Yang Kopdar

14 Desember kemarin akhirnya kejadian juga kopdar DOMOsan jogja.Β  Al Ihwal dicetuskannya acara kopdar ini, merayakan Charlie yang liburan dan pulang ke Jogja dari Malaysia. Rencana awalnya adalah jam sepuluh kumpul di Kebon Pisang, Babarsari. Tapi Tuhan sepertinya ga suka sama acara ini, di jatuhkannya hujan sejak pagi. kekeke.. Saya janjian sama diyaz buat njemput saya di rumah, berhubung deked rumahnya.

Erika_Ayanami (Nest), cicak (Surya), Re.../Chastity (Diaz), cHoRo (choro), Charlie (Charlie)

ki ke ka : Erika_Ayanami (Nest), cicak (Surya), Re.../Chastity (Diaz), cHoRo (choro), Charlie (Charlie)

Charlie (lagi), Rency, Deshane (Dicky), Ruu-chan

Charlie (lagi), Rency, Deshane (Dicky), Ruu-chan

Sekitar jam 9 pagi, Charlie menelepon saya yang masih asyik masyuk memeluk guling di pagi dingin itu.

Charlie : halo, choro ya?
cHoRo : ha? hm,, iyah,,
Charlie : eh.. masi tidur ya? sorry sorry?
cHoRo : Ga kok, dah bangun, napa napa? (padahal aslinya masih merem)
Charlie : eh chor, nganu, hujan nih, mau di jemput ga?
cHoRo : lah, aku kan emang ikut kamu (saya pikir saat itu yang telepon si diyaz)
Charlie : hah? tenane? ya uwes, rumahmu di mana?
cHoRo : (baru sadar, sejak kapan diyaz ga tau rumah saya?) eh nganu, ini sapa?
Charlie : ini charlie
cHoRo : halaaaahhh.. ga usah char, nanti aku bareng diyaz aja, tak pikir iki diyaz.
Charlie : tapi hujan loh
cHoRo : iyo paling telad..

Habis itu saya mandi dan esemes si diyaz, dari rumah jam 10 an, ke atm dulu, ambil motor diyaz dulu (dia jemput pake motor temennya) dan dikabari, kalo kopdarnya pindah ke sego penyetan. Sampe di sana jam setengah 12 an, pesen makan dan ngobrol ngalor ngidul. Sampe jam 4. Asyik banget, dari ngebahas domo, nge gosipin GM, bahas skill, ngomongin orang (teteup yaaa. mentang2 check and byecheck branch head, jadi dimana mana teteppp gosip) sama potok potok, kekeke.. Jam setengah empat an saya pamit, soalnya mau latihan vokal dan makan pancake di rumah Herman Saksono.

Sampe di rumah nya Herman, masak pancake, yey~ saya masak lohhh πŸ˜€

ada tikabanget, alle, ekowanz, gage batubara, mba utet, senafal, antobinal, sandal, dina aceh, eh siapa lagi yah,, duh ingatan saya lemah sekali.. pokoknya itu yang saya ingat.

terus besoknya ke happy puppy buat nyanyi. anehnya, seharian di kampus saya, operator keparat memutar lagu yang sama berulang2. lagunya F4 yang Jue Bu Neng Shi Qu Ni, Iklim yang Suci dalam Debu, dan lagu ostnya kuch kuch hota hai yang Koe Mili Ge Ya…

Dan malam itu ketika sudah akan pulang, seseorang memilih lagu koe mili ge ya,, yang membuat saya tidak tahan untuk nyanyi! walopun suara jelek dan lirik ga apal ples jaim tingkat tinggi… inilah potok ketika saya nyanyi.. tapi kok kaya orang nahan sakit perut ya.. ah sudah lah, jangan protes :p

Ohh beteweeee,, gosiipp.. si diyaz ngajakin saya nonton twilight, cuma masalahnya, kalo saya nonton senengane megang tangan orang sebelah saya, saya si seneng yas,, tapi kasihan kamunya *kabur*

Yang Kenangan

Kenangan. Kira kira itu yang saya rasakan ketika menjenguk Osa. (hore. akhirnya janji itu tertepati)

“emang kita pertama ketemu di acara ichigo yah?” Dia bertanya

“Yep! Aku bahkan masih ingat bajumu. Rambutmu sepinggang dengan kaos putih dan rok batik. Aku masih ingat, kita berkejar kejaran ketika aku mengerjaimu waktu itu. Hahaha.” Pikiranku kembali ke keadaan tiga setengah tahun lalu.

“Iya iya! Ya ampun, dah lama banget tuh! Kita masih imud imudnya waktu itu chor, masih es em a. Masih ya ampyuuuunnn.. Dah lama banget ya.” Lalu kami kembali pada kenangan kami.

Kenangan, apa itu kenangan? Pemanis kehidupan? Penjara yang tak nampak? Pelajaran seumur hidup? Guru tanpa tanda jasa sesungguhnya? Sebuah time machine?

Kenangan bagi saya adalah sejarah. Sebuah waktu yang readable, tapi tidak writeable. Dulu saya membenci kenangan. Saya merasa kenangan adalah mimpi. Yang hanya membuat kita terhibur, atau mungkin terkungkung.

Apa yang saya kenang 4 tahun lalu? Ketika saya masih di Jakarta, menunggu detik detik meninggalkan kota penuh kerlip itu dan mengunjungi Jogja. Kesedihan, bukan hanya karena saya harus meninggalkan terlalu banyak kenangan dari Jakarta, tapi juga memasuki kenangan lama tentang Jogja.

1996. Dua belas tahun lalu saya menginjakkan kaki pertama pada tanah jogja. Pindah dari kota sunyi, Malang. Dua tahun cukup membuat saya membenci Jogja. Tak ada alasan signifikan, hanya saya menjadi korban bullyed. Dan penuh kebahagiaan saya meninggalkan kota ini.

Sekarang? Saya jatuh cinta pada Jogja, another memories has been created. Hampir empat tahun saya di sini dan saya menjadi tergila gila pada Jogja. Kenangan pada akhirnya bisa membuat kita melabelkan sesuatu.

Ketika teman saya memiliki memories di gigit anjing, dia akan melabelkan semua anjing di dunia ini ganas. Maka saya membenci kenangan, yang dulu bisa membuat seseorang terkungkung pada kenangannya sendiri. Tapi tidak untuk sekarang, ketika saya bisa memilah kenangan yang menyenangkan dan menyedihkan. Ketika seseorang menyadarkan saya, apapun kenangan itu, baik dan buruk, hanya ada sebagai kenangan. Dan akhirnya menjadi sesuatu yang berharga bagi kita.

But you know, there’s something I believe.
I want to try living my life carrying all my memories with me.
And even if those memories are painful,
Even if it did nothing but hurt me,
I want to keep them.
Even if those memories I sometimes wish I could forget,
As long as I carry them with me,
As long as I keep holding on,
Then someday, someday I’ll be strong,
And those memories won’t hurt me anymore.
And I’ll be glad that I have them.
That’s what I believe, with all my heart.
That’s why all my memories are precious to me.
I wouldn’t think it will be okay to forget a single one…

Momiji Sohma – Fruit Basket – Ep 15

Yang Undead Part 4 – Laugh

“knock.. knock”

aku selalu benci ketukan berirama sama itu. Pasti hime. atau pengikutnya. mereka sama, sama sama menyebalkan ketika mereka mngetuk berima sama itu.

“krieeett…”

pintu itu terbuka dengan sendirinya, kulihat kaki jenjang mulus itu. Ah, hime rupanya, dan dia sendirian.

“Kenapa ga buka pintunya?” dia duduk di sebelahku. Yang masih pura pura tertidur.

“Dan aku tau kamu ga sedang tidur.” dia membelai keningku, membuatku membuka mata.

Aku tertegun sejenak melihat matanya yang sembab, lalu tersenyumΒ  sinis, “kalau yang punya rumah tak membuka pintunya, artinya yang punya rumah gak mengharapkan tamu.” Lalu aku terduduk setengah malas. “Harus ku hidangkan sesuatu?”

Hime menggeleng kecil, lalu berjalan ke arah dapur, menarik sebuah termos, menyeduh teh. Wangi teh yang sama semenjak 3 tahun lalu, masih dengan jumlah adukan yang sama, dan sendokan yang sama. Masih sama. Dan aku termangu, antara kekaguman dan kemarahan atas ingatanku tentang detail caranya membuat teh.

Dua cangkir teh berwarna sama berada di depanku, merayu hidungku mengingatkan cara dirinya membuat teh. Lagi.

Dia terdiam, aku terdiam. Kami menikmati harumnya teh dan hening dalam diam. Wajahku ku kakukan, menyiapkan segala cacian pedas yang akan ku semburkan tepat di depan wajahnya.

Cintaku tersapu embun.

Aku menghentikan seruputan tehku. Tangan hime bergetar memegangi cangkirnya.

Cintaku tersapu embun pagi
jariku beku terhembus angin subuh
dan ulu hatiku tertusuk ribuan jarum gerimis tajam.

Ganti tanganku yang bergetar, hime tertunduk. Dia menghirup aroma tehnya dalam dalam.

“Itukah alasanmu pergi kemari sendiri?” aku menaruh gelasku ke meja, berdiri dan mencuci mukaku yang tampak tak karuan. “Red eye?”

Hime menengguk tehnya banyak banyak, seakan ikut menelan bibit bibit kejujuran yang akan dia lontarkan.

“Dia meninggalkanku 10 hari lalu. Entah kemana, berbuat apa, sama siapa, untuk apa, kapan pulang.”

Tanganku mengepal keras, kesempatan inikah yang kutunggu? Tapi aku membencinya.

Hime kembali menghirup aroma tehnya dalam dalam, dan menenggak habis seluruh isi cangkir itu seolah menenggak habis semua keluh kesahnya.

“Aku ingin kembali”

Terdengar suara lirihnya lambat lambat menggaung kencang di telinga dan otakku. “Aku.. Ingin.. Kembali… kembali…. kembali…”

Ku banting cangkir di tanganku dengan sekuat tenaga. Hime terkejut dan berdiri meletakkan cangkirnya, lalu terdiam. Dan aku terkejut, karena bukan amarah yang kurasakan, tapi sebuah luapan emosi penuh kegembiraan. Euphoria. Mencintai hime kah aku?

“Muhuhuahhahahahaa…” Tawa ini, jelas bukan tawa kebahagiaan. Lalu mataku menjadi gelap, dan aku merasa, tubuh ini tak lagi berada di bawah kekuasaanku. “Kembali, katamu? karena kamu ditinggalkannya kamu minta kembali??”

Hime terduduk dengat mata terbelalak. Mataku nanar, menatap seperti serigala kelaparan. Dan aku menyeringai. “Dan kenapa aku harus memperdulikanmu, hai sundal keparat!”

“Kasar sekali kata katamu…” Hime menangis, tersengguk sengguk.

“Sepanjang hidupku, tak kan pernah ku temui kebahagiaan seperti ini.”

Hime menangis dan berlari keluar. Dan aku, mengepalkan tanganku dengan sepenuh tenaga penuh luapan euphoria tak tertahan. Kesedihannya adalah kebahagiaanku. Aku terbahak, menyapu pecahan cangkir, dan kembali terpingkal pingkal. “Akhirnya.. Hime ditinggalkan olehnya.” Lalu aku tersenyum simpul dan kembali terlelap. Dalam kebahagiaan.

Yang Kawan Lama

picture-049Amanokawa Osa, merupakan salah satu teman pertama saya ketika saya baru pindah ke Jogja.

Amanokawa Osa yang penulis itu chor??? Iyah. Amanokawa Osa yang cosplayer itu chor??? Iyah. Amanokawa Osa yang berobsesi bergothik tengan batik itu chor??? Iyah. Amanokawa Osa yang dulu latah itu chor??? Iyah. Amanokawa Osa yang… Ahhh riwil kamuh!

Saya masih ingat sekali pertama kali bertemu Osa di acara offline Ichigo di Swaragama.Yang saat itu dia masih SMA di Stella Duce 2. Yang satu satunya sangat ramah sekali saat itu. Selain karena fans Yaoi, Osa juga merupakan objek bully yang menarik *di kemplang*. Hehe, pertama kali ketemu malah seharian ngerjain Osa yang latah. Maaf ya sa.

Semakin lama jadi semakin kenal dan makin sayang sama dia. Osa mengajari saya DDR dan Para Para Dance waktu itu. Terus membuat club yaoi, dan mengenalkan cosplay. Kuliah dia di MSD bener” membuat saya terperangah, dia bisa bermain dan kuliah tanpa harus mengorbankan salah satunya. IPK nya cum laude, dan saya menjadikan dia sebagai kiblat belajar saya. Mendalami apa yang kita sukai lah kuncinya.

Beberapa waktu kemudian dia bekerja, mengajar di sekolah manga, Sora Manga School, lalu merambah membuat buku “Guide to draw Manga”. Panggilan cosplaynya bertambah banyak dan pekerjaannya menumpuk. Akhirnya dia melepaskan kuliahnya. Dan seiring kesibukannya, kami mulai kehilangan kontak. (Sebetulnya saya juga sibuk sih, bedanya, saya sibuk main game online *dijitak*)

Sampai baru baru ini, saya melihat dirinya online di Yahoo Messenger, jaraaaaaaaaaaaaaang banget ngeliad dia online, langsung saya sapa penuh rindu.

cHoRo gItcHu (11/25/2008 4:43:32 PM): osaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
cHoRo gItcHu (11/25/2008 4:43:43 PM): *hugz*
amanokawa osa (11/25/2008 4:44:06 PM): oe
amanokawa osa (11/25/2008 4:44:09 PM): halooo
cHoRo gItcHu (11/25/2008 4:46:42 PM): pakabar
cHoRo gItcHu (11/25/2008 4:46:45 PM): sibuk apa skarang?
amanokawa osa (11/25/2008 4:47:24 PM): sibuk nyembuhin diri
cHoRo gItcHu (11/25/2008 4:47:30 PM): heee??
amanokawa osa (11/25/2008 4:47:39 PM): *ky cecak*
cHoRo gItcHu (11/25/2008 4:47:45 PM): halah
cHoRo gItcHu (11/25/2008 4:47:48 PM): sakit apa?
amanokawa osa (11/25/2008 4:47:53 PM): patah tulang
cHoRo gItcHu (11/25/2008 4:47:54 PM): pantatna di putusin sapa?
cHoRo gItcHu (11/25/2008 4:47:55 PM): HAH
cHoRo gItcHu (11/25/2008 4:47:56 PM): KOKBISA

Barulah saya mengetahui dia mengalami kecelakaan cukup serius. Beritanya bisa di baca di jurnal temannya. Kira kira begini kronologinya, ketika itu osa, pera pera dan agent nya pulang dari Surabaya menuju Jogja, karena sudah subuh, semua orang tertidur hingga terdengar suara keras, di daerah kartasura prempatan klewer, mereka kecelakaan. Perapera terbangun dan melihat supirnya meninggal karena kecelakaan. Foto di sebelah ini di ambil oleh yang punya travel setelah di evakuasi. Osa sendiri mengalami patah tangan kanan dan retak di kaki kanan.

Ketika saya mendengar berita ini, perasaan saya, malu. Iya malu, teman macam apa yang tidak tahu kabar teman dekatnya sendiri. Apalagi sampai saat ini saya masih belum menjenguk Osa. Cepat sembuh ya kawan, secepatnya pula, aku pasti menjengukmu.

Yang Steve Vai

Saya sendiri agak kaget, melihat koleksi saya. Malam ini, mendadak winamp saya random ke sebuah track bertitle “13 – Asian Sky” saya agak kaget, karena komposisi musiknya sangat didominasi dengan gitar, dan sangat “J-style” sekali, sangat.. L’arc~En~Ciel lah, tapi ketika saya shuffle lagi, betapa kagetnya ketika saya mendapati lagu “Bad Horsie” yang sangat distorsi dan lagu “Juice” yang sedikit ngebeat dan jazzy walaupun agak keras. Instrumen gitar tanpas vokal ini cukup bikin saya penasaran. Siapa sih orang ini?

Steve Vai. Saya pikir dia orang Jepang karena alirannya terasa seperti X Japan, tapi saya salah! Setidak nya begitu setelah saya me wiki dirinya. Ternyata dia adalah orang new york, penyanyi, produser, penulis lagu dan gitaris.

Yang lebih ga saya duga lagi, ternyata koleksi Album Steve Vai saya cukup lengkap! Dari album debutnya “Flex-Able Leftovers” yang track ke 3 nya “Bledsoe Bluvd” merupakan lagu favorit saya di album ini, musiknya agak aneh, mungkin karena alirannya Rock 80an, ga bikin saya mudeng sama lagu2nya. Tapi “Bledsoe Bluvd” merupakan track yang.. berwarna cerah, Vai seperti memainkan.. err.. piano dan terompet (?) sehingga tidak terasa kasar, dan cukup riang (di antara track2 lainnya) dan track 7 “Burnin’ Down The Mountain” yang lagi” cukup cerah di antara track lain :mrgreen: maklum, saya ga kuad denger 80’s Rock.

Lalu album keduanya, “Passion and Warfare” bisa di bilang.. album yang menyenangkan πŸ˜€ dan ternyata album ini mendapat pengakuan international, di buka dengan track “Liberty” yang penuh semangat, saya suka sekali cara Vai menggoda pendengar dengan tarikan gitarnya di padu dengan gebukan ringan sebuah drum. Lalu di sambung dengan “Erotic Nightmare” yang sangat menggoda, saya suka sekali semua lagu di album ini. Semua 14 track saya dengarkan hingga di tutup oleh lagu “Love Secrets”

Masuk ke album ke tiga “Sex & Religions” Saya jadi kecewa, karena di album ini, dia ga begitu banyak memainkan smooth guitar lagi, tp cukup keras dan banyak kosong di mana mana. Mendengar album ini, sekilas jadi teringat abang Marylin πŸ˜€

Album keempatnya “Alien Love Secrets” dan album kelima “Steve Fire Garden” tidak memberi kesan berarti sama saya, entah karena semakin lama semakin merasa, geter lagu dari Steve Vai itu hanya gitu gitu aja, ataupun merasa stuck dan bosan dengan istrument gitar dan no vocal ini. Entah lah.

Tapi kekecewaan saya terhapus ketika menikmati album ke enamnya “Ultra Zone”, openingnya “The Blood and Tears” berasa india sekaliiiii dan track ke 3 nya “OOOOO” sangat gothic sekali, dan di tutup oleh “Asian Sky” tadi. Album ini bener2 punya cita rasa yang berbeda di tiap tracknya πŸ˜€

Di album ke 7 “Seventh Song” bisa di nikmati dengan relax, karena berisi lagu” ballad dan slow. Dan di album terbarunya “Alive in an Ultra Worlds” membuat saya tewas, huaaaaahhh ga kuad lagi dengernya, album ini berasa kembali ke album 4 dan 5. terlalu sama. bisa di bilang, untuk menikmati lagu2 Steve Vai harus menyukai rock 80’s dan gitar,. kalau tidak? haaah siap2 tewas bosan seperti sayah

Eniwe, setiap track dan lagu Steve Vai kebanyakan non vocal πŸ™‚

Official Site Steve Vai : http://www.vai.com/

Yang Pentagram

Yang membuat saya ingin menulis ini adalah, ketika seorang wartawan sindo (atau kepala cabangnya, entah, saya lupa) bertanya pada saya di tengah sebuah training jurnalistik

picture0001“Mbak mbak, kalung apa itu? Haduh, anak muda jaman sekarang, saya ndak ngerti deh aliran musik yang tren saat ini, simbol metal itu? Punk?”

sedikit sakit hati ketika si mas itu bicara begitu,.

simbol ini adalah simbol pentagram, banyak yang menganggap bahwa ini adalah simbol pemuja setan karena seperti bentuk kepala Baphomet, padahal simbol baphomet adalah, jika puncaknya berada di bawah, bukan di atas seperti kalung saya ini.

Pentagram sendiri di anggap sebagai simbol mejik dari para penyihir untuk melindungi dan atau menambah kekuatan sihir mereka.

Dalam pancha maha butha/ Pancha Bodhas, 5 sisi tersebut di anggap menunjuk pada tiap tiap elemen di bumi ini
Teja/Agni = api = fire
Apah = air = water
Bayu/Vayu = angin = wind
Pertiwi/prtivi = tanah = earth
Akasa = ether = spirit

sehingga menimbulkan kesinambungan dalam dunia. Selain itu, pentagram merupakan salah satu simbol tertua, yang digunakan bagi para pemuja dewi venus, yang merupakan simbol Yin Yang nya orang barat sana, menggambarkan keharmonian pada pria dan wanita dalam seks.

Kalung ini, telah mengait di leher saya selama kurang lebih 3 tahun, agustus 2005, di belikan oleh (alm)pacar waktu itu. Alasannya? Almarhum merupakan salah satu orang yang percaya bahwa pentagram adalah simbol magis, dan berharap bisa melindungi saya di saat dia tidak ada. Syirik mungkin, ajimat bagi saya, soooooo last millenium banget, dan saya menginterprestasikan kalung pemberian dia sebagai simbol posesivitas. Saya (saat itu) miliknya, apa lagi karena kalungnya kembaran (ah noraknya pacaran jaman dulu itu). Sampai saat ini, alasan saya tidak ingin melepasnya adalah, selain karena dia masih di hati saya, saya pun belum mendapat penggantinya πŸ˜‰

Jadi, saya ini bukan pengikut sekte kesetanan ataupun pecinta aliran musik khusus πŸ™‚

*ah jadi kangen almarhum*

Yang Masa Lalu

Aku akan bertemu masa lalu
sang kesedihan.
Yang tanpa pemberitahuan memberiku pesan :
“aku ke jogja, Jumat. Aku ingin cium kamu”

bergetar, terenyuh, suram, kesedihan.
Tak ada yang bisa kuingat dari dirimu, selain, 2 bisikan berat terakhirmu di telingaku
“Aku menginginkanmu, sangat” dan “Kalau kamu tak mau meninggalkanku, aku yang akan pergi dari kehidupanmu”

Dan lalu kau menghilang, membuat ku limbung di tengah jalan.
Dan kini kau seenaknya pulang,
hatiku menjerit, nafsu, rindu, hangatnya pelukmu, kenangan, dan kembali kesedihan.
“Aku pun menginginkanmu, sangat”

tapi jariku tidak menulis itu, jariku memaki “Aku membencimu, sangat”
sebesar aku menginginkanmu…

Dan jumat, aku akan bertemu masa lalu,
sang kesedihan,
yang entah telah bermetamorfosa menjadi apa.