Posts filed under ‘Yang fesyen fesyen’
Yang BB Cream
Sekitaran pertengahan 2010 saya dikenalkan kantor sama BB Cream, sebuah product kecantikan yang ternyata sudah popular sekitar akhir tahun 2007, namun produk tersebut masih sukar dicari di Indonesia. Hingga sekitar dua bulan lalu, saya melihat Maybelline, sebuah brand kosmetik, meluncurkan produk BB Cream mereka.
BB Cream, atau Blemish Balm Cream, adalah sejenis foundation ringan atau tint moisturizer yang berfungsi melembabkan dan juga menyamakan warna kulit. Awalnya, BB Cream digunakan oleh para dermatologis sebagai soothing treatment balm pada pasien yang menjalani perawatan kulit dengan laser, karena mampu melindungi dan membantu regenerasi kulit. Tak lama, para artis korea menggunakan krim ini dan menjadikan BB Cream popular. Dan sejak saat itu, para ahli kecantikan korea mengembakan BB Cream dan menjadikannya lebih cocok untuk kulit Asia.
BB Cream juga mampu menutupi flek hitam, bekas jerawat dan warna kulit yang tidak rata dengan alami, juga memiliki oil control yang baik tanpa mengganggu kelembaban kulit. Walaupun berfungsi sebagai make up base, BB Cream punya fungsi jangka panjang untuk menghaluskan kulit dan menghilangkan bekas jerawat. Jangka panjang di sini betul betul lamaaa, bukan instan menghilangkan, ya!
Karena setingkat di bawah foundation, BB Cream ini tidak setahan lama foundation, namun lebih ringan dan nyaman dipakai kemana mana. Selain sebagai make up base, ada beberapa BB Cream yang menyediakan fungsi lain, ada yang 4in1, 8in1, 6in1, silahkan perhatikan kotak sebelum membeli. Ada yang menyertakan fungsi anti-aging, whitening properties, acne cream, sun care, wrinkle repair, etc etc. Dan punya kandungan SPF yang berbeda.
Penggunaan BB Cream biasanya setelah skincare, pakai dulu moisturizer atau sunblock, baru BB Cream, tapi langsung dipakai ke wajah pun nggak masalah. Hanya, BB Cream bukan produk skincare jadi jangan di gunakan sebagai pelembab *misal, dipakai sebelum tidur*. Biasanya, setelah memakai BB Cream, tidak menggunakan foundation lagi karena fungsinya mirip.
Pada tahun 2007, Etude adalah merk pertama yang mengenalkan BB Cream di Indonesia dengan harga 240 ribu dengan ukuran 60ml. Lalu Missha Perfect Cover dengan harga 245 ribu ukuran 30ml, sedang yang 20ml 200rb. Nah jika memang agak kesulitan dengan beli di counter (karena harganya jadi jauh lebih mahal daripada aslinya), bisa membeli via online. Ada beberapa brand yang saya sarankan, seperti SkinFood yang memang terkenal bagus. A’pieau fresh, BRTC (kalau nggak salah 300-400ribuan untuk ukuran 50ml), Skin79, Hanskin, Mamonde, Isa Knox. Kebanyakan memang merk korea.
Kalo takut mencoba, beli yang ukuran mini atau sample aja, harga lebih murah dan bisa cari mana yang cocok untuk kulit. Selamat mencoba
Yang panjang panjang

Kuku panjang? Hmm...
Haduh kalau baca yang panjang panjang kok bawaannya cabul ya? Huahahha.. Ndak ndak, saya ini kan cewe baik hati dan tidak sombong rajin menabung dan taat pada suami nda akan membicarakan hal-hal cabul. Yang mau di omongin itu kuku. Iya kuku, yang ada di jari, yang warnanya putih, yang kalo panjang asik buat garuk” kalo pendek asik buat ngupil.
Jadi begini, hari ini sewaktu kuliah Mathematics For Business, sambil nyatet angka” yang nda karuwan bentuknya dari si dosen, temen saya merhatiin tangan saya yang nda berhenti ketuk” meja kalo lagi nulis (whoa, merasa hebat juga saya bisa multi task yang nda berguna seperti itu). Perlu saya akui, kuku saya itu panjang”. Bahkan lebih panjang dari yang di gambar (maklum, gambar nyolong
) Nah temen saya bertanya “emang enak chor punya kuku panjang?” Saya mikir mikir buat jawab…
Yang tinggi tinggi..

Sepatu yang tuinggi...
Jadi, gara”nya baca okezeone, berita tentang selamat tinggal sepatu high heels langsung kepikiran,,flat shoes itu sebetulnya lebih bagus daripada high heels, tapi kenapa para wanita ituh suka sekali memakai sepatu setinggi pohon pinang, mana ujungnya lancip” pula. Nda takut patah di jalan apa, ya ampyun.. Berhubung saya pake motor, serem pisan kalo mo rem mendadak, kalo haknya patah di jalan gimana? Tapi kok banyak pisan wanita ahli membawa motor dengan high heels di jogja ini,, duh jadi ngarep..
Betewe, saya setuju kalo sebaiknya mode high heels itu tenggelam, malah sebaiknya di tiadakan, di hapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan keadilan ke kaki-an.
Buktinya lihat aja gambar ini. Gambar dari The Washington Post ini menerangkan betapa bahayanya menggunakan high heels daripada flat. Lagian nda cuma disitu aja, di sini dan di sana juga mengatakan dilemma nya high heels dengan kesehatan. Masalahnya, terlalu banyak perempuan yang menganggap high heels itu sexy, semakin tinggi dan semakin lancip maka semakin seksi
pernah saya baca di Yahoo! Answer, ketika fashion vs comfortable, maka fashion lah yang di dahulukan, karena looks sexier, cuter, hotter, muter-muter *lho?*
Saya pribadi menurut kenyamanan lebih prefer sepatu kets, kalo mau kelihatan tinggi pake wedges,, lhoo wedges kan high heels chor,, ah ndaaa, wedges itu berbeda kok dari high heels *mencari pembenaran*, Saya punya 1 sandal high heels, ±10 cm gitu de, baru di pake melangkah langsung cenat cenut, ini karena semua berat dan gravitasi badan akan menumpu di jempol. Beda dengan wedges yang solnya tebal, sehingga keseimbangan jadi lebih terjaga, dan berat ga akan menumpu di jempol aja, jadi cidera jempol ga akan sebesar menggunakan stiletto
Tapi sayangnya, mo nyari” di mall, pasar, bahkan jalan mataram yang pusat sepatu di jogja ituh, nyari wedges itu susahnya amid”. Dulu sempet booming juga karena Centro ngadain wedges wonderland, tapi ya setelah itu nda ada lagi kabarnya. Karena wedges nda seksi yah?
Padahal menurut saya, high heels itu cuma fashion bait, nda ada sehat”nya, nda bagus malah, nda bermaksud nyinggung situ situ yang suka pake sepatu tinggi tinggi ituh, tapi sungguh, sebaiknya mulai sekarang cintai lah sepatu flat yang katanya mau trend bulan depan. Atau pakailah wedges
yang kalo kata orang australia di yahoo answer tadi
Wedges are more practical and not so mainstream.
+._cHoRo_.+

Yang mites terakhir :