Yang Marathon Ramen

Januari 18, 2010 at 12:55 pm 19 komentar

Ramen? Ramen itu apa sih? Ramen adalah mie instan jepang. Sebetulnya ramen tidak ada bedanya dengan indomie. Warung ramen di jepang sana sama derajatnya dengan warung burjo/indomie di Indonesia. Hanya, tampilan di sana memang lebih cantik dari pada di sini. Sama seperti indomie, ramen pun tidak baik dimakan setiap hari karena tinggi karbohidrat dan sodium namun rendah vitamin dan mineral.

Hari minggu kemarin, tanggal 17 Januari, pasangan Alle dan Hermansaksono mengadakan “tour d’ ramen” dengan additional player saya, defikckry, sang peri dan funkshit. Sejak jam makan siang hingga jam makan malam, kami berhasil mendatangi 5 tempat makan ramen dari sekian banyak tempat makan ramen di jogja.

Adapun penilaian yang saya lakukan adalah subjektif dengan melihat tampilan, rasa serta lokasi warung ramen.

Yang pertama adalah ramen superindo :

Sebetulnya nama tempatnya hanya “Ramen” berhubung lokasi nya tepat di depan Superindo Jalan Kaliurang, maka saya menyebutnya Ramen Superindo.

Karena saya telat datang mencicipi ramen di samping, maka saya tidak akan memberikan penilaian dari segi rasa. Namun secara penampilan ramen ini sangat cantik. Lokasinya pun cukup strategis dengan tempat parkir yang tidak menyulitkan. Untuk Shoyu di berikan di meja sehingga kita bisa bebas menambahkan shoyu.

Menu yang di pesan adalah Ramen Telur Impor, harganya kalo saya tidak salah ingat sekitar 10 ribu rupiah saja.

Yang kedua Ramen Samurai :

Samurai Ramen terletak tepat di simpang tiga jalan kaliurang. Ramen ini terkenal tidak enak. Bukan tidak enak secara rasa, namun tidak enak secara ramen. Menurut saya, menu ini lebih baik disebut “soto mie” ketimbang ramen. Lebih lagi ayamnya disuwir, brambang goreng dan telur puyuh, makin mirip dengan soto-mie. Tempat parkirnya cukup menyulitkan. Tidak terbayangkan jika naik mobil ke sana. Masaknya relatif sebentar, dengan tempat agak jorok. Harga menu “Ramen” (bukan beef atau telur etc, cuma ramen) diatas, hanya 9 ribu rupiah saja. Bagi teman saya, samurai ramen enak karena rasanya cukup “njawani”. Sayurannya ditumis terlebih dahulu ala cap cay baru dimasukkan ke dalam ramen. Es tehnya agak jorok karena saya menemukan butiran kotoran di dalam gelasnya.

Rate : 1/5

Yang Ketiga Sapporo Ramen :

Sapporo Ramen jika saya tidak salah ingat adalah WARUNG ramen pertama yang masuk jogja (bukan dalam embel embel resto). Dengan harga murah ramen ini menyediakan porsi super besar. Menu yang kami beli adalah Miso Ramen. Sayurannya cukup banyak, dagingnya enak. Mie nya cukup kenyal (atau malah kelembekan?) Dan masih cukup njawani walau tidak berasa soto mie. Kuah misonya menurut saya enak. Hanya dengan harga 12 ribu saja, 1 mangkok ini bisa mengenyangkan (literally) perut orang lima. Karena porsinya memang besar. Tempat parkirnya sempit dan tidak di ada tukang parkir, sehingga sering berantakan dan sulit keluar masuk. Tempatnya juga agak kotor. Oh iya, di Sapporo juga menyediakan Sencha (teh hijau).

Rate 2/5

Yang ke empat Sentana Bistro Ramen :

Sentana Bistro terletak di jl. Kaliurang KM. 5,5 No. 49. Tempatnya mewah, bersofa, parkirnya cukup, tempatnya adem dan pelayannya ramah. Ramen yang kami pesan adalah Miso Ramen, dengan harga dua kali lipat dari ramen yang lain, 23 ribu. Ketika datang, porsinya memang tidak sebesar Sapporo Ramen, tapi pasti cukup mengenyangkan jika dimasak seorang. Mie nya menurut saya agak kaku. Kuah misonya tidak sekental Sapporo tapi lebih enak. Ayamnya di masak teriyaki dahulu baru dimasukkan ke dalam Ramen sehingga terasa lebih gurih. Secara tampilan, Sentana Bistro masih di bawah Ramen Superindo, tapi lebih bagus daripada yang lainnya. Dan yang menyenangkan, ada Narutonya! (Naruto adalah irisan ikan yang bewarna pink dan putih yang dibuat dari kamaboko) Sayangnya harga minumannya cukup mewah, teh hijau dinginnya segelas 10 ribu.

Rate : 4/5

Yang terakhir adalah Silla Ramen :

Silla resto terletak di Jl Arteri Ringroad Utara 33.  Bersebelahan dengan Happy Puppy karaoke. Tempatnya enak, kita bahkan bisa mendapat private room tanpa biaya tambahan. Di dalam private room bergaya meja lantai, kita bisa berglundung glundung, main petak umpet dan foto di pojokan ala setan Ju-On (dan percayalah, kami melakukan ini semua).

Kami memesan chicken ramen dengan harga sama seperti miso ramen sentana. Menurut saya, mienya di silla adalah yang paling pas kekenyalannya, tapi menurut yang lain rasanya seperti indomie. Telurnya enak, porsinya cukup besar dan irisan daging ayamnya besar besar dan diletakkan di bawah ramen, bukan di atas seperti ramen lainnya. Secara tampilan ramen ini biasa saja. Dan mbaknya sangat baik hati, memberikan tambahan 5 mangkok kecil pada kami yang hanya memesan satu ramen ini saja. Minumannya pun tidak semewah di Sentana Bistro. Satu poci chinese tea cukup 14 ribu saja, dan bukannya oolong tea, tapi malah green tea(tapi namanya chinese tea).

Di meja silla disediakan lengkap garam, gula, merica, vinegar dan shoyu, sehingga tidak kesulitan untuk bereksperimen rasa tanpa harus malu (karena di private room).

Rate : 4/5

Jadi, mau makan ramen apa hari ini?

all photograph courtesy of @hermansaksono

Entry filed under: Yang enak enak. Tags: .

Yang Hikikomori Yang Undead part 6 – No reason

19 Komentar Add your own

  • 1. nikenaditya  |  Januari 18, 2010 pada 1:12 pm

    kalo aku lebih suka tampilan sentana bistro ramen :D lebih keliatan menggiurkan hehhehe

    Balas
  • 2. Berburu Ramen di Jogja « /alle/blog/  |  Januari 18, 2010 pada 1:17 pm

    [...] blog Kuncorosusilowati [...]

    Balas
  • 3. alle  |  Januari 18, 2010 pada 1:24 pm

    Sentana dan Ramen juara! :P

    Balas
  • 4. mifta  |  Januari 18, 2010 pada 1:43 pm

    kalo Nikkou Ramen yg di Pogung ga masuk recomended ya? :D

    Balas
  • 5. choro  |  Januari 18, 2010 pada 1:45 pm

    kemarin belum tour d ramen ke sana :lol: tunggu marathon ramen part 2 nya yaaaaaa :)

    Balas
  • 6. Chic  |  Januari 18, 2010 pada 4:24 pm

    postingan ini membuat lapar.. cih! :twisted:

    Balas
  • 7. hanny  |  Januari 18, 2010 pada 4:53 pm

    tiba-tiba nggak kepingin makan ramen, bacanya langsung kenyang -____-

    hihihi :D

    Balas
  • 8. Mawi Wijna  |  Januari 18, 2010 pada 5:09 pm

    Ratingnya Ramen Superindo?

    Balas
    • 9. choro  |  Januari 18, 2010 pada 5:36 pm

      hmm.. harusnya 3 atau 4/5 tapi belum nyoba rasanya, jadi ga afdol buat ngasih rating :) )

      Balas
  • 10. nahdhi  |  Januari 18, 2010 pada 7:59 pm

    Saya suka sop aja. :)

    Balas
  • 11. dilla  |  Januari 19, 2010 pada 9:36 am

    hadeeeh,,,, ujan2 dingin2 gini ngeliat yg anget2 gitu… T_T
    *glek*

    Balas
  • 12. Funkshit  |  Januari 19, 2010 pada 1:02 pm

    kamu kenapa ga menulis klo kalian melakukan siatsu juga di private room itu….

    Balas
    • 13. choro  |  Januari 19, 2010 pada 10:15 pm

      OH IYAAAAAAAA,, keren sekali private room ini.. tapi tapi taip… yang di shiatsu kan CUMA KAMU!!

      mentang mentang ga ada sandal, kamu berselingkuh dengan sang peri dan melakukan pijat ples ples!!

      Balas
  • 14. Yang Marathon Pempek « +._cHoRo_.+  |  Januari 26, 2010 pada 12:04 pm

    [...] 26, 2010 Setelah marathon Ramen minggu lalu, sekali lagi, pasangan alle dan hermansaksono mengadakan marathon makanan lagi. Minggu [...]

    Balas
  • 15. dita.gigi  |  Januari 26, 2010 pada 12:27 pm

    bikin ngiler… *keplak choro*

    Balas
  • 16. indyastaric06  |  Juni 14, 2010 pada 6:00 pm

    makasih info tempat ramennya…foto2nya bikin ngiler..:D

    Balas
  • 17. cani  |  Agustus 19, 2010 pada 5:44 pm

    sepertinya kamu masih belum tau apa itu RAMEN *LEBAY*
    dan sudah berapa kali kamu berkunjung kejepang? atau tinggal berapa lama dijepang?.
    bahkan menilai menupun tidak bisa, membandingkan menu resto dan menu warung. restoran memang kaya pasilitas dan warung miskin pasilitas so terserah orang mau milih yang mana sesuai dengan kemampuanya masing-masing.

    Balas
    • 18. choro  |  Agustus 20, 2010 pada 3:21 am

      marathon ramen memang tidak bertujuan mencari ramen “TER”enak sejogja karena memang rasa enak itu relatif :) kami hanya memberikan alternatif warung/resto ramen yang mulain menjamur di jogja

      Balas
  • 19. anang nurcahyo  |  Desember 16, 2010 pada 6:23 pm

    mantabbbb… jadi lapeeerrr…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Yang baru baru :

Yang udah di pites :

  • 52,592 kecoa

Yang anggota dari :

Yang lagi di rasain :


Unyuu~~

Yang di kutip hari ini :

“The tongue like a sharp knife... Kills without drawing blood.” Gautama Siddharta

Yang Twitter :


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.815 pengikut lainnya.