Yang Hampa
Januari 4, 2012 at 3:13 am 1 komentar
“Aku tak ingin tidur.”
“Eh, kenapa?”
“Entahlah, aku takut terbangun dengan rasa sakit di dada.”
“Asma?”
“Bukan, seperti ada lubang hitam di sana, lalu menghisap tenaga dan sisa sisa kebahagiaanku….
…Kamu tahu, aku lelah berpikir ‘bagaimana jika’, atau ‘seandainya saja’. Seperti memberikan persidangan imajiner dalam kepalaku, di mana terdakwa nya adalah diriku sendiri, penuntutnya pun diriku sendiri dan dihakimi oleh diriku sendiri. Mungkin ini yang namanya hampa.
…Sudahlah, aku tak ingin bicara, peluk aku.”
“Kamu masih ingat kan, apa yang kuajarkan padamu tentang kota ini?”
“Ya, karena aku dari kampung dan ibukota ini jahat, aku tak boleh mempercayai semua orang.”
“Kamu tahukan, aku termasuk dalam ‘semua orang’ itu?”
“Tahu, paham malah. Tapi aku tidak peduli, aku sedang tak ingin peduli. Peluk aku.”
Entry filed under: Yang cerita. Tags: .
1 Komentar Add your own
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed

1.
wahyu asyari m | Januari 4, 2012 pada 10:30 am
oke *peluk*