Yang Sang Pemimpi
Desember 17, 2009 at 11:23 pm 15 komentar

Hore saya sudah nonton!! Pemutaran pertama hari pertama Sang Pemimpi main di Jogja.
Film di buka dengan sebuah scene sunyi, seorang bapak (Mathias Muchus) menaiki sepeda onthel tuanya. Lalu disambung dengan narasi (yang menurut saya) agak lebay dari Ikal (Lukman Sardi). Film ini menceritakan, bagaimana kehidupan Ikal muda, awal mimpinya dan juga perjalanan nya menggapai mimpi itu.
Dimulai dari kisah SMP Ikal, yang setelah kehilangan sahabat nya, Lintang, malah bertemu dengan sahabat sekaligus saudara baru bernama Arai. Arai yang kehilangan orang tuanya menunggu di suatu pedalaman untuk dijemput Ikal dan Ayahnya. Saat dimana Ikal seharusnya menghibur Arai, Arai malah menghibur Ikal dengan keluguannya. Disanalah dia sadar, Arai bukan lah pria biasa.
Arai adalah pengaji terbaik di surau, tapi Arai jugalah yang sering mengajak Ikal membolos untuk menonton TV di kelurahan (eh, bener ga?) Disanalah, mereka bertemu sahabat baru lagi, Jimbron, sang obsesif kuda. Yang juga mengajarkan kita indahnya toleransi beragama.
Sepanjang kisah SMP, cerita berkutat pada karakter 3 orang itu. Arai yang mengejutkan, dan Jimbron yang setia pada impian kuda Australianya. Selulus SMP, mereka pindah ke Manggar, karena di sana lah SMA Negri pertama se Belitung.
“Jelajahi kemegahan Eropa hingga Afrika yang eksotik! Temukan berliannya budaya sampai ke Prancis. Langkahkan kakimu di atas altar suci almamater terhebat tiada tara: Sorbonne.” Julian Balia (Nugie), seorang guru di SMA itu memberi mereka semangat baru, mimpi. Julian Balia selalu mengakhiri pelajaran mereka dengan meneriakkan kata kata yang menginspirasi, untuk menjaga anak anak itu bermimpi.
Sorbonne. Ya, PARIS! Kesanalah mimpi mereka harus berlabuh. Arai lalu menyiapkan ide jenius, “Kita lulus dengan nilai sempurna, kita kerja keras, lalu menabung untuk ke Jakarta, kuliah di Universitas Indonesia dan mencari beasiswa ke Paris!” Ah, andai impian memang semudah itu.
Endingnya? Ah, jika anda sudah membaca bukunya, maka alurnya mudah ditebak, hanya saja, realisasinya begitu memukau, walaupun banyak angle kamera yang men zoom wajah, alam lingkungan sekitar belitung yang indah tidak kekurangan porsi. MENYENANGKAN! Film berdurasi 2 jam ini membuat saya cukup puas dengan penceritaan yang kurang lebih sama dengan bukunya.
Banyak adegan menyentuh di sana sini, yang cukup bisa menguras air mata. Mathias Muchus bermain apik sebagai ayah yang dramatis. Sandy Pranatha dan Rendy Ahmad juga bermain menyenangkan sebagai Arai yang penuh ide. Sayang, menurut saya Nugie masih terlalu kaku, hehehe.
Ada satu hal yang mengejutkan di film ini, berhubung saya ngga begitu aware dengan trailer ataupun iklan Mira Lesmana di media, kehadiran Ariel Peterpan a.k.a Nazril Irham membuat saya menjerit.. “alah maaaaaaaaaakkk GANTEEEEEEEEEEEEENGGGGGGGGGG!!!!”
Eh iya loh, saya dulu menganggap Ariel biasa biasa saja, malah ga begitu suka, tapi di film ini, dengan zoom in beberapa kali, akhirnya meleleh juga saya dikursi. Sayang akting Ariel porsinya kurang banyak, semoga jika Edensor difilmkan, ada Ariel lagi di sana
”Eropa boy, eropa!!”
Entry filed under: Yang pelem pelem. Tags: .
15 Komentar Add your own
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed

1.
ekowanz | Desember 17, 2009 pada 11:50 pm
eropa? kok ga ada cap “eropa asli”
2.
choro | Desember 17, 2009 pada 11:58 pm
emang eropa asli kow?
3.
christin | Desember 18, 2009 pada 2:40 am
kapan ditayangkan di eropa, boy? pengen nonton juga T_T
4.
zen | Desember 18, 2009 pada 4:02 am
satu strip di bawah laskar pelangi
5.
uziek | Desember 18, 2009 pada 8:40 am
yang ini masih Asli Belitong… dijamin! sayang belum nonton..
6.
Dodi Iswandi Mauliawan | Desember 18, 2009 pada 1:02 pm
wah cepet ya updatenya
mantap deh!
Yang comment ini ganteng loh n_<
7.
ittaufani | Desember 18, 2009 pada 3:32 pm
Aq dah baca bukunya berkali2 n masih cr waktu bwt nonton filmnya.
8.
paydjo.Net | Desember 18, 2009 pada 8:20 pm
jrit
*langsung tutup mata*
9.
nahdhi | Desember 18, 2009 pada 8:57 pm
Lanjutannya LP ya?
10.
tiyok | Desember 19, 2009 pada 6:56 am
@Nahd: Betul sekali, Boi…
11.
Mardianto | Desember 19, 2009 pada 12:42 am
Katanya pas di Eropa cuman sampai Brussel ya? Nggak sampai Sorbone? Sayang banget buat filem berdana 12 M
12.
choro | Desember 19, 2009 pada 9:12 am
mungkin 12M nya habis di manggar/belitong?
13.
jarwadi | Desember 19, 2009 pada 11:31 am
belom nonton …
14.
dita.gigi | Desember 19, 2009 pada 11:08 pm
choro said:
kehadiran Ariel Peterpan a.k.a Nazril Irham membuat saya menjerit.. “alah maaaaaaaaaakkk GANTEEEEEEEEEEEEENGGGGGGGGGG!!!!”
ohemji… ARIEL ganteng????? O__O *colok mata choro*
15.
choro | Desember 19, 2009 pada 11:28 pm
iya e,,,, ntah knapa zoomingnya segede layar bioskop membuatku melting, ahak ahak