Yang Marathon Pempek
Januari 26, 2010 at 12:04 pm 13 komentar
Setelah marathon Ramen minggu lalu, sekali lagi, pasangan alle dan hermansaksono mengadakan marathon makanan lagi. Minggu ini temanya adalah, pempek. Menurut sejarahnya, pempek telah ada di Palembang sejak masuknya perantau Cina ke Palembang, yaitu di sekitar abad ke-16, saat Sultan Mahmud Badaruddin II berkuasa di kesultanan Palembang-Darussalam. Nama empek-empek atau pempek diyakini berasal dari sebutan “apek”, yaitu sebutan untuk lelaki tua keturunan Cina. (wikipedia)
Misi penggemukan minggu ini diikuti dengan lebih banyak pemakan inti, yaitu saya, memethmeong dan funkshit, dengan additional player perikecil dan bintang tamu bang kristupa. Sedangkan hermansaksono bertugas sebagai juru potret dan alle sebagai perias. Kami berangkat semenjak jam 3 kurang sedikit dan berakhir pukul setengah delapan dan berhasli mencicipi lima tempat dengan menu utama pempek kapal selam dan tekwan.
Tempat pertama : Pempek Palembang Mang Pari 19 ilir
Lokasi tempat kami makan : Jl. Kaliurang Km. 5 No 20A (Sebelah Parsley Resto)
Menurut blog ini, kami tidak akan kecewa datang ke mang pari karena tempat ini adalah satu-satunya yang menyediakan makanan khas Palembang dengan harga terjangkau dan tempatnya yang sangat memuaskan sehingga membuat Anda yang berasal dari kota Pempek, Palembang, merasa berada di kota sendiri. Lebih baik jangan mempercayai promosi diatas.
Pertama kali datang cukup senang lihat tempatnya karena lumayan bersih dan di meja pun sudah tersedia puding gula merah, puding sarikaya dan puding coklat. Tempatnya agak temaram tapi ngga begitu panas.
Di sini harga pempeknya berkisar antara empat ribu sampai sembilan ribu limaratus. Kami memesan pempek kapal selam (8ribu), Pempek Kulit (4 ribu) dan Tekwan (8500). Sayangnya, rasa dan promosi pempek 19 ilir ini berbanding jumpalitan. Cuka yang digunakan untuk bumbu pempek rasanya manis dan sangat manis. Pempek kapal selamnya hambar, pempek kulitnya alot dan kuah tekwan nya bewarna? Bukannya harusnya bening? Oh well, tapi saya merasa kan kaldu ikan di tekwannya, saya langsung menyerah mencicipi tekwan ini, menurut memethmeong bakso ikannya cukup enak.
Penyajiannya cukup cepat, untuk parkir tidak sulit, dan koleksi minumannya cukup beragam dari jus buah sampai es krim kacang merah dengan harga terjangkau (2-7ribu).
Rate 1/5
Tempat kedua : Pempek 26
Pempek 26 berada di sebelah persis pempek mang pari, ada yang lucu dari menu pempek 26 ini, ada sgpc, bakso dan gadon sapi (masakan asli jawa tengah, cmiiw) saya langsung gimanaaaaaaaa gitu
)
Well tapi mungkin jangan judge dari menu kali ya. Kami memesan tekwan dan pempek kapal selam. Ada yang unik dari menu pempek kapal selam ini, ada toppingnya! Pilihannya adalah ayam dan cumi.
Kami memesan pempek kapal selam topping ayam. Yang ternyata hanya suwiran ayam ditabur diatas pempek yang dimasak ala katsu? Sayang sagunya masih terasa hingga saya merasanya adonannya kurang matang. Pempek kapal selam biasa harganya 8 rb. Sedang kapal selam topping ayam harganya 10 ribu. Ngga penting dan ngga worthed
. Untuk topping cumi, yang ditabur adalah cumi goreng tepung. Tekwannya sendiri berharga 8 ribu dengan kuah yang berasa seperti kuah bakwan kawi. Cukanya juga terhitung manis walau tidak semanis pempek mang pari.
Mahal. Nuff said.
Rate 1/5
Tempat ketiga : Pempek Ulu Bundar

Pempek Ulu Bundar terletak di tempat strategis depan mirota kampus belakang KFC UGM.
Sayang walau parkirnya cukup luas, jalan tersebut sering macet dan butuh memutar agak jauh jika mau masuk ke sana.
Pempek di sini harganya relatif murah, sayang pilihan menunya tidak begitu variatif dan minumannya hanya ada soft drink. Kami hanya memesan pempek kapal selam dengan hanya 5 ribu saja. Rasanya.. hmm,, entah kenapa kurang berkesan. Cukanya agak membingungkan, yang berlabel manis rasanya tidak manis dan tidak pedas, hanya asam. Sedang cuka yang berlabel pedas rasanya seperti basi. Mungkin hoki kami lagi ga bagus.
Rate 2/5
Tempat ke empat : Pempek Ny Kamto
Siapa yang tak kenal Ny Kamto. Rasanya pempek ini tidak perlu di review karena keterkenalannya
, tapi ah sudahlah.
Kami mendatangi pempek Ny Kamto yang pusat di selatan Ramai mall daerah malioboro.
Kami memesan pempek kulit, pempek kapal selam, pempek keriting, dan tekwan. Keunggulan ny kamto pilihan menunya banyak, terutama, menurut bang kristupa, pempek keriting yang jarang dijumpai.
Saya agak lupa rasa cukanya. Tapi pempek kulitnya alot, dan pempek kapal selamnya, walau tidak begitu berasa dan agak alot, adalah pempek yang paling lahap dihabiskan oleh kami.Untuk tekwannya, ng.. ng.. duh, kok ga berkesan ya? Rasanya yah standar standar saja menurut saya.
Sayangnya, dibawah nama besar Ny Kamto, pelayanan di sini sangat parah. Mengantarnya lama, dan minumannya tidak lengkap. Masak air mineral saja tidak ada?
Harga Ny Kamto standar saja, Kapal selamnya 9 ribu, keriting 5 ribu, tekwan 9ribu, dan kulitnya 5 ribu.
Rate 2/5
Yang terakhir : Pempek Raja Rasa
Pempek Raja Rasa terletak di daerah Jl Mataram. Tempatnya kecil dan tampaknya tidak meyakinkan.
Begitu masuk kedalam, langsung di suguhi aura panas, padahal kipasnya ada dua. Kok ya tetep sumuk.
Di sini kami memesan pempek kulit, pempek kapal selam dan lenjer. Pempek kapal selamnya enak, garingnya menurut saya pas. Begitu juga dengan pempek kulitnya, walau sudah dijejali berbagai pempek dan cuka, pempek kulitnya tetap terasa nikmat (buat saya). Rasa cukanya cukup, walau kurang pedas. Sayangnya selain tempatnya yang panas, lokasi untuk parkirnya agak susah, dan kalo ngga jeli tempat ini jadi ga kelihatan. Harganya cukup murah, tapi yang saya ingat hanya pempek kulit yang cuma 3 ribu saja.
Rate 3/5
Haduh, kok jadi kenyang ya nulis gini aja. Kalian gimana? apa malah lapar? Mau makan pempek apa siang ini?
Entry filed under: Yang enak enak. Tags: .
13 Komentar Add your own
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed

1. Pempek Kota Gudeg « /alle/blog/ | Januari 26, 2010 pada 12:12 pm
[...] Kuncorosusilowati [...]
2.
dita.gigi | Januari 26, 2010 pada 12:28 pm
pengen makan mpek2 jadinyaa… *pesen 2 porsi*
3.
Adham Somantrie | Januari 26, 2010 pada 12:33 pm
gimana kalo pempek gw?
http://adha.ms/p/347/pempek-lenggang/
4.
emyou | Januari 26, 2010 pada 12:33 pm
jadi pengen pempeeeeeeeeeeeekkkk…..
5.
didut | Januari 26, 2010 pada 12:34 pm
loh jadi ini gak ada yg bagus pempeknya?
6.
Nazieb | Januari 26, 2010 pada 12:42 pm
jadi pingin ke Jogja.. murah-murah makanannya
7.
restlessangel | Januari 26, 2010 pada 4:02 pm
reviewmu sungguh kejam
biar perginya dan makannya bareng, tp penilaiannya beda2 ya
8.
arya | Januari 26, 2010 pada 6:21 pm
fotonya templet semua *gebrak meja pempek*
9.
Herman Saksono | Januari 26, 2010 pada 7:06 pm
Komennya templet semua *gebrak lapak pempek*
10.
nahdhi | Januari 26, 2010 pada 7:26 pm
Kalau pempek saya jadi ingat sama mbak indah temen saya di kelas yang dari palembang. tiap kali libur pasti balik ke jogja bawa pempek buat saya.
Tapi selain mbak indah juga saya jadi inget KLASTER SAINS.
11. Secangkir kopi pahit dan pempek Den Haag … « Laan van Kronenburg | Februari 1, 2010 pada 5:46 pm
[...] Den Haag … Melengkapi ulasan teman-teman CA tentang pempek yang di sini, situ, dan sana, DosGil yang tidak mau ketinggalan dalam postingan kali ini akan mengulas pempek yang dijual di [...]
12.
ester | Mei 5, 2010 pada 8:45 am
coba aja pempekNy Heni di gejayan depan tk sepatu Mitra ada siomaynya jg lgo
13.
Mike | Desember 24, 2011 pada 4:18 pm
Wah ada yg ketinggalan tuh PEMPEK paling mantab kuahnya
Namanya ” PEMPEK MC OJI 12 ULU ” ada di Jlan tamansiswa ..
Tempatnya kecil tapi rasanya muantabbb….
Cobain deh..