Yang ingin dan yang harus

Tadi sore denger temen lagi ngobrol, “dalam kerjaan itu, kita sebaiknya ‘ingin’ bukan ‘harus’.. Jadi, kita niatin dalam hati, “kita ingin ngelakuin ini” bukan “kita harus ngelakuin ini” jadi niat itu dari lubuk hati yang terdalam.”

Nah iseng aja deh gw menyeletuk, “loh bukankah sebaiknya kita ‘harus’ daripada ‘ingin’?”

“Ngga dong chor, ‘ingin’ kan dari lubuk hati paling dalam, kalo ‘harus’ itu terpaksa!”

“Lha bukannya kalo ‘ingin’ ya cuma sampai di angan”, kalau ‘harus’ tuh mau ga mau kita kerjain, kayak, aku ingin sukses dengan aku harus sukses kan beda”

Saya sendiri penganut paham “saya tidak ingin sukses, saya HARUS sukses tanpa bekerja keras

Di sini juga ada pembahasan harus dan ingin :

INGIN VS HARUS
Mana yang akan Anda pilih, mendapat promosi jabatan atau bekerja lembur setiap hari? Keinginan terkadang membuat kita buta akan realitas. Keinginan yang terlalu menggebu-gebu secara sadar atau tidak sadar akan menghipnotis diri Anda untuk melakukan sebuah keharusan untuk membuat keinginan tadi terwujud.
Ketika di sebuah weekend dan anak Anda meminta Anda menemaninya membeli buku dan sedikit spend time together dengan berjalan-jalan dan makan siang bersama, namun, di saat yang bersamaan, Anda harus ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaan yang masih menumpuk dan harus diselesaikan hari itu juga. Kuncinya, berilah pengertian pada anak Anda, atau mungkin istri/suami Anda dengan cara yang paling nyaman. Cara Anda mengekspresikan perasaan ingin ikut, namun harus menyelesaikan sesuatu akan sangat mempengaruhi sikap anak atau istri atau suami Anda. Ekspresi yang menenangkan dan meyakinkan serta ada perasaan menyesal untuk tidak bisa ikut, akan membuat anak atau istri atau suami Anda mengerti dan bisa memahami keinginan Anda ikut.

Kalo menurut kamus, harus =
kb. 1 keharusan. 2 lapuk. -ks. wajib, yang dimestikan. -kkb. harus, mesti.

Banyak banget yang bilang harus itu paksaan dari luar, sesuatu yang di laksanakan karena terpaksa ketimbang keinginan, karena keinginan itu datangnya dari diri sendiri, obsesi, hati nurani yang paling dalam sedalam lautan. Haduh, masa iya begitu?

Berhubung konteksnya berbicara tentang “pekerjaan” (lah ya padahal masih semester 2, hahaha) tetep aja menurut saya kata harus lebih bagus, coba bayangkan ketika anda bekerja terus menyeletuk “gw pengen jadi manager” dengan “gw harus jadi manager di perusahaan ini” pasti terlihat sekali perbedaan yang mana obsesi dari dalam, mana yang hanya sebatas anganπŸ˜€

Dalam motivasi, menurut saya, kata harus bagus di aplikasikan di dalam “pekerjaan” konteks, malah dalam semua konteks juga bagus. Misalkan begini, ketika anda saya berkata “Ah gw pengen tajir” maka ini cuma sebatas ingin, cuma angan, nda ada rasa lebih untuk mendapatkan hal itu. Ketika saya berkata “Ah gw harus tajir” maka kata” itu seperti perintah untuk melakukan apa saja untuk mencapai nya. Dan tidak tampak seperti ucapan dan suruhan orang lain kanπŸ˜‰

Ga mesti dengan kata “tajir”, misalkeun, saya berkata “gw pengen makan pizza” dengan “gw harus makan pizza” pasti bisa tertebak apa yang akan terjadi, ketika saya berkata “ingin” bisa jadi ogah ogahan atau mungkin cuma makan tempe sambil membayangkan itu pizza. Ketika saya berkata “harus” bisa jadi buka dompet atau gesek atm terus pergi beli pizzaπŸ˜€

Ini sebetulnya masalah ideologi aja si. Sejak kecil saya di biasakan untuk berkeharusan, bukan berkeinginan. No pain no gain. Sedang dalam berangan angan dan berkeinginan, nda ada pain yang harus dikorbankan. Saya lebih suka berkeharusan daripada berkeinginan, berkeharusan menurut saya adalah sesuatu yang justru datang dalam lubuk hati yang paling dalam karena sudah terpatri dalam hati dan otak. Sedang keinginan cenderung rapuh.

Bicara begini nda berarti saya ini orang yang punya obsesi, sepanjang 18 tahun saya hidup ini, cuman ada 1 kata harus yang saya gunakan “Saya harus sukses” itu doang. Sisanya ya cuman jadi angan ingin sajah, saya ingin IP tiga koma, ingin nikah, ingin kaya, ingin ke jepang dst dll dsb.. Hehe, saya ini nda suka mengumbar” obsesi, lah ya kalo nda tercapai mau jadi apa obsesi ituπŸ˜‰

+._cHoRo_.+

pengen bobo,, apa harus bobo ya?πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s