Yang Putri Yang Ditukar
Februari 11, 2011 at 12:48 am 53 komentar

Ranah media sedang heboh dengan datangnya sinetron yang cukup fenomenal, Putri Yang Ditukar. Bukan, bukan fenomenal karena cerita ataupun aktingnya yang bagus. Tapi fenomenal karena durasinya yang tidak punya perasaan. Bayangkan, dalam datu waktu, mereka merally tiga episode sekaligus dengan durasi tiga jam. Sejak setengah delapan hingga setengah sebelas malam.
Saya sendiri memang penggemar serial TV, tapi bukan serial TV Indonesia. Jadi saya kurang tahu bagaimana persaingan sinetron di Indonesia. Menurut saya sinetron di Indonesia tidak ada yang menarik, tidak mendidik dan membosankan. Saya pernah sekali, membuang waktu menonton Putri Yang Ditukar. Sungguh, benar benar tiga jam yang sia sia. Akting mereka jelek, ceritanya tidak masuk akal, tidak ada intinya dan membosankan.
Seseorang lalu membuat sebuah fanpage di jejaring sosial facebook : “Gerakan Koin untuk Artis Putri yang Ditukar” Tujuannya? Ya jelas sarkasme. Saya rasa semua orang cukup pintar untuk sadar bahwa ada banyak orang yang jelas muak dengan sinetron di Indonesia. Tapi saya salah, saya bahkan tidak tahu apa yang ada dipikiran penulis kolom kapanlagi ketika menurunkan berita ini, itu dan anu.
Lalu bergulirlah bola asumsi itu, seseorang dengan embel embel “berasal dari sumber yang terpercaya” menuduh pembuat fanpage ini sebagai orang dari pihak Production House sebelah yang berusaha menurunkan rating Putri Yang Ditukar. Oh please, mungkin orang orang yang tahu dan kenal si pembuat fanpage sepertinya bisa ngakak jumpalitan di depan layar. Tidak hanya asumsi, mendadak comment box kapanlagi serta dindin fanpage tersebut berubah menjadi ajang caci maki dan pembelaan yang fanatik atas masing masin sinetron.
Lalu, ketika membela sinetron sudah sama mengerikannya dengan membela agama, mau jadi apa negara kita? Bukankah seharusnya masih banyak hal lain yang lebih penting untuk diributkan dengan kritis? Mungkin saya terdengar sok bijak, tapi jika hal sepele seperti ini saja mampu menyulut emosi sebagian orang, mengapa kita masih bertanya tanya kenapa masyarakat Indonesia cukup bodoh untuk diprovokasi? Tak heran kan, jika akan banyak sekali kekerasan terjadi karena mudahnya emosi tersulut dengan hal hal tidak penting.
Entry filed under: Yang jadi pikiran. Tags: .
53 Komentar Add your own
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed

1.
airyz | Februari 11, 2011 pada 1:19 am
sama chor. sy jg penikmat serial tv. tp bkn dr Indonesia. xixi
2.
umenumen | Februari 11, 2011 pada 1:21 am
@itikecil, @nonadita dan gue sendiri sudah bikin posting yang sama. Dan sekarang @cho_ro! Horeeeeee!!!! *posting ke grupnya, Chor!*
3.
choro | Februari 11, 2011 pada 1:21 am
siiaapp
)
4.
rianadhivira | Februari 11, 2011 pada 1:29 am
mau sinetronya jelek apa bagus tapi yang jelas nikita willy emang ayu ya!
hehe
salam kenaaal
, monggo mampir juga
5. nonadita » Absurditas di Putri yang Ditukar | Februari 11, 2011 pada 8:13 am
[...] Yang Putri yang Ditukar [...]
6.
Ipul Dg. Gassing | Februari 11, 2011 pada 9:48 am
huaa..saya juga salah satu orang muak sama sinetron2 di Indonesia..
muak banget malah..:D
7.
Chic | Februari 11, 2011 pada 9:55 am
ga pernah nonton tipi kakaaaaaak….
8.
umenumen | Februari 11, 2011 pada 10:58 am
Anjrit…gue dikira yang bikin tuh grup. Hahahhahaa…..kampring ah.
9.
choro | Februari 11, 2011 pada 10:59 am
ah umeeenn, ngaku aja kamuuuhh.. ngaku kamuh.. kamuh kan yang bikiiinnnn!
10.
nonadita | Februari 11, 2011 pada 11:21 am
Sungguh sy penasaran bgmn akhir ceritanya stlh semua hal unyu yg tersai sepanjang cerita
11.
satch | Februari 11, 2011 pada 11:23 am
eh, yang bikin grupnya saya lho…saya lho…
tolong kasih tau ke semua simpatisan pyd ya. suruh misuh2 di blog saya saja. saya lagi miskin trefik akhir2 ini gara2 jarang nulis
12.
choro | Februari 11, 2011 pada 11:25 am
@satch
makanya nulis tentang putri yang ditukar juga domz
13.
wiwikwae | Februari 11, 2011 pada 2:29 pm
jadi Fajar itu siapa?
Eh, ada tokoh bernama fajar ga sih?
14.
Erdien | Februari 11, 2011 pada 9:34 pm
Katanya sieh harus cinta produk dalam negeri. Tapi kalo produknya nggak jelas kualitasnya, gimana bisa dicintai. Ya kan?!
15.
itikkecil | Februari 11, 2011 pada 11:45 pm
yang mati-matian membela itu mungkin tak sadar kalau ternyata ada juga orang yang bisa muak dengan sinetron yang mereka cintai itu…
16.
zulhaq | Februari 12, 2011 pada 11:55 pm
gw gak pernah punya waktu segitu lama untuk nonton serial tv. apalagi hanya sekedar nonton putri yang ditukar.
gak sekalian semalam suntuk apa yah? *culik nikita willy*
17. nonadita » Jangan Tukar Isu Putri yang Ditukar | Februari 14, 2011 pada 12:58 am
[...] sudah sama mengerikannya dengan membela agama, mau jadi apa negara kita?”, demikian kekhawatiran Choro, blogger [...]
18. Gerakan Koin untuk Sinetron Putri Yang Ditukar - Opinion - hermansaksono | Februari 14, 2011 pada 2:03 am
[...] harus bermain di sinetron bodoh 3 jam sehari, 7 hari seminggu. Begitu kata adminnya. Tentu saja ini sarkas yang maksudnya menyindir. Akan tetapi saya tidak sendirian, sudah ada seribu lebih orang yang ikut [...]
19.
prisilia tnggowasito | Februari 24, 2011 pada 7:14 pm
bny plhan chaneel kan?????klu nda suka jng nonton…..
20. Masih Mau Nonton Sinetron? – Kapucino | Februari 14, 2011 pada 2:55 am
[...] Yang Putri Yang Ditukar [...]
21.
Amirah | Februari 14, 2011 pada 2:24 pm
gampang aja sih. kalau ngak suka jangan nonton.
22. Homo Sinetronosus « Banalitas.org | Februari 14, 2011 pada 3:47 pm
[...] +._cHoRo_.+: Yang Putri yang Ditukar [...]
23.
OmoRose | Februari 14, 2011 pada 10:18 pm
sukur gue bukan salah satu pecinta sinetron indonesia, yang kebanyakan ngajarin yang gak bener daripada yang mendidik
24.
warm | Februari 15, 2011 pada 7:22 am
tonton atau lupakan
beres,
bukan begitu ?
25. Ikutan Membahas Sinetron « Adhi Pras: My Website Is My ID | Februari 15, 2011 pada 7:50 am
[...] Yang Putri Yang Ditukar [...]
26.
ali | Februari 15, 2011 pada 6:08 pm
acara tv sekarang banyak yg ga mutunya daripada yang bermutu..
apalagi sinetron.
27.
goop | Februari 15, 2011 pada 10:11 pm
paragraf terakhir apik, Ro….
like it!
28.
Rusa | Februari 15, 2011 pada 11:07 pm
ahhh Rusa tak buar serial Rusa ahhhh
29.
etikush | Februari 16, 2011 pada 5:38 am
mungkin qta juga perlu lebih bijak dalam mengeluarkan pendapat…
karena walaubagaimanapun, saya gag pernah denger ada orang yang suka disebut jelek,
suka sinetron ataw engga, itu adalah tentang selera,
dan ketika selera seseorang disebut jelek,
maka orang tersebut akan sulit menahan diri,
dan akhirnya akan balik menyerang…
dan yang terjadi berikutnya adalah saling serang…
30.
sibair | Februari 16, 2011 pada 2:13 pm
Hihihii ini benar-benar bikin jam nonton tv saya di dominasi sama kakek nenek saya mas
31.
rime | Februari 16, 2011 pada 9:32 pm
mantap…..!
ga perlu lah ngomongin sinteron pake emosi, apalagi pake nyolot.
kecuali buat orang yang ga bisa nerima perbedaan, dan ga sanggup debat dengan kepala dingin, sehingga perlu mensenjatai dirinya dengan serangan-serangan emosi
32. Yang Bola Ditukar Putri Yang Liar « +._cHoRo_.+ | Februari 16, 2011 pada 10:16 pm
[...] baiklah, saya jayus sekali dengan judul diatas. Baiklah, sudah kurang lebih seminggu sejak saya menuliskan tentang Putri Yang Ditukar. Ya, dan bola asumsi semakin liar berputar di [...]
33. Gerakan Agar Sinetron Indonesia Harus Mendidik | Februari 17, 2011 pada 11:57 am
[...] Yang Putri Yang Ditukar – Choro [...]
34.
rieca | Februari 18, 2011 pada 10:52 am
orang yg tidak bisa menghargai kreasi orang berarti itu orang tidak bisa menghargai diri sndiri,…. kita semua itu tau klo indonesia bukan jagonya bikin sinetron bagus,… tp sya yakin hampir dsetiap rumah nonton yg namanya sinetron,…. klo klian bikin blog yg bisanya cuman ngritik,… ga jelas,… coba kritik dulu diri sendiri,… dan ada dsalah satu blog bilang orang yg noonton sinetron itu bodoh,… apa dia ga sadar bahwa mungkin dirumahnya sendiri banyak orang bodoh karena kita mengkritik orang terdekat kita,……..
35.
yodez | Februari 18, 2011 pada 2:25 pm
@rieca gue setuju banget dgn pendapat lho,mereka kira mereka bisa buat sebuah sinetron yang bagus jangan cuman bisa ngritik karya orang yang ngak jelas ! BUKTIIN DONK KLU LHO BISA BUAT KARYA YANG LEBIH BAGUS
36.
choro | Februari 18, 2011 pada 5:53 pm
Mengutip seorang teman :
Apakah mengkritik harus dibarengi dengan memberi contoh nyata? Kita tidak boleh mengkritik sinetron jelek jika kita belum pernah membuat sinetron?
Kalo begitu, berarti anda juga tidak boleh mengkritik pendapat saya jika anda tidak punya argumen yang kuat ataupun postingan yang lebih baik dari saya
btw, ini analogi anda yaaa
37.
kourtnie | Februari 20, 2011 pada 4:36 am
your good
38.
Jauhari | Februari 21, 2011 pada 8:20 pm
Sekejab datang Sekejap Pergi… Ketika Jadi Tren membumbung tinggi.. ketika tak berguna di caci maki… kasihan…. negeri ini
39.
kunderemp | Februari 22, 2011 pada 8:04 am
Sudahlah.. sampai kapan mencaci maki sinetron trus? Mendingan promosi acara alternatifnya.
Ayo.. nonton acara Sang Pendekar di Trans 7.
(maaf.. ini promosi biar penonton banyak dan bisa nuntut Trans 7 memajukan jam tayang)
40.
kunderemp | Februari 22, 2011 pada 8:10 am
Udah.. udah…
selama kalian caci, selama itu pula banyak orang yang penasaran dan nonton.
Mendingan promosikan acara alternatif.
Ayo.. tonton Sang Pendekar di Trans 7.
(penontonnya mesti banyak dulu biar bisa minta jam tayang dimajukan oleh Trans 7 neh)
41.
dini | Februari 22, 2011 pada 5:44 pm
hahaha
film indonesia kocak.. emang ngga masuk akal…
apalagi film hollywood pengen di stop apaan yg pengen di tonton?
jauh banget dah tekniknya
42.
isal | Februari 26, 2011 pada 9:55 pm
ini film kapan kelarnya sih, sumpah memuakkan, buang2 listrik buat acara sampah kayak gini… 3 jam gila aja… ngalahin BOX holliwod..
klo isi ceritanya bagus, kagak banget, kejadian ide tolol sutradara diulang2 terus, ga kreatif…
ga ada pilhan laen, kayaknya harus gw blokir saluran RCTI dirumah, mubazir mampus…
43.
ratna | Februari 27, 2011 pada 3:37 pm
ceritanya payah, ga ok. sinetron terjelek di dunia….
buruan ending aja deh…bikin bete.
ganti ma acara lain..!!!1
44.
hudz | Maret 3, 2011 pada 1:50 am
nah ini nih yang bikin ane jadi gak pernah liat OVJ ,.. Sialan tuh sinetron dah critanya gak jelas, 3 jam lagi ! Jen edan mendt seng gawe…
Kenapa sih kudu dituker, bikin ribet ajah. Gak sekalian ayam ketuker, mobil ketuker, bini ketuker… Hahaha
GAJEBO
45.
furumi | Maret 3, 2011 pada 8:01 pm
entah kenapa sinetron indonesia kebanyakan ngejiplak serial luar, putri yang ditukar apa betul ceritanya gak ngejiplak ya???
46.
pitjoenk | Maret 4, 2011 pada 9:45 pm
pyd..TERLALU di dramatisir..critanya ga masuk akal…kurang kreatif..di kmp citampele-CIANJUR..yg punya tv smpe nyiram tv nya saat nnton pyd..saking keselnya pa jlan crita nya yg ga msuk akal binti tahayul!
47.
naomi | Maret 7, 2011 pada 9:05 pm
awalnya suka sm pyd,tp tlalu diulur ulur..jd jenuh..tp emak gw msh demen aja..gmna dgn para ibu2 ente??
48.
Anne | Maret 8, 2011 pada 10:01 pm
SETUBUH!!!PYD CAP KEAT!!!MBULET BIN RUMET!!!KEAT…
49.
hamba allah | Maret 10, 2011 pada 1:13 pm
kapan sih putri yang ditukar tamat slx gue bosan nontonx ceritanya gitu 2x aja kalau gak hilang ingatan atau sakit .kemudian nikita nggak bahagia amat sih masa kecilx diganti dengan masa tua masa dipasangin ama orang yang sudah dewasa padahal nikita kan masih remaja .filmx ditamatin cepet dong. kemudian untuk panasonik awaerd masa film rcti semua yang masuk nominasi tidak masuk arti sahabat padahal retingnya kan tinggi apaantu safa dan marwah,kemilau cinta kamila sekalian aja namanya diganti jadi panasonic rcti award
50.
Hartomo Hadi | Mei 30, 2011 pada 1:19 am
Wah gue nonton dua episode terakhir ini bener2 ngakak ngeliat kelakuan Riski dalam mencintai Amira koq ada ya cowok seguoblog itu … kayaknya sutradaranya cewek ya? sampai mengidolakan cowok yang bener2 mencintai secara membabi buta … Tirta lebih OK dalam mencintai, kasihan Amira orang normal ditengah-tengah orang yang gak normal pola pikirnya … he he he
51.
Rio Sbastian | Juli 16, 2011 pada 12:58 pm
kurang kerjaan apa..nnton sinetron ampe 3 jam tuhhh..huuuu..
52.
ane | Agustus 17, 2011 pada 5:55 am
dari awal dh bisa ditebak ceritanya, tp knp kq ampe’ skrg g’ kelar2????? alurnya mbulet, itu2 ja….. lbh suka drama produksi luar negri…..
53.
yubi | Oktober 9, 2011 pada 7:32 pm
mnurut aku sinetron ini harus slalu tayang karna banyak orang2 yg pada sirik di situs ini. biarlah anjing menggong2.
maju trus PYD……