Posts filed under 'Yang cerita'
Yang Hyakumonogatari
Hyakumonogatari (Hyaku = 100 Monogatari =cerita) adalah permainan yang biasanya dilakukan saat musim panas. Para penggemar anime/manga pasti sering melihat adegan ini (misalnya xxxHolic, Lucky Star, School Rumble, etc). Biasanya, dilakukan oleh para pelajar smp atau sma, mereka berkumpul dan menyiapkan lilin sebanyak seratus buah. Lalu duduk melingkar dan lilin dinyalakan ditengah lingkaran. Tentu saja ruangan tempat melakukannya harus gelap total, tanpa penerangan lain selain lilin itu. Lalu, satu persatu mereka menceritakan cerita (biasanya Kaidan atau cerita hantu, Mitologi Jepang dan Cerita Rakyat Jepang). Setelah satu cerita selesai, maka lilin ditiup. Gosipnya, ketika lilin ke seratus ditiup.. di tengah tengah itu akan muncul hantu. Hiiiiyyy *mendadak merinding*
Tapi tentu saja, ritual ini bukan ritual modern. Jepang sangat dikenal dengan cara mereka menjaga kebudayaanya, begitu juga Hyakumonogatari. Sekitar abad 17 (detail, setelah tahun 1666). Ritual Hyakumonogatari saat itu dilakukan hanya saat bulan baru, lalu siapkan 3 ruangan berbentuk L (jika dilihat dari atas). Semua kamar harus gelap, lalu dikamar ketiga, siapkan andon (lentera yang di buat dari kayu dan kertas, lihat gambar kiri), dan sebuah cermin diatas meja. Kertas yang digunakan untuk membuat andon harus bewarna biru. Begitu juga pakaian yang digunakan peserta hyakumonogatari, harus biru. Alasannya kenapa, ya saya juga belum tahu
Lalu semua peserta dilarang membawa senjata ataupun “barang berbahaya” kedalam ruangan. Namun katanya, ada juga yang tetap menaruh semacam samurai hiasan untuk melindungi dari kedatangan setan.
Setelah selesai menceritakan sesuatu, si pencerita harus berjalan dari ruangan pertama ke ruangan ke tiga, dalam gelap (ini lah gunanya ruangan ke dua) lalu mengambil sebuah andon, dan melihat dirinya di cemin *alahmakkk.. keder gak siiiihh* lalu kembali ke ruangan pertama lagi. Peserta lainnya boleh melanjutkan cerita tanpa harus menunggu pencerita sebelumnya kembali ke ruangan pertama. Pada saat itu, cerita yang di ceritakan tidak hanya melulu tentang setan dan monster, tapi juga boleh tentang kutukan ataupun enigma. Lalu setelah seratus cerita dibacakan, akan muncul “sesuatu”.
Akan tetapi, pada kenyataannya, saat melakukan ritual tersebut, mereka selalu berhenti di cerita ke 99. Lalu menunggu siang. Ini dikarenakan tujuan ritual ini adalah mengetes keberanian seseorang, dan juga untuk menghindari kemungkinan spiritual yang tidak diinginkan. Menurut sejarah, ketika cerita ke seratus selesai di ceritakan, akan muncul sosok bernama Aoandon. Aoandon adalah hantu wanita berambut panjang dan bertanduk, menggunakan kimono putih dan bergigi hitam. Namun aturan ini sudah tidak dipakai lagi di jaman modern, karena merepotkan.
Anda ingin mencoba melakukannya tapi kurang tahu cerita hantu jepang atau mungkin cerita hantu lainnya? SayaInUnderworld mungkin bisa membantu, karena blog tersebut menceritakan banyak cerita hantu yang cukup bikin merinding disko.
terinspirasi dari seekJapan.
9 comments November 7, 2009
Yang Ushi No Koku Mairi
Kalian tau “Ushi no kaku mairi” ngga? 丑の刻参り adalah ritual mengutuk orang selama 7 hari yang sangat terkenal di jepang saat tahun 800an (tahun edo cmiiw). Semacam vodoo asal jepang lah.
Menjalani ritual ini gampang gampang susah, banyak syarat yang harus dilakukan untuk mensukseskan ritual ini. Pertama, baju, anda diharuskan menggunakan kain yang mirip yukata bewarna putih, lalu menggunakan trivet (trivet itu apa ya di bahasa indonesia?) secara kebalik di kepala, lalu dipasangi lilin 2-3 buah. Dan anda di haruskan memakai geta (bakiak) yang dengan satu gigi (?) (tapi saya masih belum menemukan link dengan aturan baku masalah geta ini)
Kedua adalah boneka voodoo, menggunakan wara ningyo (boneka jerami) yang anda bentuk semirip target, atau bisa juga di sisipi sehelai rambut, darah atau foto (tapi jaman dulu kan ga ada foto ya, mungkin ini untuk ritual modernnya kali ya) target. Juga membutuhkan palu dan gosunkugi (paku sepanjang 15,15 cm)
Ketiga, kuil, ritual ini ndak bisa sembarangan digunakan di mana pun, ada beberapa kuil yang digunakan sebagai ritual kutukan ini, tapi yang terkenal adalah kuil kifune (atau kibune) di kyoto, di bawah gunung kifune, yang masih dikelilingi hutan, kalo anda iseng kesana, jalan jalan lah ke agak dalam hutan, pasti banyak pohon dengan lubang di batangnya karena bekas paku, bahkan katanya masih ada bekas paku yang baru, yang artinya ritual ini belum punah.
Biasanya, boneka jerami di palu di batang pohon keramat di kuil kifune atau di gerbang kuil.
Keempat, waktu, Ushi no koku mairi dilakukan diantara waktu ushi (waktu kerbau) dan waktu tora (waktu macan) (cmiiw). Sekitar pukul 1 sampai 3 dinihari. Banyak yang bilang dilakukan paling bagus adalah saat pukul 1. Tapi banyak juga yang bilang saat pukul 2. Lalu anda harus melakukan ritual ini selama 3-7 hari berturut turut tanpa diketahui orang lain.
Ada yang bilang, wara ningyo (si boneka jerami) sebaiknya memandang timur laut, karena menurut ilmu yin yang, timur laut dipercaya sebagai arah setan datang. Saat memaku wara ningyo, anda diharuskan berdoa pada kami sama (atau Tuhan, ntah Tuhan yang mana) untuk mengutuk si target. Gosipnya, jika anda berhasil melakukan ritual ini, target akan mati dengan sadis
Tapi ritual ini ndak hanya untuk mengutuk saja. Jika kita mengikatkan tali pendek di wara ningyo, target akan jatuh cinta pada kita secara instan. Lalu jika boneka diikat pada pohon dan dipaku tepat di dada, juga dianggap sebagai ritual mengusir penyakit atau mencegah Oni (setan).
Di jepang sendiri, ritual ini dianggap ilegal, dan jika anda ketangkap basah melakukannya, anda bisa di penjara karenanya (walaupun saya belum tahu sebesar apa sanksinya)
Dan tahukah anda tentang sejarah ritual ini?
Dulu sekali, ada seorang wanita muda yang cantik, namun suaminya menselingkuhi dirinya, dia yang marah lalu melaksanakan ritual ini selama 7 hari untuk mengutuk suaminya di kuil kifune kyoto. Memang suaminya mati dengan menderita, namun pada akhir cerita, di hari ketujuh, wanita tersebut berubah menjadi oni, setan itu sendiri, yang termakan kutukannya.
Mau iseng melakukan ritual ini di kyoto?
5 comments Oktober 28, 2009
Yang muda
Add comment Agustus 10, 2009
Yang Berubah
Bermain di social network ibarat menyapu memori. Kadang kita ga tau kita bisa menemukan apa. Ada banyak cerita hal hal mengejutkan yang banyak orang temui di social networking. Saya, hanya bagian dari cerita klise, melihat perubahan.
Ibarat bunglon mencari warna, ketika abege saya juga mencari jati diri dengan mengenal orang orang sisi kiri, kanan, atas, bawah, tenggara, barat daya, barat laut, dan timur laut. Eh, sekarang juga masih abege ding ya
tapi seperti para abege lainnya, keseringan ada barang baru, barang lama saya lupakan. Tapi di sini, di dalam social networking world, saya bisa mengais memorti saya, melihat.. perubahan..
Mungkin mereka yang berubah, mungkin saya yang berubah. Tapi pada akhirnya, saya menyadari, kami merenggang…
Saya teringat, dulu untuk bergabung pada sebuah kelompok, saya mati matian sedikit berubah untuk menyesuaikan diri. Tapi setelah sekian lama bersama, saya lompat ke kelompok lain dan berubah lagi. Bunglon, tidak punya pendirian atau memang mencari kesempatan memperluas koneksi. Kata teman saya, perubahan adalah proses pendewasaan. Dan setiap manusia pasti akan mengalam fase fasenya tersendiri, fase religius, fase atheis, fase anti cinta, fase pemuja kahlil gilbran, fase mendewasakan atau fase kekanakan.
Tapi setelah saya lelah melompat, saya tersadar, tak ada rumah di belakang sana, tak ada tempat pulang, tak ada yang menunggu saya di sana. Siapa saya? Artis? Kok berharap banyak di puja. Hanya saja, ketika saya ingin kembali bersama mereka, rasa nyaman yang dulunya sudah saya bangun hilang.
Saya ketar ketir berubah, mencari rasa nyaman yang lain. Tapi saya lupa, semua hal akan berubah secara konstan. Mungkin saya berubah. Mungkin mereka yang berubah. Sedang saya bingung akan berubah ke arah mana, mereka telah meninggalkan saya. Mungkin mereka yang datang dan pergi, atau mungkin saya yang datang dan pergi begitu saja.
“jadilah dirimu sendiri!”
ini bukan masalah apakah saya akan menjadi diri saya sendiri atau bukan. Ini adalah masalah saya.. saya.. saya kesepian. Dan saya tahu, butuh kerja keras untuk mengusir sepi, bukan hanya dengan menjadi diri saya sendiri, tapi juga menyesuaikan bersama orang lain. Karena, hidup tidak hanya tentang diri kita sendiri kan? Karena ketika kita bertengkar dengan seseorang kita ga pernah mendengar orang lain berteriak “kamu si ga jadi dirimu sendiri!” tapi seringkali mendengar “kamu si ga ngertiin aku!”
Lalu. kemana saya akan berubah?
2 comments Agustus 6, 2009
Yang Undead part 5 – Payung
Malam itu hujan. Hanya itu yang kuingat. Kepalaku sakit, seperti dipukuli palu. Aku mengerjap kan mata berusaha mengembalikan kesadaranku. Tiba tiba aku merasa nyeri di lengan atasku. Aku berusaha menggerakkannya tapi seperti tertahan. Lalu, kurasakan ada belaian rambut di lenganku itu.
“Pagi..” ada sebuah bisikan lembut di bawah leherku. Dengusan nafas berat menampar kesadaranku. Aku segera melompat dan terjatuh dari kasur. “HEI!” dia menahan jemariku, “kamu nggak papa? ngapain pake kaget gitu sih?”
Aku menatap nya, ada seorang.. perem.. eh.. laki laki? ehh…??? Aku menatap bingung, ada seorang berambut panjang, wajahnya cantik tapi.. dadanya rata? Tapi, suaranya halus sekali?
“apa pun yang kamu pikirkan, aku bukan keduanya!” dia tersenyum, bangkit lalu memasang kaos putih sedikit longgar. Aku memandanginya lama, punggungnya cantik seakali, tegak, lurus, lekukan pinggangnya membuatku menahan nafas seakan Tuhan menciptakan lekukan pinggang paling sempurna sepanjang sejarah manusia. Aku ingin mengabadikannya.
“Gak baik bengong, kesambet entar. hihi”
“Kamu siapa?”
“Hihi, secepat itu ya kamu melupakanku. Sana mandi dulu, segarkan kepalamu dari efek aspirin yang kamu tenggak berlebihan semalam.”
Aku menurut, mengambil handuk dan mandi. Dari dalam kamar mandi, aku mendengar dia bersenandung sambil menggoreng sesuatu. Lagu itu.. rasanya aku pernah mendengaranya. Tapi entah dimana.
“I never know
The umbrella that was too small for the both of us
The umbrella that shielded us from the cold world
Now seems much to big and awkward”
“Omelet omelet, kesukaanmu kan?” Sambutnya ketika aku keluar dari kamar mandi.
“Kamu..” aku ingin bertanya, tapi dia memotong “aku kan menjawab ketika kamu makan”
Lagi lagi aku menurut. Kekuatan apa yang dia miliki hingga aku menurut? atau efek aspirin yang membuatku malas membantahnya?
“Aku tahu kamu bingung, aku ini ya kamu. Aku, kamu, hime, hanya bagian dari pemilik tubuh ini.”
“Huh, ku pikir anak ini hanya punya 2 kepribadian”
“Well, aku menjawab 2 pertanyaanmu kan. Siapa aku dan kenapa aku bisa masuk ke sini” katanya tersenyum.
“Aku cuma ingin memberikan payung ini.” lanjutnya sambil menunjuk sebuah payung berukuran sedang berwarna hitam di pojok pintu. “Tapi semalam kamu tidur karena aspirin. Ya sudah berhubung tanggung, sekalian saja aku numpang tidur di sebelahmu. Karena tugasku selesai, aku mau pergi setelah ini.”
“Tugas? Tugas dari?”
“Ah, anggap saja dari langit, hihi. Tadi malam sudah mulai turun hujan” lalu tiba tiba dia menhilang. Aku berdiri mendekati payung itu lalu membukanya. Sontak lagu tadi terngiang di kepalaku, dalam versi yang lebih lengkap.
“The sound of the clock in an empty room
The sound of the rain hitting the roof and my lips
The ring inside the coat I haven’t worn in a while
The gathering memory
The city I haven’t seen in a few days
The gathered rain are like little mirrors
Within them I struggle because it hurts
Without you I’m like a chair with a short leg
I never know
The umbrella that was too small for the both of us
The umbrella that shielded us from the cold world
Now seems much to big and awkward.
Now all thats next to me is the rain and wind
not a person that will hold my umbrella for a while
and I cry
You are the umbrella above my head
The cold rain falling above my shoulders in night
You next to me has become a habit
I cant be without you
alone in the rain
Because you are not next to me
I waited outside with an umbrella
outside your house
I cry
The ground has gathered the tears of the sky
I can see the moon behind the star blocking clouds
The sound of lonely shoes echo down the alley
I turn around
Its just heart wrenching night
A shadow that looks just like me
The us that couldn’t see us
Are we two now?
The answer is lonely
The picture in my mind and my response is vague
The umbrella that was too big in my eyes
The umbrella I close facing the world that made me cry
The umbrella that I opened with the promise of forever
Under the now ripped umbrella are two hearts
I guess even though I turn you wont be there
I put my two hands deep inside my pockets
Even though I walk carefree
My two cheeks will easily become wet
Suddenly the rain has gathered at my feet
The tears that I held in are welling around my eyes
I cry
You’re the umbrella above my head
You are my shadow, I am your shade
You’re the umbrella above my head
I opened the door of my heart
you’re the umbrella above my head
You are my shadow, I am your shade
You’re the umbrella above my head”
Ah.. mungkin sudah saatnya, aku membutuhkan payung yang lain..
Add comment Juli 29, 2009


