di Rote Ndao. Tapi hanya turis2 dg mental backpacker, peziarah dan para petualang saja yang mau “blusukan” ke sana.
Infrastruktur di luar2 spot2 populer itu yg njengking bgt. Penerbangan bisa seminggu cuma dua kali, misalnya. Belum lagi soal akses jalan dan penginapan yang representatif. Akses jalan ke Lamalera itu payah banget, ga ada angkutan umum yg memadai, mau ga mau kudu sewa mobil dg budget yang lebih tinggi.
Pariwisata itu bth infrastruktur.

Nah, setelah kita sadar bahwa kita kehilangan satu demi satu ciri kita sendiri, mengapa kita ndak segera bertindak dengan mematenkan semua kebudayaan kita yang maha banyak dan super lengkap bahkan sampe kita sendiri nggak hafal? Karena malas? Karena kinerja paten sangat bertele tele dan lambat? Ya sudah, kalo memang kita nggak peduli sama kebudayaan kita sendiri. Kenapa kita harus marah marah? Kenapa kita harus panik kehilangan sesuatu yang kita sendiri nggak tau?

Bahkan, tidak mengherankan buat saya, jika kita nggak segera bertindak, kita akan membayar pada negara lain untuk menampilkan atau memakan makanan tradisional kita :)

Yang Marshanda

Saya sebelumnya sudah nulis di Ngerumpi, juga di facebook bisa di bilang masih pertama tuh, sebelum ke blow up semuanya. Jam 1 pagi bok! Gara garanya dapet link dari plurk yang bikin saya ngakak tanpa henti dari jam 10 malem itu sampe jam 1 pagi, sampe saya mutusin untuk berbagi tawa bersama banyak orang.

Tapi sekarang semua orang malah posting di blognya. Dan bahkan mencaci dia!! Tidaaaakkk!! Gara gara ini Marshanda mendelet video videonya. Dari 40an video karaokenya, sekarang hanya tersisa 4.. Hiks.

Saya benci, saya sedih, tadi malam akhirnya saya menyadari bahwa sepertinya saya jatuh cinta pada dia, saya ngefans, bahkan mungkin bagi saya, dia lebih baik daripada Dewi Persik yang saya anggap sebagai the most entertain girl in Indonesia.

Terlepas dari dandanannya yang copycatting ayumi hamasaki, dan suaranya yang jelek (yes dear, suara kamu memang jelek) tapi cara dia berjingkrak jingkrak dan menjerit jerit sangat menghibur dalam arti sebenarnya. Maksud saya, langkah dia putus dari VJ Ben dan lari ke youtube adalah langkah yang sangat bijak ketimbang dia lari on drugs atau mabok, maksud saya, tentu kita akan sangat bosan melihat wajah artis yang putus dan lari ke drugs karena hal itu sudah sangat biasa, kan :)

Saya iseng mengetik ceritanya dari sebuah video, dan memberi komentar di videonya :

Lagu ini kayaknya paling cocok buat temen temen sd gw, yang musuhin gw waktu gw sd, gw ga punya temen, gw struggle kayak orang gila di sekolah gw sendiri. Yang jahat jahat!
Adinda Mutiara Sabila Purnomosidi, MAKAN NIH! Dan semua temen temen lo yang ngikutin lo. gw tau lo ketua, lo apa.. gila lo, lo paling jago dari kelas 1 ampe kelas 6 lo ranking 1 terus. wuuu mantap, selamat ya! Lo add gw di facebook, gw ngapprove lo man!
Sama Andita, ya Allah, cewe tercantik sedunia. Ada namanya dita, baru masuk kelas tiga gitu deh. Terus. Udah deh pokoknya dia ngerasa paling keren gitu deh dari gw.”

*nyanyi*

“Sama Muhammad Zafi Widodo yang pernah insult gw ngajak lo di depan kelas. Inget inget lo ngapain. Huu.. groove it.. Sok ganteng lo bi. Jijiki tau ga. Jijik! Hooeeek!!

Groove it, I’m groove.., man!!”

Anyway, saya nggak nyangka, keseriusan saya ngefans dia dan mengetik semua curhatnya di publish oleh okezone dan blog ndorokakung. Oh dear marshanda, jangan pedulikan mereka, berkarya lah terus dengan spontanitas dan kejujuran mu itu. I love you so much, your style on youtube. Dear, keputusanmu untuk masuk ke bidang lawak sungguh sangat bijak. Gak banyak pelawak cantik dan imut kayak kamu. Saya yakin, opera van java dan tawa sutra ratingnya pasti akan anjlok kalo kamu mau ngelawak gak hanya di youtube. Tapi juga di TV.

Hail Marshanda! Hail Marshanda! She is a true entertainer who made my day! Upload lagi dong videomu, karena tanpa kamu, aku ga bisa tertawa 3 jam tanpa henti lagi.. :(

Yang Kenny Wayne Shepherd

Ini mas kenny wayne waktu masih umur 22 ♥_♥
Ini mas ken yang ganteng ituh ♥_♥

Saya ini blues newbie. Jadi opini saya tentang dia mungkin beda dengan opini fans fans nya di luar sana :D Saya ini janjane ga begitu seneng sama blues, koleksi saya juga ga lengkap, paling sebatas Otis Rush, Luther Allison, Steve Ray Vaughan, BB King, Eric Clapton, Chet Atkins, Gary Moore, Joe Louis Walker, Willie Dixon dan Sunnyland Slim. Dan tiap kali muter lagu lagu mereka pun pilih pilih, ndak semua suka.

Anyhow, seseorang yang ngelirik koleksi saya yang seiprit itu ngira saya beneran suka blues, lalu memberikan album lawas “Live On” Covernya si mas ganteng Kenny Wayne Shepherd yang saat itu masih berusia 22. Ganteng mak! Gyahahaa.

Live On Track List

  1. “In 2 Deep”
  2. “Was”
  3. “Them Changes”
  4. “Last Goodbye”
  5. “Shotgun Blues”
  6. “Never Mind”
  7. “You Should Know Better”
  8. “Every Time It Rains”
  9. “Oh Well”
  10. “Wild Love”
  11. “Losing Kind”
  12. “Live On”
  13. “Where Was I?”
  14. “Electric Lullaby”

Live On adalah album ke tiga mas ken yang lagi lagi dapet platinum. Anehnya, ndengerin semua lagu lagunya, kok saya kepincut semua? Atau karena aliran dia blues-rock ya? Berhubung dia ini gitaris, maka kebanyakan musiknya ya di dominasi sama permainan gitar dan suaranya yang kuat itu. Beda dengan Steve Vai yang saya bilang datar (yah, sebetulnya pada album album awal steve vai masih “penuh warna” sih) permainan Kenny Wayne di album ini juga smooth dan penuh warna. Gak aneh kok, mas Ken itu pernah menempati urutan ke 3 di Guitar World pada tahun 1997 di bawah BB King dan Eric Clapton.

In 2 Deep, Them Changes, Never Mind, Oh Well dan Wild Love, sangat beraura rock sekali. Sedang, Shotgun Blues, You Should Know better, Everytime It Rains dan Losing Kind beraura blues yang ndak keras. Tapi track track lain seperti Was, Live On,  Where Was I, dan Electric Lullaby sangat ngepop! *dikeplak* maksud saya, sangat easy listening dan ga bikin bosan, mendayu dayu dan romantis. Mirip lagu pop kan? :P (Oh, Eletric Lullaby itu ndak ada voicenya, cuma si mas ken pamer skill gitarnya untuk bikin hati sendu *dikeplak lagi*)

Kalo di suruh pilih lagu favorit saya dari album ini, mungkin saya akan milih Where Was I, karena lagunya stuck di kepala saya dan ga mau keluar :)

Staring out the window
Watching the night turn into day
It’s four in the morning
I’ve got so many things that I need to say

I’ve been out here in the darkness
With shadows all around
Where was I before you came around?

Standing in a phone booth
Lord, I watching the rain fall down
Don’t know where I’m going
Don’t even know the name of this town (of this town)
I’ve been stranded in this spotlight
Like a king without a crown
Where was I before you came around?

I was lonely
I was on my own
I was drifting
No place to call home
Now I’m stronger
Where would I be without you loving me?

I was lonely
On my own
I was drifting
No place to cal home
Now I’m stronger
Where would I be without you loving me?

Oh, staring out the window
I heard you say it’s gonna be all right (all right)
With these words from you girl
I can make it through another night
You give me someone to believe in
I was lost
But now I’m found
Where was I before you came around?

You give me someone to believe in
I was lost
Now I’m found
Where was I before you came around? (Where Was I, Kenny Wayne Shepherd)