Yang Nenek Gayung

Nenek gayung diangkat dari kisah nyata yang (katanya) booming di akhir 2011 kemarin, yang saya yakin pasti kerjaan tim promosi Movie Eight sebagai bentuk pesan viral (yang saya anggap gagal). Apakah mitos dan legenda Nenek Gayung terkenal? Tentu saja tidak. Apalagi dengan promosi di forum terbesar Indonesia yang hanya jadi ajang nambahin angka postingan tanpa dibaca kemudian tenggelam. *evil laugh*

Nenek Gayung dibuka dengan penjelasan siapa nenek gayung ini sebetulnya, seorang nenek tukang mandiin jenazah yang meningga, kemudian tidak sempat dimandikan karena suaminya juga menyusul sebelum sempat menyentuh gayung. Lalu kemudian nenek ini gentayangan dan berubah wujud menjadi mbak-mbak-berdada-tumpah-yang-berpakaian-mini-berbelahan-rendah-dan-bersuara-datar (Nikita Mirzani) berdiri di pinggir jembatan untuk mencari mangsa. Yang saya bingung, dia dendam apa sih sampe segitunya? Setelah mendapatkan mangsa, dia memandikan dan membuatnya mati seketika dengan muntah darah. I wonder what kind of poison she put in the water, ay. Ketidak-konsistenan muncul pada cerita mangsa ke dua, di mana ceritanya berubah bahwa siapapun yang bertemu dengan nenek gayung, akan mati seminggu kemudian, dengan banyak luka membusuk.

Cerita berpindah ke tokoh utama kita, Duta (Zaky Zimah) bersama Joe Richard dan Yadi Sembako (saya lupa siapa nama karakternya) yang memiliki usaha burger KONtan enAK (and no, I don’t want to imagine it tastes). Duta ceritanya adalah pria baik dan naif yang menolong nenek gayung (tanpa tahu bahwa nenek itu hantu) yang pada hari bersamaan diputuskan oleh pacarnya yang.. luar biasa.. besar… Nenek gayung kemudian berubah menjadi mbak-mbak-berdada-tumpah-yang-berpakaian-mini-berbelahan-rendah-dan-bersuara-datar dan mendekati Duta menjadi.. pacarnya.

dan cerita bergulir sebagaimana pakem cerita komedi garing dengan bumbu horor. (eh, apa harusnya kebalik ya?)

Ada banyak nama-nama terkenal yang numpang lewat berseliweran, namun kualitas yang dicampur adukkan di dalam film ini sama sekali tidak membantu apapun baik dari segi plot, kengerian ataupun komedi Nenek Gayung. Terutama ketika tokoh ibu Duta (Yurike Prastika) muncul dan malah “mengganggu” dengan akting hebohnya. Mungkin sebagian dari anda merasa terhibur dengan ocehan dia, tapi percayalah beberapa menit mendengar adegan saling teriak heboh hanya membuat telinga sakit. Bahkan ketika saya akhirnya memutuskan untuk menutup telinga sampai akhir film, saya masih bisa mendengar teriakan mereka. Capek.

Nikita Mirzani sendiri juga mengganggu membuat saya susah fokus dengan cerita. Ehm, maksud saya, karena dada Nikita Mirzani. Saya juga saking isengnya menghitung berapa kali dia berkedip dalam satu adegan, tapi tampaknya saking menikmati perannya menjadi hantu bersuara datar, mbak Nikita lupa caranya berkedip. It’s so scary, bro.

Film ini ditutup dengan cuplikan hantu Kakek Cangkul, suami Nenek Gayung, yang menjadi sequel dan tayang bulan depan.

Movie Eight begitu antusias mempromosikan nenek gayung hingga (ridiculously) menyebutkan bahwa pemutaran nenek gayung dihadiri banyak penonton hingga hampir full di semua bioskop di hari pertama tayangnya. If they mean 10% tiket terjual sama dengan hampir fullthen I won’t arguing them. Hanya satu hal yang saya mampu yakin dan pastikan, Movie Eight bukan ingin mempromosikan kisah urband legend (wannabe) yang menyeramkan, tapi merupakan konspirasi terselubung promosi lagu Iwak Peyek nya Trio Macan. Waspadalah! Waspadalah!

About these ads

12 thoughts on “Yang Nenek Gayung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s