Yang Pada Akhirnya

Pada akhirnya meninggalkan kamu adalah keputusan yang sangat tepat.

Aku tersenyum puas ketika tanpa sengaja mengintip masa lalu. Kamu tidak berubah. Kamu dan pikiran kekanakanmu yang akan terus membuatmu terjebak di zona nyamanmu.

Salah? Tentu tidak buatmu. Kamu adalah pengecut yang hanya akan bersembunyi di sana. Tanpa pengalaman mengasyikkan dan seru yang bisa kamu banggakan nanti. Kamu, dan kehidupan homogen mu.

Lalu aku, lihat aku sekarang, aku terbang menjauh, jauh dan punya banyak kesempatan yang bisa aku raih. Yang aku nyaris lewatkan karena menghabiskan waktuku denganku. Tidak, tidak terbuang percuma kok. Aku belajar dari kamu tentang rumah, tentang bersantai, tentang pulang. Sehingga aku pun, ketika keluar dan berpetualang, akan tetap pulang. Tapi aku bukan kamu yang akan menghabiskan waktumu membusuk di tempat yang sama. Di zona nyamanmu :)

Dan setelah sepuluh tahun nanti, ah tidak, terlalu jauh. Lima tahun lagi, atau mungkin tiga tahun lagi, kamu mungkin masih berada di sini, membusuk, tanpa cerita seru. Sedang aku? Aku jauh sekali pergi, dan jika suatu saat nanti kita bertemu lagi, aku akan bertanya sambil membayarimu, “hai, apa kabar kekeras kepalaanmu dulu? kamu sudah punya apa untuk diceritakan untuk anak cucu kamu nanti? seru? menyenangkan? atau malah membosankan seperti kamu yang aku kenal dulu?”

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 4,304 other followers

%d bloggers like this: