Yang faithfreedom

wah basbang,,

emang dah lebih dari seminggu ini FF di kunci. tapi saya cuma mau kasi komen, di matikannya FF indo, merupakan bukti betapa lemah dan malasnya pemerintah indonesia. FF indo itu sudah ada sejak lama, saya sendiri pembaca setia FFindo (baca, nda register, saya cuma seneng liad orang bawa” agama, mentaik taikkan dan menganjing anjingkan agama lain, padahal dia sendiri mencoreng agama yang dia anut) sudah lebih dati setahun saya ngikutin FFIndo sebagai hiburan. tapi pemerintah tampaknya nda ada lirikan ke sini. kenapa malah heboh nya akhir ini coba. karena adanya blog kartun nabi itu toh?

lah jadi selama ini pemerintah/menkominfo/fpi/fbbr/dan petinggi” lainnya kemana aja?

ini lah pemerintahan indonesia di mata saya, butuh di sambit, di maki, di bakar atau mungkin di adakan tindakan bener” nyeleneh untuk membasmi sebuah kejahatan.

padahal, kalau saja pemerintah mampu bergerak lebih cepat, maka tidak akan ada komunitas seperti ini.

eh iyah, saya ini anti FFi, saya mungkin bukan orang yang taat, bukan orang yang saleh, bukan fanatik Tuhan, tapi saya percaya, keberadaan Tuhan itu bukan buat di hina, dan saya percaya orang2 yang menghina Tuhan itu orang2 yang berharap berlebihan pada Tuhannya, tanpa menyadari dan bersyukur atas apa yang telah dia dapatkan dan merasa iri dengan Tuhan orang lain karena merasa Tuhan orang lain itu mengabulkan permintaan si orang lain ini, sehingga mulai menjelek2an semua Tuhan yang ada, dan mengatas namakan orang tak berTuhan. karena, harapan dia tidak dikabulkan..

padahal, Tuhan selalu menjawab semua permintaan makhlukNya, hanya saja, mungkin jawabannya adalah “tidak” atau “nanti”

eh link ke FFi nda perlu to, lah dah di tutup sitesnya

gugling aja : Faith Freedom International/Indonesia

Yang berkaca

“Ngaca dong! Loe juga pernah berbuat dosa kan!”

Kalau semua pendosa, menjadikan alasan orang lain juga pendosa, lalu kapan mereka bertaubat?

“Ngaca lo! Ga usah sok nasehatin, gw ga peduli tuh apa kata orang lain!!”

Kalau tidak memperdulikan orang lain, lalu kenapa hidup dalam lingkungan sosial? Meneyndiri saja, kenapa harus di sini?

Saya hanya bisa berdoa, Tuhan memberikan Karma, menjatuhkan hukuman sampai kamu tidak pernah punya keinginan untuk sombong.

Bahkan kalau karma itu kematian, saya rela, dek!

Yang aturan

Secara filosofi, peraturan adalah norma atau tata nilai yang harus ditaati oleh setiap individu yang hidup dalam lingkup wilayah komunitas. Tata aturan dibuat agar terjadi suatu kondisi ruang kehidupan atau kota yang nyaman, aman, produktif, dan berkelanjutan.

Ya ya, kita sudah mensepakati aturan yang ada. Dan saya hanya menegakkan, lalu kenapa saya yang di anjing anjingkan dan di goblok goblokkan?

Saya tidak menghina situ kok, saya hanya minta situ tau diri. Kalau sudah ada aturan, dan sudah sepakat, kenapa harus melanggar? Mau baru datang kek, mau sibuk kek, mau ga bisa kek, aturan ya aturan, tidak ada yang bisa menjadi sebuah excuse pelanggaran aturan.

Yang membaca

Saya sudah lama tidak membaca.. Well, kalo membaca e-mail, milis, e-book, forum, itu si sangat amat sering sekarang. Tapi yang saya maksud adalah membaca buku. Sampai saya sudah lupa rasanya penasaran atau rasanya mata ini bergerak menelusuri tumpukkan kata dan huruf di atas kertas.

Karena itulah saya menculik buku ini dari kamar dd saya. “Be Careful What You Wish For” Yeah, sepintas mirip dengan salah satu judul Goosebump seriesnya RL.Stine. Ini pengarangnya si Alexandra Potter, kayaknya buku yang masuk indo cuma “Calling Romeo” (Mencari Romeo) yang di terbitin sama GPU. *lho, berarti ini ga masuk indo chor?* Yap! Ini buku impor, entah dimana dd saya beli.. Teksnya pake bahasa dewa, jadi lumayan mengasah kemampuan bahasa saya.. Eniwe, ini novel chicklit, semoga saya tahan bacanya, huahahhaaha..

Yang rasisme

“Ma.. aku mo nikah sama bule” Saya iseng ngomong gitu sama emak saya, tapi di jawab dengan mata mendelik dan suara meninggi, “GAK BOLEH! kan agamanya beda! Bisa sakit nanti bapakmu!” Omaigat.. Saya terhenyak, bukan karena saya ga boleh menikah sama bulenya, tapi karena ibu saya mengira semua orang bule itu beragama non Islam.

Ya ampyun bunda, islam kan bukan agama milik asia, setap orang di seluruh pelosok bumi dari ujung Antartika sampai Australia kan boleh memeluk agama Islam. “Ih mama rasis amad! Kayak melarang orang padang memeluk agama hindu dan tidak percaya orang bali memeluk katolik, agama kan bukan eksklusifitas sebuah suku, ras atau negara manampun! Israel itu di timur tengah, tapi toh mereka Yahudi.”

Lha iya to?

Yang friendster

Hari ini saya ke Mirota batik sama pasukan berani mati ibu dan dd saya. Eh lah, ndilalah, mak benduduk, tiba tiba, tak diduga tak dinyana, saya ketemu sama makhluk jelek bin kutukupret ini. Hayah, kenapa mendadak saya merasa jogja itu sempiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit banget!!!

Nah, ketika saya berangkat, dd saya, tiba” berkata,, “mbak aku mau nangis..”

Saya pikir dia di putus sama cowo yang baru 1 minggu ini naik pangkat jadi supir pacarnya.. Ternyata dia laporan kalo friend di friendsternya terkuras kembali jadi 0. Dia juga laporan kalo friends saya di cut sisa 5. Lah, berhubung saya bukan banci friendster *digampar* dan cuma online untuk cek message dan ganti propil, ya saya nda pernah ngitungin berapa friends saya, yang jelas udahh lebih dari 1100. Untungnyaaaa.. pas saya online, ada pemberitahuan begini :

untitledYour friends list may be inaccurately displayed. Please be assured your friends list will be accurate soon. – Friendster Team.

beberapa orang ini juga ikut kaget n komplain tentang friendster sisanya silahkan google.

Big Deal? Ah tentu tidak, wong saya ini ikutan prenster sejak 4 tahun lalu demi utak atik propil dan bernarsis ria aplod poto. Lah friends aja yang nge add, kenal ga kenal saya appruv kok, cuakakaka.. Eniwe, saya juga ada register facebook buat main game nya aja, bagi yang maun add, sok add aja di kecoa_hunter@yahoo.com yah :3