Yang School Days

Oktober 23, 2009

Berawal dari MJ yang misuh misuh bahwa ending School Days (saat itu manga) jelek, saya segera mengkopi manga yang cuma 2 volume ini. Manga 12 chapter yang sangat moe dan full drama ini ber ending cukup.. err… mengejutkan :lol: Anyway, berhubung saya excited sekali dengan anime/manga ini, beware dibawah ini yang saya ceritakan akan sangat amat penuh dengan spoiler!

School days bercerita tentang Itou Makoto yang jatuh cinta pada anak perempuan kelas sebelah yang kebetulan selalu satu kereta dengannya, cukup dengan melihat saja, perlahan tumbuh rasa cinta dalam hati Makoto. Saat itu di sekolahnya sedang beredar rumor tentang jimat cinta, “jika kamu menjadikan orang yang kamu suka sebagai wallpaper hp mu dan tidak ada orang lain yang tahu selama tiga minggu, maka cintamu akan tersampaikan.” Makoto lalu diam diam memotret gadis itu dan menjadikannya wallpaper. Tapi baru sehari, teman sebangkunya, Saionji Sekai tidak sengaja melihat nya. Sekai yang ternyata mengetahui gadis itu, berusaha mendekatkan Makoto dengan gadis itu, Katsura Kotonoha.

Eh kok ya kebetulan Kotonoha naksir si Makoto, jadian lah, lalu mulailah kehidupan cinta mereka yang masih malu malu moe gitu deh. Namun, namanya drama, diam diam Sekai juga menaruh hati pada Makoto. Makoto sendiri tidak tegas lalu berselingkuh dengan Sekai. Awalnya perselingkuhan ini tidak diketahui Kotonoha, sampai tanpa sengaja, Kotonoha melihat Makoto dan Sekai berciuman di atap sekolah.

Okay, sampai sini, cerita ini masih drama normal biasa, logikanya, kalo di shoujo manga (komik cewek) lainnya, akan ada catfight antara Kotonoha dengan Sekai, atau salah satu antara Sekai dan Kotonoha menyerah tentang Makoto, atau Makoto tidak mendapatkan keduanya, atau Makoto malah dapat dua duanya. Namun di dua chapter terakhir, aura manga drama moe moe ini berubah haluan menjadi dark dan angsty. Endingnya di manga cenderung menyebalkan karena tidak ada yang mati (atau setidaknya ketahuan mati), namun ada yang berdarah darah :D dan percayalah, saya mengalami dua kali salah tebak siapa yang mati di manga ini.

Awalnya School Days adalah sebuah adult visual-novel game untuk PC yang memiliki 21 ending. 15 good ending (Makoto berhasil mendapat salah satu tokoh wanita), 2 harem ending (yah harem,, berarti lebih dari 1 cewek), 3 bad ending (dimana antara Makoto, Sekai dan Kotonoha terbunuh secara sadis) dan 1 special ending. Selain PC, School Days juga dibuat untuk PS2 game, dengan 5 tambahan ending yang lima lima nya adalah bad ending.

Tapi berhubung saya ga main gamenya :D mari kita lompat ke anime sebanyak dua belas episode ini. Berbeda dengan plot manganya, pengembangan cerita School Days lebih luas juga dengan lebih banyak karakter. Menonton anime ini, mood saya bisa kacau balau, karena semakin lama ditonton bisa memanipulasi pikiran. MJ sih udah keburu marah marah (beneran) saya nonton anime ini, karena bagi dia manganya saja cukup tidak sehat. Hihihi.

Dalam animenya, ada banyak perbedaan dari plot manga, walaupun masih cukup moe (tiga episode awal sih saya nontonnya terkantuk kantuk). Makoto dalam awal hubungan langsung curhat dia “bosan” dengan Kotonoha pada Sekai. Terlebih, Kotonoha tidak ingin “disentuh” (ya, berhubung ini adaptasi adult game, ya siap siap aja banyak adegan ecchi dalam anime ini). Begonya, Sekai malah menawarkan “practicing doing perverted things” pada Makoto. Yang berubah menjadi turning point Makoto merasa cinta pada Sekai.

Sejalan perselingkuhannya, Makoto semakin menjauhi Kotonoha tanpa memberi kepastian hubungan pada Kotonoha. Sekai sendiri hanya bilang “as long as I’m with you, no matter with whom you have relationship, I don’t care!” Menambah “drama” nya anime ini, ada seorang perempuan teman SMP Makoto, Katou, yang kebetulan sekelas dengan Kotonoha juga mencintai Makoto sejak lama. Mengetahui hubungan Kotonoha dan Makoto, Katou melancarkan bullying pada Kotonoha.

Sayangnya, dalam animenya, Makoto tidak menjadi pria yang “tidak tegas” saja, tapi juga sex maniac :lol: awalnya yang tadinya saya merasa sempat membenci Sekai yang dengan genitnya mengambil kesempatan diantara Makoto dan Kotonoha, berubah menjadi kasihan. Super duper kasihan pada Sekai yang berakhir hamil (jeng.. jeng.. jeng..!!)

Tidak hanya kisah selingkuh pada Sekai, Makoto pun end up dengan tidur, atau lebih tepatnya, para (semua) wanita lainnya “menawarkan diri” untuk ditiduri Makoto, termasuk Katou yang sialnya, video Katou melakukan “itu” dengan Makoto diputar pada acara sekolahnya dan diketahui Sekai. Maka tak heran, jika Makoto berakhir di bunuh (jeng.. jeng.. jeng..!!)

Ending anime ini belum cukup sampai Makoto bersimbah darah, masih ada kesadisan dalam 10 menit terakhir itu. Masalahnya, karakterisasi Makoto di animenya berubah menjadi karakter yang “you love to hate him”, maka ending “sadis” anime ini berubah menjadi true happiness bagi saya *muahahahahha*

Saya tidak menyarankan anime ini ditonton bagi anda yang emosional, atau setidaknya mudah terbayang atau terinfluence sebuah film. Percayalah, anime ini sangat mind-manipulating. Bukan hanya sebatas ditonton lalu sekali lewat. Ilustrasi musik anime ini sangat manis, gambarnya pun cukup bagus, yang menarik adalah cerita yang kuat dibalik anime ini. Satu flaw yang cukup fatal di anime ini adalah tokoh Makoto. He is stupid, sex addict, self-centered, without any good quality, but every girl in love with him.

Entry Filed under: Yang pelem pelem. .

7 Comments Add your own

  • 1. Lekdjie  |  Oktober 23, 2009 at 9:45 pm

    Ecchi iku opo?

    Ga paham aku,sepertinya buat saya mendingan nonton doraemon yg legend ituh…

    Btw,pertamaX y?horeee..

    Balas
  • 2. lina sophy  |  Oktober 24, 2009 at 7:51 am

    demen komik ya mas??
    me too hihihi…..

    Balas
  • 3. choro  |  Oktober 24, 2009 at 8:12 am

    @lekdjie
    ecchi itu artinya “menjurus” atau memang berbau porno :)

    @lina
    saya mbak ;) ) iya suka komik kok :D

    Balas
  • 4. om4gus  |  Oktober 24, 2009 at 9:10 am

    School days yah..,
    Dulu pinjam anime ini tanpa ekspektasi dan bayangan apa2 soal jalan ceritanya. Jadi, begitu lihat alurnya yang mulai aneh, malah jadi penasaran. Mikirnya, kok bisa di anime ada yang hamil :-) )

    Ngomong2 soal mind-manipulating, dari awal sampe akhir nonton gk tau kenapa masih tetap berpikir kalo makoto itu cowok baik hati dan tidak sombong yang kirain bakalan punya ending yang ’standard’, yang tentu saja jadinya gk terduga.

    Balas
  • 5. nahdhi  |  Oktober 25, 2009 at 11:46 am

    Wah bukan penikmat komik mangga…. :p

    Balas
  • 6. choro  |  Oktober 26, 2009 at 1:27 pm

    @om4gus
    iyaaaaaaaaaaaaaaa!! XD *ya ampun, senengnya ada yang nonton juga*
    kalo di manganya memang baik hati dan tidak sombong sekali, tapi begitu di animenya.. karakternya berubah sekali jadi brengsek!! kyaaaaaa!!! dari episode 3 langsung membenci makoto XD
    tp yang bikin manipulating sebetulnya pola pikir Sekai :) ) omg omg omg *busek busek school days dari otak*

    Balas
  • 7. Nazieb  |  Oktober 26, 2009 at 3:59 pm

    hihihi, manga-nya keren juga, sempet salah tebak juga sih
    *baru baca*

    cari anime-nya aah~

    Balas

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Yang mites terakhir :

Yang dulu dulu :

Yang baru baru :

Yang kategori :

Yang udah di pites :

Yang anggota dari :

Yang lagi di rasain :


feel like I want to kill someone

Yang di kutip hari ini :

“The tongue like a sharp knife... Kills without drawing blood.” Gautama Siddharta

Yang saya juga :

Yang Twitter :