Yang niat

“kayaknya aku mo ambil konsentrasi di syariah accounting deh”

“He eh, kayaknya aku juga mo syariah syariah an de”

“Wah, syariah bank bagus tuh, halal, di ridhoi Allah kerja di sana wes”

“kamu gmana chor?”

Di sebuah tempat, lagi nongkrong” sama anak” IP, dan saya nda pokus dengan perbincangan yang ada.

“ha?”

1 kata yang bikin semua orang di sana melengos. Apakah karena kampus saya Universitas InsyaAllah Islam *kabur sebelum di pecat ama rektornya* makanya temen” saya jadi pengen masuk Syariah system? Atau emang sebelum masuk ke UII, mereka sudah berniat untuk terjun ke dunia Islamic Economy? Soalnya temen saya di IE (Ilmu Ekonomi) Reguler juga mau kerja di bank Syariah.

Saya sendiri? Ah saya ini tidak munafik, saya masih mencintai kenikmatan duniawi, kerja di perusahaan swasta, kalo bisa korupsi yang ga ketauan, cuakakakaa.. Bisa jalan” ke luar negeri 3 bulan sekali, bisa shopping barang mahal, tinggal tunjuk bisa dapet apa yang kita mau *loh, saya ini mau jadi akuntan atau mau jadi bos besar toh?*

Saya pribadi memang berniat sejelek itu, nda becandaan kok. Saya mau kerja di perusahaan swasta, atau jelek” saya maunya di dinas perpajakan. Wah, sounds bad banged ya saya ini? Masalahnya, saya masuk kuliah di ekonomi bukan karena kepuasan batin, tapi tuntutan ingin dapat pekerjaan bergaji besar dengan kerja enteng *sebetulnya si bisa aja jadi dokter, atau pelacur sekalian, tp otak dan fisik saya nda mencukupi🙂 *

Waktu kecil, saya seneng banged hitung” an. I dare to say I’m good at calculation. Tapi itu pas saya es de, kira” 10 tahun lalu. Semakin besar saya lebih mencintai politik, bukan bukan, bukan ingin terlihat pintar, tapi saya senang dengan kelicikan” di politik, suap menyuap, KKN, penggunaan kekuasaan secara semena mena. Saya ndak sedang satire kok, tapi saya selalu menganggap orang yang pintar ngomong dan bisa menggunakan kekuasaan yang dia punya itu kewl™ sekalih!

Jadilah saya banyak baca” tentang sosial politik ketimbang itung”an lagi. Jadilah saya numpul kalo hitung”an. Tapi pas kelas 3 sma, saya sadar, masuk ke jurusan ilmu pemerintahan tidak memiliki kesempatan kerja yang sama besarnya dengan jurusan ekonomi. Trus kenapa akuntansi, ya balik, karena saya suka itung”an. Ngitungin duit orang, sukur” bisa di tilep, huahahaha..

Eniwe, setelah 3 semester saya kuliah, saya suka banget berada di dunia akuntansi, saya suka membuat jurnal, suka ngitung pajak *yes hidup taxation!* dan tergila” dengan quotation lecturer Advanced Accounting saya, “Whatever it takes, the accounting will show his beauty” ketika kita bikin jurnal yang angkanya banyak tapi di akhir selalu balance. Kalo kata dosen saya, itu lah kecantikan akuntansi.

Yap, mungkin buat sebagian orang niat saya lulus dari akuntansi nda baek. Tapi niat itu lah yang bikin saya setidaknya semester ini semangat untuk terus kuliah, dan kekna semester ini bisa dapet 3 koma. *sebetulnya sih, alasan semangad kuliah karena 2 semester awal IP nya jeblok, mwakakakak*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s