Yang Madagascar

Pagi ini saya ngubek ngubek situs twentiwancineplexdotkom buat cari tau pemutaran The Mist atau film lain (saya si berharap setan budeg udah main di sini) tapi yang saya nemu, The Mist udah ditarik (well okay, bisa cari dvd nya) dan Madagascar dah masuk. Wow wow wow, cepet juga masuk sini. Setau gw ini pelem baru rilis november kemarin dan premiere pertama di Senayan City tanggal 20 Kemarin. Dan hari ini, serentak se indonesia puter madagascar.

Saya liad di movie schedule nya :

MADAGASCAR: ESCAPE 2 AFRICA  10:30  12:20  14:10  16:00  17:50  19:40  21:30

Huh, pas saya liad web udah jam 10. jelas 10:30 ga mungkin. Akhirnya saya pilih yang 12:20. Saya promosi di plurk, dan dapet temen mbak ocha. Sebetulnya sendiri si ga masalah, tapi ada temen kan lebih menyenangkan😉

Jam 11an saya berangkat dan langsung beli tiket. Uh, tengah full semua, dapet tengah tapi kursinya agak di atas. Tapi no problem lah, duduk di C 11 dan C 12. Habis itu saya ketemu mbak ocha di Gramedia (sempet liad liad buku dan ngiler liad buku impor diskon yang buat anak anak, dongeng dongeng gitu deh, bekisan 20-50ribuan perbuku. Pengen kasi buku itu buat gerakan 1000 buku selanjutnya deh), dan berlanjut maksi. (Lebih tepatnya, saya maksi, dan mbak ocha ngemil :D) *eh abis saya lapar pisan, di rumah ga ada makanan, dan kalo mo ke pasar dan masak dulu saya ga tahan😦 )

Saya pilih maksi di Taman Sari FoodCourt nya ambarukmo plasa. Di sana lebih banyak pilihan, tadinya saya mo makan di Nasi Bakar, basement amplas, tapi saya terlalu sering makan di sana, di pikir pikir, bosan juga, sekalian coba yang baru lah di amplas, kan ga lucu kalo orang yang kampusnya deket amplas ga tau mo makan apa kalo diajak ke amplas.

Di sana saya tertarik sama stall “La Pasta” rasanya saya lom pernah liat, apa emang karena saya jarang banget ke tamansari makanya saya ga tau yah? Menunya seputaran pasta dan pizza (yeah, kelihatan gituloh dari namanya) Liat menu, mo makan Green Spaghetti Alfredo, karena harganya murah! Cuma 12k! (Dulu saya pernah makan di Parsley bakery and resto, harganya sekitar 19k-an) Tapi sayang menu ini ga ada. Saya tanya menu Chicken Picatta, (ayam dengan keju mozarella di atas spaghetti kayaknya, saya lom pernah makan😀 ) juga ga ada. Pilihan yang tersisa pizza sama spaghetti bolognaise dan seafood spaghetti (marinara sama carbonara, tapi carbonaranya pake udang😦 ) jelas seafood ga mungkin, bisa muntah saya, dan muntah di mol itu ga lucu. Jadi pilihan sisa pizza atau spaghetti bolognaise. Karena ga begitu suka bolognaise, saya pesen pizza.

Caesar pizza. Harganya 21k. Saya dah takut kalo porsinya gede sangat, takut ga abis😦 . Selama menunggu, saya pesen minum di (duh apa ya namanya, yang jualan teh/cofee thai itu lah), saya pesen Thai Coffe Float. Nyem nyem.. tadinya mau Moccachino Frappe, tapi kayaknya float lebih menggoda. (Duh ini menu maksi penggemukan sekaliii)

Ga berapa lama datang lah pizza dan coffee nya. Pizza nya sepiring, lebih besar dari personal pizza nya Pizza hut. Dipotong jadi 8 (kecil2) dan ditemani garpu aluminium dan pisau plastik. Saya ngakak di kasi pisau plastik, “ini gimana makannya, kok pisonya plastik.” Tapi pas saya iris roti pizzanya.. Empuk!

Saya coba 1 gigit, hmm.. kejunya seakan meresap kedalam roti. Berasa banget! Wuih enak pisan. Untuk toppingnya, cuma daging, (bukan daging asap) jamur, sedikit paprika (dikit banget kalo di bandingin sama pH punya) tapi banyak bawang bombay (dan saya suka😀 ) bisa dibilang, ini pizza idaman saya. Hohoho.. ga nyangka habis juga tuh pizza sendirian (halah, emang saya yang laper dan maruk aja dasarnya). Tapi beneran de, jamurnya lembut banget, rotinya empuk, kejunya.. hmm… meleleh banyak, bawang bombaynya.. sluuurrppp! Ga melebih lebihkan loh, tapi pizza seharga 21k itu bener bener worthed. Apalagi dalam keadaan lapar berat.

Nah, akhirnya sampai juga jam 12:20. Kami masuk ke studio 4 (halah, dari sepanjang ini cerita, baru ngomongin pelem na sekarang). Film ini bercerita tentang alex si singa, marty si zebra, melman si jerapah, dan gloria si kudanil yang mo kabur dari kebun binatang di New York, tapi malah nyasar ke Afrika. Di sana mereka menemukan “habitat” aslinya dan berbaur. Tapi cerita ditekankan pada alex si singa, yang tanpa sengaja bertemu ayah nya di Afrika. Karena ayahnya adalah raja Afrika, dia disuruh menjadi penerus raja Afrika, tapi harus melalui sebuah tes pertarungan. Since di sana pertarungan di sebut “dance”, Alex, yang seekor singa penghibur dan menganggap “dance” adalah tarian, menyanggupi tes tersebut. Ia ditipu oleh *duh sopo toh nama singa yang jahat* dan kalah dari pertarungan itu. Selanjutnya, Alex dikucilkan bersama keluarganya, dan dia berusaha mengembalikan rasa bangga sang Ayah.

Kalo boleh jujur, cerita ini terlalu cepat. Well, secara timelinenya cuman 80an menit. Saya masuk 12:20 dan 13:44 udah di luar. Klimaksnya agak kurang, kejahatannya si *duh sopo toh nama singa yang jahat* kurang jahat. Mungkin karena targetnya anak kecil kali ya, jadi sengaja yang ceritanya ga terlalu ribet. Trus jokenya pun banyak yang simpel dan polos. Beberapa ada sih yang terlalu kasar, tapi overall, bisa dinikmati. Sudah lama saya tidak tertawa selepas ini di 21. Dulu mungkin pernah, pas nonton Quickie Express. Tapi itu kan jokes mesum, bukan jokes yang polos seperti ini.

Porsi per karakternya menurut saya cukup baik, bagaimana ketika Marty si Zebra yang mengira dirinya binatang paling unik, mengetahui bahwa dirinya tak lagi sebegitu uniknya. Atau sikap Melman si jerapah yang berada dalam bayang-bayang kematian dan memilih untuk menyatakan cintanya.

Selain lucu, ada satu scene yang menurut saya amat sangat romantis, ketika Melman si Jerapah menyatakan perasaannya pada Gloria si Kuda Nil :

Listen mototo you better treat this lady like a queen. Because you… you my friend, you’ve found yourself the perfect woman. If I was ever so lucky to find the perfect woman, I would give her flowers every day. And not just any flowers ok? Her favourites are orchids. White. And I’d bring her breakfast every day. 6 loaves of wheat toast with butter on the side. No crusts. The way she likes it. I’d be her shoulder to cry on and her best friend. And I’d spend every day trying to think of how to make her laugh. She has the most… most amazing laugh.

Aww.. Jujur mata saya berkaca-kaca dengernya. Norak ya *emang*, tapi.. isn’t that sweet? Every woman in this world will falling into you, when you said she has the most amazing laugh in this world and you willing to do anything to see her laugh!

Pulang dari ambarukmo, saya mampir ke toga mas, beli buku Sang Penari (Tan Tjing Siong), di ujung kelopak daunnya tetap ada airmata (Christine Clark, Dr. Robert Cribb, I Ngurah Suryawan), Kuliah Gratis ke Luar Negeri, Mau? (Dina Mardiana – Lingkar Pena) dan Why Men Don’t Listen and Woman Can’t Read Maps (Alian + Barbara Pease).

Duh sungguh saya merasa ndeso sekali baru beli Why Men Don’t Listen and Woman Can’t Read Maps, padahal itu salah satu best seller dan yang saya beli sudah cetakan XII. Ah sudah lah, lebih baik telat daripada tidak. Anyway, saya nyari nyari wikinomics kok ga ada yah di Toga Mas??

5 thoughts on “Yang Madagascar

  1. OOHHH FYI:
    *semoga ga telat*
    Bernie Mac yang ngisi suara Zuba (bapaknya Alex) meninggal baru2 ini (9 Agustus 2008) dan film ini di dedikasiin buat dia. beliau meninggal karena Pneumonia (radang paru paru yang cukup serius)

    hope he rest in peace🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s