Yang simple

Mengapa kamu membuat hal” yang simpel terdengar sulit di pahami?

Bukankah sudah tak kan ada lagi cerita tentang kita, lalu mengapa tak bisa kembali ke awal sebagai orang yang tidak merasakan apa”.

Bukan kah kau tak memiliki rasa lagi? Dan bukan kah aku sudah bilang, cinta hanyalah masalah pemikiran, Dan aku telah mematikan perasaan itu.

Lalu mengapa aku tak bisa kembali ke awal, sebagai seorang yang tidak merasakan apa”?

Dan kenapa yang kau pedulikan selama ini hanya rasa kekecewaanmu tanpa berpikir mungkinkah aku juga kecewa? Ah, kau takkan peduli.

This whole thing, is simple thing but you’ve made it sound so hard. Why don’t you keep it simple back?

2 thoughts on “Yang simple

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s