Yang G.I Joe: The Rise of Cobra

Agustus 7, 2009 at 11:42 pm 14 komentar

Jika kalian tidak tahu siapa G.I Joe, maka saya yakin kalian pasti anak muda jaman sekarang yang masih kinyis kinyis. Pertama kali denger kata G.I Joe saya jadi teringat sebuah film Demi Moore, G.I Jane, sayangnya 2 film ini ndak ada hubungannya. G.I Joe dan G.I Jane aslinya adalah sebutan bagi tentara USA (Government Issue), Joe untuk tentar pria dan Jane untuk tentara wanita. Tapi dalam film ini, G.I Joe yang dimaksud adalah sebuah action figure yang di buat tahun 60an yang lalu di buat komiknya oleh Marvel dari tahun 1982, selain komik dan action figure, G.I Joe juga muncul kartunnya pada tahun 1985 dengan judul G.I Joe: A Real American Hero. Di indonesia, G.I Joe pernah muncul di RCTI. Wah, saya kelihatan tahu banget tentang G.I Joe ya? Padahal cuma nyontek wiki nya :P

Rise of Cobra adalah film live action pertama G.I Joe yang menceritakan munculnya musuh bebuyutannya “Cobra”. Bisa di bilang G.I Joe adalah saingan film Transformer 2 karena sama sama mengedepankan efek CG yang maksimal. Tapi setelah nonton, bisa di bilang “wuih, transpormer mah ga ada apa apanya”. Berbeda dengan transformer 2 yang lack of story, G.I Joe mengedepankan karakter yang kuat, plot yang cepat tapi masih bercerita. Nggak di pungkiri masih banyak plot hole di sana sini dan jumping scene yang ga jelas (dan ga penting) tapi sama sekali nggak merusak kenikmatan film ini.

G.I Joe juga termasuk “boyish thing” sama seperti Transformer, pure action dan seru! Bedanya, Action di transformer masih “nanggung”, sedang bisa dibilang action di G.I Joe sangat konstan dan membuat penontonnya menahan nafas. “Hanjrit, seru mamennnn!! Eke ga bisa napas, duhhh seru! eke deg degan!” Battle di sana sini, perusakan motor, mobil, gedung bahkan battle yang di tawarkan film ini ada di mana mana, di udara, di darat, bahkan di dalam lautan kutub. Hahay. Ibarat kembali menjadi anak kecil yang baru di beliin tokoh pahlawan, kalo nggak lagi kencan dan lagi sama temen temen saya yang heboh, pasti saya teriak teriak deh di film ini *lebay*

G.I Joe bercerita tentang M.A.R.S sebuah manufaktur pertahanan amerika yang dipimpin oleh James Mc Cullen, yang mengembangkan “nanomite” bomb, partikel partikel kecil yang tadinya digunakan sebagai pengobatan kanker, masuk ke dalam tubuh manusia untuk mengeluarkan sel sel kanker. Namun, Mc Cullen mengembangkannya menjadi partikel “pemakan besi”. U.S Army menunjuk komandan Duke, untuk mengantarkan nanomite itu ke Kyrgyztan. Tapi di tengah perjalanannya mengantarkan nanomite, pasukan Duke di serang oleh pasukan misterius, tapi tiba tiba muncullah pasukan misterius lain yang menolong Duke (bingung kan? sama, pas opening masi ga paham tuh sapa ngejar sapa).

Ternyata pasukan yang menolong Duke adalah Pasukan G.I Joe, masih di bawah kuasa US Army. G.I Joe menjelaskan bahwa pasukan yang menyerang Duke adalah pasukan “Cobra”, yang sialnya, salah satu penyerangnya adalah mantan kekasih Duke. Di temani Ripcord, teman baik Duke, mereka berdua bergabung G.I Joe untuk membalas dendam, juga mencari tahu, siapa yang ada di balik penyerangan ini dan siapa yang memberi dana.

G.I Joe menceritakan banyak konspirasi seru namun “mudah di baca”. Well, secara ekspektasi kita dalam film ini adalah bukan di plot, alias cukup menikmati efek dan CG nya, maka buat pecinta CG/Action/G.I Joe this is definitely the chance to relive their wildest action fantasies.

PS : Agaknya poster dari G.I Joe kurang menjual, atau mungkin karena ini adalah tokoh heroik tahun 80an makanya nggak laku?

Entry filed under: Yang pelem pelem. Tags: .

Yang Berubah Yang bertanya atau mati

14 Komentar Add your own

  • 1. christin  |  Agustus 8, 2009 pada 12:01 am

    saya termasuk ABG yang kinyis2 dan gak ngikutin GI Joe dulu itu e… *plak* tapi masi bisa ngikutin ceritanya di film gak ya? :p

    Balas
  • 2. choro  |  Agustus 8, 2009 pada 12:03 am

    bisa kok, ini film pertama, di bagian opening di kasi flashback abad 16 (yang sebenernya ga nyambung ama plot ceritanya) tapi overall mudah dipahami karena ceritanya simpel. lagian kalo ga ngikutin ceritanya ya gapapa, soale yang bagus actionnya :D

    Balas
  • 3. dita.gigi  |  Agustus 8, 2009 pada 12:22 am

    kamu bikin pengen nonton terus… *kepruk choro*

    seru yaaa… lebih bagus dari transpormer? baiklah… wajib tonton berarti…

    Balas
  • 4. desty  |  Agustus 8, 2009 pada 6:42 pm

    walopun kata orang transformer keren, tapi karena plot ceritanya nggak, saya ga mau nonton.

    kalo ini… bolehlah ditonton..

    Balas
  • 5. goop  |  Agustus 9, 2009 pada 10:16 pm

    embuh saya yang gebleg kayaknya, tapi yang saya tangkap dari film ini cuma: hati-hati kalau bawa barang, apalagi titipan dari orang lain, eh apalagi kalau itu tugas :D
    cuma asik memang actionnya, bikin posisi duduk berubah mulu, hahaha

    Balas
  • 6. G.I. Joe: The Rise Of Cobra  |  Agustus 9, 2009 pada 10:33 pm

    [...] saya sepakat dengan Choro soal ini. Etapi awas, tulisan Choro banyak [...]

    Balas
  • 7. Pitra  |  Agustus 10, 2009 pada 9:12 am

    Choro, gak perlu nonton animasi yg era 80-an.
    Nonton animasi seri terakhir yang sudah dikompilasi dalam DVD aja, GI Joe: Resolute. Itu sangat keren.

    Ada kok di YouTube potongan2nya. Review dan link clipnya ada di: http://pitra.dagdigdug.com/2009/08/10/gi-joe-resolute/

    Balas
  • 8. -GoenRock-  |  Agustus 10, 2009 pada 9:31 am

    Akan nonton singa ini! *berusaha melupakan spoiler2 yang barusan dibaca*

    Balas
  • 10. Aco  |  Agustus 10, 2009 pada 9:37 am

    Udah dua orang yang bikin penasaran, selain om Yahya. Transformer aja nonton, apalagi yang katanya lbh bagus ini *nyocokin jadwal dulu ah* tengkyu mb Choro, salam kenal ya :)

    Balas
  • 11. kenyo  |  Agustus 13, 2009 pada 10:04 am

    lack of story artinya apaan ya?

    Balas
  • 12. choro  |  Agustus 13, 2009 pada 10:21 am

    artinya kurang cerita mas. di transformer untuk plot dan ceritanya kurang bagus

    Balas
  • 13. gonfrix  |  Desember 9, 2010 pada 9:58 am

    kartun faforite waktu kecil neh………

    Balas
  • 14. gonfrix  |  Desember 9, 2010 pada 9:58 am

    try

    Balas

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Yang baru baru :

Yang udah di pites :

  • 52,592 kecoa

Yang anggota dari :

Yang lagi di rasain :


Unyuu~~

Yang di kutip hari ini :

“The tongue like a sharp knife... Kills without drawing blood.” Gautama Siddharta

Yang Twitter :


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.815 pengikut lainnya.