Ouch baiklah, saya jayus sekali dengan judul diatas. Anyway, sudah kurang lebih seminggu sejak saya menuliskan tentang Putri Yang Ditukar. Ya, dan bola asumsi semakin liar berputar di ranah media, terutama blogger. Fenomena blogger renta™ mendadak hidup lagi dan menuliskan opini mereka tentang sinetron ini.
Sila buka :
- Absurditas di Putri yang Ditukar – Nonadita
- Antara Mamah, Diriku dan Putri yang Ditukar – Umenumen
- Itikkecil dan Sinetron – Itikkecil
- Barang Yang Sudah Terlanjur Dibeli Tidak Dapat Ditukarkan – Joesatch
- Masygul – Aris
- Masih Mau Nonton Sinetron? – Leksa
- Belajar dari Nodame – Suprie
- Kualitas Buruk yang Terus Dipertahankan – Aankun
- Homo Sinetronosus – Pak Guru
- #41: Sinetron – Masova
- Ikutan Membahas Sinetron – Adhi Pras
- Sinetron Indonesia Miskin Cerita – Fudu
- Menalar (Polemik) Sinetron – Gentole
- Balada Argumentasi Sinetron yang Tertukar-tukar – Amed
- Putri yang Ditukar – Mamski
- Pilih Sinetron atau si Bolang? – Memethmeong
- Jangan Tukar Isu Putri Yang Ditukar – Nonadita
- Sinetron Harus Mendidik – Mimit
- Gerakan Koin untuk Sinetron Putri Yang DItukar – Momon
Saya menghela nafas berat, tak tahu harus ikut senang karena blog blog yang tadinya sekarat kembali bernafas, atau jadi ikut bosan karena mendadak ranah komentar menjadi ramai dengan debat yang, maaf, buat saya kurang penting.
Tapi, saya teringat dengan kata leksa :
Guna berdebat emang karena mencari solusi perbedaan kan?Kalo beropini sama tapi berdebat, itu baru useless
Banyak orang berkata, kalau memang muak, kenapa nggak ganti channel saja. Toh remote ada ditanganmu. Lha, bukannya sama aja saya bilang “kalo lu gak suka postingan gue, gak usah komen sekalian. Kalo elu gak suka fanpage Koin Yang Ditukar, gak usah like dan komen disana.” Tapi setiap orang bebas berkomentar toh. Justru di sini kan, asyiknya berdiskusi. Bukan dengan kembali pada pribadi masing masing atau menutup mata tak peduli dengan fenomena apapun itu.
Bola asumsi liar pertama yang terlempar ke ranah publik adalah, kami (iya kami, para pendukung berhentinya Putri Yang Ditukar) dianggap pecinta sinetron Cinta Fitri. Walaupun tidak sekalimat pun kami bilang Cinta Fitri itu bagus. Oh please, Cinta Fitri sudah tujuh musim, aneh kalo mau dihina sekarang, Cinta Fitri itu so laaaaaassstttt decade deh. Saya sih ngakak abis abisan ketika pertama kali dituduh fansnya Cinta Fitri.
Lalu asumsi berubah, kami (iya lagi lagi kami, yang livetweet tentang sinetron ini) dituduh dibayar PH yang bersangkutan untuk menaikkan rating sinetron tersebut. Err.. Reaksi pertama saya speechless, dan ngangguk ngangguk mbok iya ya, seharusnya kita dibayar, hahaha!
Awalnya sih, saya bisa ngakak dan geleng geleng, sampai tiba tiba, diskusi berubah jadi lebih “berat”. Lalu dituntutlah perubahan, bahwa sebaiknya kami yang cuma bisa protes ini membuat PH baru, membuat sinetron baru, gak cuma nulis, gak cuma bacot. Begitu katanya.
Saya tak setuju. Saya tidak menginginkan sinetron berhenti, toh saya tak pernah menonton sinetron. Serius, saya jarang menyetel televisi. Lebih baik berkutat dengan DVD atau download serial serial luar. Masalahnya, Sinetron memang menjual mimpi, sejak lama sekali jarang banget ada sinetron berbobot yang tahan lama di televisi. Dan penikmatnya pun banyak, baik dari kalangan berpendidikan ataupun kalangan… asisten rumah tangga. Buat saya ini masalah selera, tak akan saya protes. Dan saya tidak peduli juga toh.
Lalu kenapa saya tetap menulis ini? Kenapa harus Putri Yang Ditukar? Kenapa saya mendukung Putri Yang Ditukar dihentikan?
Karena durasi.
Serius.
Dulu, sinetron hanya tayang seminggu sekali. Lalu bertambah menjadi senin sampai jumat. Lalu bertambah jadi setiap hari. Lalu sekarang, tiga jam sehari setiap hari? Sudah gila apa?
Menurut saya, adalah wajar ketika kita sudah menemui titik jenuh. Lalu juga menurut saya, wajar ketika beberapa orang meminta tayangan seperti ini dihentikan. Apalagi jika ada penonton setia yang “dipaksa” membuang waktu tiga jam di depan televisi. Tidak mungkin tidak ada yang keteteran. Bullshit kalo kita minta kesadaran diri sendiri untuk mengembalikan pada pribadi masing masing dan menahan diri untuk tidak menonton ini. Harus ada awareness yang disebarkan bahwa menonton Putri Yang Ditukar hanyalah membuang waktu.
Dan disinilah gerakan blogger menulis saya anggap penting. Menyebarkan untuk anti sinetron berwaktu tidak masuk akal, menurunkan rating lalu berhenti. Dan kita semua bahagia. Hore! Seharusnya, orang orang lebih kritis ketika gerakan semacam ini muncul. Kenapa setelah ratusan episode baru Putri Yang Ditukar ini diprotes? Kenapa tidak sejak awal. Berarti, bukan sinetronnya yang bermasalah toh? Buat saya, durasinya yang ga masuk akal dan ga punya perasaan ini yang memang harus dihapuskan.
Seharusnya bola bola asumsi di luar sana dikendalikan. Fokus harusnya kembali pada tujuan kenapa Putri Yang Ditukar harus dihentikan. Ya, buat saya sinetron memang pembodohan, tapi saya pun tak kan bilang semua yang anti sinetron adalah orang orang pintar. Ataupun mereka yang nyinyir sambil livetweet Putri Yang Ditukar adalah orang orang yang tidak punya kehidupan selain sirik. (oh, please) Debat panas yang tak berguna pasti akan melebar menuju topik yang semakin melenceng dari awal gerakan ini ada. Dan seharusnya para blogger tidak terpancing untuk meributkan tetek bengek seperti ini.

Feb 16, 2011 @ 22:36:02
Kalau soal durasinya itu memang shungghuh therlhalhu… *omairamamstyle*
Feb 16, 2011 @ 23:49:31
jangkrik! sapa yang blogger renta?
saya baru 20 tahun lebih dikit
Feb 16, 2011 @ 23:56:16
Semua salah mansuuuuuppp =)))))
Feb 17, 2011 @ 00:06:17
Re… renta?? *uhuk-uhuk, ambil tongkat dan kacemate*
Eh, anyway, yang bertanya “kenapa baru sekarang?” itu mungkin belum tahu, atau mungkin lupa, kalau dulu juga, para blogger renta nan snob itu juga pernah mengkritisi sinetron dengan memanggilnya Setantron™
Tapi gaungnya memang belum sebesar sekarang…
Feb 17, 2011 @ 06:57:18
ada bagusnya ada nggaknya mbak… sebenernya bagus loh kalau kita bisa membangun atmosfer diskusi di dunia blog.
cuma saya menyayangkan, kenapa diskusinya mesti pake emosi segala.
lucu deh…. ini awal karir saya “terjerumus” dalam isu ini:
*sekalian curhat, hehehehe…*
ada yang menulis di blognya tentang kritik terhadap sinetron Putri yang Ditukar. Lalu ada pembelanya yang bete, yang ngata-ngatain bahwa blogger tersebut cuma bisa mengkritik dengan cara yang negatif (tapi dengan cara yang menurut saya lebih negatif, dan lebih ga banget). Lalu saya bilang bahwa yang intinya “Hello, kalau Anda bilang cara mengkritik si A itu buruk, Anda sekarang sedang melakukan hal yang sama.”
eh, terus orangnya marah-marah… kenapa mesti marah-marah coba? saya kan hanya memaparkan logika. saya agak ga abis pikir… padahal postingan yang saya komentari tersebut sangat terkesan terpelajar, tapi sayangnya yang nulis ga bisa nerima pendapat orang lain.
dari ribut2 sinetron ini kita bisa belajar juga tentang karakter2 orang. terima kasih, Putri yang Ditukar, hahahaha…!
Feb 17, 2011 @ 13:15:18
Wah, ini komentar Anda tendensius sekali. Model curhat Anda di blog orang lain mengingatkan saya dengan seorang blogger berinisial F beberapa waktu silam.
Tapi whatever lah.
Feb 17, 2011 @ 20:30:04
yeah, whatever juga….
Feb 17, 2011 @ 08:26:24
Aku bukan blogger renta™
Feb 17, 2011 @ 11:46:02
Awalnya saya senang karena blogosfir jadi kembali ramai; minimal dari kacamata saya.
Kemudian tersadar bahwa sudah mencurahkan tenaga dan pikiran untuk berdebat atas nama… opera sabun.
Yah ambil baiknya sajalah. Soal gontok-gontokannya sih gak usah kuatir. Bentar lagi juga lupa, seolah gak pernah ada.
Feb 17, 2011 @ 12:42:50
renta? saya?
saya tidak renta!
di satu sisi saya senang karena blog jadi rame lagi… di sisi lain saya sedih karena blogger jadi terbelah hanya karena sinetron
Feb 17, 2011 @ 14:32:54
Masalah renta itu semua salah MANSUP!!!!
)
aku ga ikutaaaannn *kabur dibalik mansup*
Feb 17, 2011 @ 16:20:47
O iyya! Saya melupakan bagian ini! Saya tidak terima sebutan ini!
Teman-teman renta™ sekalian, ayo kita somasi empu blog ini!
Feb 17, 2011 @ 16:25:04
WARNING!
Kepada para komentator selanjutnya.
Sekali lagi saja, saya menemukan komentar tentang kerenta™an kalian, saya tidak akan segan segan menendang komen tersebut ke dalam trash!
Terima kasih.
*pasang muka mas aris*
Feb 17, 2011 @ 17:37:10
Hus, itu contoh yang tidak terpuji dari saya. Jangan ditiru
Feb 17, 2011 @ 17:04:09
Saya seh senangnya sama blogger-blogger
renta™itu adalah kemampuan ‘sepakat untuk tidak sepakat’ mereka, saling berbeda pendapat tapi tidak saling membenci antar personal…Soal Nikitah Willyh ituh.. saya ndak kenal.. *mantengin Asmirandah* Hidup Kemilau Cinta Kamila!!!
Feb 17, 2011 @ 17:35:32
Oalah!
Iya, hedoop! \m/!
Makanya, sinetron “Putri yang Ditukar” durasi tayangnya di-3-jam-kan, biar bisa segera kelar, dan bisa digantikan dengan sinetron Kamila
Tapi… apa itu Asmirandah? Citra Kirana dongs
Feb 17, 2011 @ 17:39:17
Oh iyah, Citra Kirana juga.. Mukanya endonesa bangets… 8)
Feb 17, 2011 @ 18:31:23
*nggulundung*
Feb 17, 2011 @ 19:03:46
OOT: @ anonim (jaga nyawa)
Ooo, jadi yang komen kapan hari itu yang ngaku-ngaku bawa banyak w****a ke rumah saia itu, ente toh?
Feb 18, 2011 @ 03:13:06
Oh, blogger2 renta itu ngumpul lagi disini…
*berlalu*