Yang Pancasila as Indonesian Ideology and Ethic System

Walah, judulnya panjang amid nyak😆

Ini diskusi mata kuliah State Philosophy saya, ada 2 kelompok maju presentasi hari ini, kelompok 1 membicarakan Pancasila as Indonesian Ideology, dan kelompok 2 membicarakan Pancasila as Ethic System.

Kuliah saya harusnya mulai jam 09.40, tapi berhubung semalem mesra banget sama guling, saya telad dateng, huahahaha.. Jam 10 sampe kelas, dan untungnya masih belum mulai.

Kelompok 1 mulai tanpa file power point, dan introduction dengan bahasa Indonesia, byuh! Mana saya masi nguap, pikiran masi merindukan guling di rumah, presenternya ngomong bahasa Indonesianya cepet” pisan dan nda jelas. (maksudna nda jelas karena sayanya masi ngantuk) Habis itu, presenternya ngomong cas cis cus, bikin saya tambah nda mudeng.

Trus baru deh ada file power point dari kelompok 2.  Lha sialnya, kok saya juga mendadak blank. Pagi ini saya mendadak nda konsen pisan liad temen” saya presentasi, huhu.. ngantuk.. Maafkan saya duhai teman” ku, nda maksud nda mendengarkan tadi pagi.

Diskusi pun di mulai dalam 2 sesi tanya jawab. Temen saya tanya tentang pengaplikasian pancasia sebagai ideologi dan etika di kehiduoan saat ini itu gmana. Wuih langsung rame, sahut”an kayak MPR lagi rapat. Yang satu bilang A yang satu bilang B, yang presenter mesem”.. Hehe..

Saya cuma memperhatikan, soalnya baru mulai konek saya. Trus mulai tangan corat coret binder, oh nda, bukan bikin gambar mesum saya, tapi mau nyatet pertanyaaan apa yang mau saya keluarin. Setelah setengah jam berkutat sama tulisan saya, baru saya angkat tangan.

“I want to ask for first group, do you think we still need Pancasila as our ideology and why?”

Mereka dengan mantab bilang “Yes, because we need ideology to succeeding Indonesia”

Lah mulai lah saya berkoar” baca catetan saya, “Well, if we need only ideology for succeeding Indonesia, why don’t we change our Ideology to Communism for example, since we know China and Russia are success with that isme, and we, Indonesia are still a poor country even use Pancasila since sixty years, and nothing change.”

Si presenter nya bilang “if we said that we suggest to change our ideology, WOULD YOU STOP ASKING”

*gedubrag!* healah mas, njuk apa gunanya berdiskusi kalo kek gini. Di sambut boo dari penonton dan nyaris huru hara (oke, ini bohong) saya pun menjawab *dan keceplosan pake bahasa Indonesia* “lho, bukan masalah kita mengganti ideologi atau ndak, kalian sadar ndak sih, negara kita ini sudah berjalan tanpa ideologi, sudah tersesat karena ego” nya masing”. Makanya saya bertanya, apa Pancasila masih di butuhkan? wong pemerintah aja sudah menyatakan bahwa Pancasila sudah dianggap terlalu berat untuk di bawa dalam pemerintahan saat ini, dan bahkan, generasi muda, nowadays young generation, us, are choose to fulfill our self satisfaction RATHER THAN think fairly for implement the Pancasila to our LIFE!”

Si kelompok 1 itu menggaruk” kepala, ber 3, yang 1 jawab “well, I pro you, I think we didn’t need Pancasila”

saya angkat alis, yang tengah nyaut “well, that was his reason, not me, I will still choose Pancasil as our ideology” *gubrag lagi*

“because, let we think, if we use Communism or worse Capitalism as our ideology, it will make Indonesia condition worsen.”

Akhirnya perdebatan itu di tutup dengan kata” mbak cantik ini “What I think is, rather than talk to change our ideology or not, we should maintain our ideology. Because Pancasila is the one and only one ideology that suitable to Indonesia. Contain glorious value to ourself.”

Yep, soalnya Indonesia nda punya ideologi lain selain pancasila yang punya nilai” luhur🙂 dan hanya ini lah satu satunya alasan kenapa Indonesia harus menggunakan Pancasila sebagai ideologinya. Hehe..

+._cHoRo_.+

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s