Posts filed under 'Yang puisi'
Yang Masa Lalu
Aku akan bertemu masa lalu
sang kesedihan.
Yang tanpa pemberitahuan memberiku pesan :
“aku ke jogja, Jumat. Aku ingin cium kamu”
bergetar, terenyuh, suram, kesedihan.
Tak ada yang bisa kuingat dari dirimu, selain, 2 bisikan berat terakhirmu di telingaku
“Aku menginginkanmu, sangat” dan “Kalau kamu tak mau meninggalkanku, aku yang akan pergi dari kehidupanmu”
Dan lalu kau menghilang, membuat ku limbung di tengah jalan.
Dan kini kau seenaknya pulang,
hatiku menjerit, nafsu, rindu, hangatnya pelukmu, kenangan, dan kembali kesedihan.
“Aku pun menginginkanmu, sangat”
tapi jariku tidak menulis itu, jariku memaki “Aku membencimu, sangat”
sebesar aku menginginkanmu…
Dan jumat, aku akan bertemu masa lalu,
sang kesedihan,
yang entah telah bermetamorfosa menjadi apa.
Add comment Desember 2, 2008
Yang simple
Mengapa kamu membuat hal” yang simpel terdengar sulit di pahami?
Bukankah sudah tak kan ada lagi cerita tentang kita, lalu mengapa tak bisa kembali ke awal sebagai orang yang tidak merasakan apa”.
Bukan kah kau tak memiliki rasa lagi? Dan bukan kah aku sudah bilang, cinta hanyalah masalah pemikiran, Dan aku telah mematikan perasaan itu.
Lalu mengapa aku tak bisa kembali ke awal, sebagai seorang yang tidak merasakan apa”?
Dan kenapa yang kau pedulikan selama ini hanya rasa kekecewaanmu tanpa berpikir mungkinkah aku juga kecewa? Ah, kau takkan peduli.
This whole thing, is simple thing but you’ve made it sound so hard. Why don’t you keep it simple back?
2 comments September 4, 2008
Yang surat untuk Tuan
Add comment September 1, 2008
Yang Tidak tidak
Chairil Anwar bersajak dalam “Aku”-Nya.
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri..
Tuan, apa kau pikir luka ini akan ku bawa lari?
Tidak tuan tidak.
Aku akan berada di sini, merawat luka ini, menghadapimu, menyembuhkannya dengan kekuatan yang katanya bernama cinta yang mungkin buta, tuan.
Aku tak kan berdusta, perih hati ini bukan karena teriris, tapi terkoyak, seperti sebuah daging tertancap di sebuah kait lalu tertarik paksa.
Darahnya tetap mengucur, tuan. Perihnya tak tertahan, tuan. Tapi apakah kau pikir hatiku ini mengandung antikoagulan yang mencegahnya membeku, menutup memperbaiki diri, tuan?
Tidak tuan tidak, hatiku tidak selemah itu tuan. Aku tak kan berpamit mengatakan selamat tinggal, tapi tak juga menyembunyikan hati ini dalam kulkas untuk membekukannya.
Tidak tuan tidak, Aku akan berada di sini, merawat luka ini, menghadapimu, menyembuhkannya dengan kekuatan yang katanya bernama cinta yang mungkin buta, tuan.
Add comment Agustus 26, 2008
Yang rindu
Ada kata tersekat
dalam tetesan liur di kerongkongan
menahan untuk keluar, tertahan, tertambat dalam” di hatiku
Ada rindu membuncah
terkenang pelukanmu,,
merindu sentuhan lengan ternyaman saat ini
Ada teriakan putus asa
dalam tiap nada dering menunggu,,
“angkat kenapa sih!”
Ada mata yang lapar
memandang lagi wajahmu,
ada telinga yang haus
mendengar lagi suaramu
Ada debaran jantung terhenti sesaat
untuk menikmati tiap detik bersamamu
..
Anjrit! Mati kangen -_______________-
Add comment Agustus 22, 2008

