Posts filed under 'Yang pelem pelem'
Yang School Days

Berawal dari MJ yang misuh misuh bahwa ending School Days (saat itu manga) jelek, saya segera mengkopi manga yang cuma 2 volume ini. Manga 12 chapter yang sangat moe dan full drama ini ber ending cukup.. err… mengejutkan
Anyway, berhubung saya excited sekali dengan anime/manga ini, beware dibawah ini yang saya ceritakan akan sangat amat penuh dengan spoiler!
7 comments Oktober 23, 2009
Yang Rose Red
Siapa yang udah nonton Rose Red? Rose Red adalah mini series yang ditulis oleh bapak horor Stephen King.
Diputar awal tahun 2002 di ABC. Miniseries berdurasi 254 menit (4 jam 14 menit) ini menceritakan sebuah rumah (atau mansion?) “Rose Red” yang dibangun oleh John Rimbauer untuk istrinya Ellen Rimbauer. Sayangnya rumah ini dikutuk karena menggunakan tanah Indian (cmiiw) lalu mulailah satu per satu pekerja konstruksi nya meninggal dengan cara yang tidak wajar, bahkan teman kerja, saudara dan John Rimbauer sendiri meninggal di rumah itu. Sampai puncaknya Ellen Rimbauer sendiri menghilang pada tahun 1950. Sampai tahun 1970an (cmiiw) di catat 26 orang meninggal “dimakan” rumah ini. Setelah itu, tidak lagi terdengar adanya gejala psikis dari Rose Red.
Dr. Joyce Reardon adalah seorang dosen Fenomena Psikis di Universitas Beaumont yang terobsesi dengan Rose Red. Dengan biaya kampus yang cukup besar, dia mengundang 6 orang cenayang (atau orang orang yang punya kekuatan psikis lainnya) untuk berekspedisi “membangunkan” Rose Red. Karena bagi Dr Joyce, Rose Red adalah “Sel mati”. Bagi Dr Joyce, ekspedisi ini berbuah seperti apa yang dia inginkan, tapi butuh banyak tumbal untuk itu.
Sudah nonton? Kalo belum, saya cuma ngerekomendasiin 3 jam pertama film ini aja *giggling* Openingnya bagus, kekuatan karakternya begitu di awal dapet semua, penceritaan bagaimana Rose Red memakan penghuninya juga bikin merinding. Sekitar 2 jam pertama nonton ini, saya cuma bisa gigit bantal sambil teriak “keparat kau yang merekomendasikan film ini!” lalu ga bisa tidur dengan lampu mati. Gyaaaaaaaaaaaaa… kalo inget, merinding lagi. Berbeda dengan setan indo yang banyak “penampakan”, setan barat lebih banyak ke arah “peringatan” dengan pintu yang membanting banting sendiri atau lampu mendadak mati atau pintu lemari yang terbuka sendiri yang tentu saja (buat saya) efeknya membuat saya merinding disko. Tapi begitu sejam terakhir atau ketika salah satu dari 6 orang peneliti tersebut mulai “dibunuh” ceritanya mendadak blunder.
apa lagi endingnya bikin sebel dan malah nggak mengerikan. Minta di tabok itu sutradaranya, apa gara gara filmnya 4 jam trus pemainnya jadi lupa karakternya ya?
“Houses… are alive. This is something we know. News from our nerve endings. If we’re quiet, if we listen, we can hear houses breath. Sometimes, in the depth of the night, you can even hear them groan. It’s as if they were having bad dreams. A good house cradles and comforts, a basd one fills us with instinctive unease. Bad houses hate our warmth and our human-ness. That blind hate of our humanity is what we mean when we use the word ‘haunted’.” (Ellen Rimbauer)
7 comments September 14, 2009
Yang G.I Joe: The Rise of Cobra
Jika kalian tidak tahu siapa G.I Joe, maka saya yakin kalian pasti anak muda jaman sekarang yang masih kinyis kinyis. Pertama kali denger kata G.I Joe saya jadi teringat sebuah film Demi Moore, G.I Jane, sayangnya 2 film ini ndak ada hubungannya. G.I Joe dan G.I Jane aslinya adalah sebutan bagi tentara USA (Government Issue), Joe untuk tentar pria dan Jane untuk tentara wanita. Tapi dalam film ini, G.I Joe yang dimaksud adalah sebuah action figure yang di buat tahun 60an yang lalu di buat komiknya oleh Marvel dari tahun 1982, selain komik dan action figure, G.I Joe juga muncul kartunnya pada tahun 1985 dengan judul G.I Joe: A Real American Hero. Di indonesia, G.I Joe pernah muncul di RCTI. Wah, saya kelihatan tahu banget tentang G.I Joe ya? Padahal cuma nyontek wiki nya
Rise of Cobra adalah film live action pertama G.I Joe yang menceritakan munculnya musuh bebuyutannya “Cobra”. Bisa di bilang G.I Joe adalah saingan film Transformer 2 karena sama sama mengedepankan efek CG yang maksimal. Tapi setelah nonton, bisa di bilang “wuih, transpormer mah ga ada apa apanya”. Berbeda dengan transformer 2 yang lack of story, G.I Joe mengedepankan karakter yang kuat, plot yang cepat tapi masih bercerita. Nggak di pungkiri masih banyak plot hole di sana sini dan jumping scene yang ga jelas (dan ga penting) tapi sama sekali nggak merusak kenikmatan film ini.
G.I Joe juga termasuk “boyish thing” sama seperti Transformer, pure action dan seru! Bedanya, Action di transformer masih “nanggung”, sedang bisa dibilang action di G.I Joe sangat konstan dan membuat penontonnya menahan nafas. “Hanjrit, seru mamennnn!! Eke ga bisa napas, duhhh seru! eke deg degan!” Battle di sana sini, perusakan motor, mobil, gedung bahkan battle yang di tawarkan film ini ada di mana mana, di udara, di darat, bahkan di dalam lautan kutub. Hahay. Ibarat kembali menjadi anak kecil yang baru di beliin tokoh pahlawan, kalo nggak lagi kencan dan lagi sama temen temen saya yang heboh, pasti saya teriak teriak deh di film ini *lebay*
G.I Joe bercerita tentang M.A.R.S sebuah manufaktur pertahanan amerika yang dipimpin oleh James Mc Cullen, yang mengembangkan “nanomite” bomb, partikel partikel kecil yang tadinya digunakan sebagai pengobatan kanker, masuk ke dalam tubuh manusia untuk mengeluarkan sel sel kanker. Namun, Mc Cullen mengembangkannya menjadi partikel “pemakan besi”. U.S Army menunjuk komandan Duke, untuk mengantarkan nanomite itu ke Kyrgyztan. Tapi di tengah perjalanannya mengantarkan nanomite, pasukan Duke di serang oleh pasukan misterius, tapi tiba tiba muncullah pasukan misterius lain yang menolong Duke (bingung kan? sama, pas opening masi ga paham tuh sapa ngejar sapa).
Ternyata pasukan yang menolong Duke adalah Pasukan G.I Joe, masih di bawah kuasa US Army. G.I Joe menjelaskan bahwa pasukan yang menyerang Duke adalah pasukan “Cobra”, yang sialnya, salah satu penyerangnya adalah mantan kekasih Duke. Di temani Ripcord, teman baik Duke, mereka berdua bergabung G.I Joe untuk membalas dendam, juga mencari tahu, siapa yang ada di balik penyerangan ini dan siapa yang memberi dana.
G.I Joe menceritakan banyak konspirasi seru namun “mudah di baca”. Well, secara ekspektasi kita dalam film ini adalah bukan di plot, alias cukup menikmati efek dan CG nya, maka buat pecinta CG/Action/G.I Joe this is definitely the chance to relive their wildest action fantasies.
PS : Agaknya poster dari G.I Joe kurang menjual, atau mungkin karena ini adalah tokoh heroik tahun 80an makanya nggak laku?
12 comments Agustus 7, 2009
Yang KCB
Ketika mo ngetik postingan ini, saya berulang kali mencet delete sambil ngakak, ngetik lagi, delete lagi karena saya bingung harus menulis apa tanpa memberikan spoiler dan hinaan yang berlebihan pada film ini. Okay, sebaiknya kita mulai dari mana dulu ya? Posting ini akan sangat panjang, hihi.
51 comments Juni 30, 2009


