Yang bermain kata

xanderlocke wrote:
Diskusi yg baik itu, menyerang pendapat lawan bukan menyerang langsung ke orang nya. Tetapi dalam debat pro dan kontra terkadang menyerang langsung ke orangnya dengan kata2 sedikit offensif diperlukan untuk memprovoke lawan. Dr reaksi lawan kita bisa menentukan kondisi mental lawan dan menentukan langkah selanjutnya

Debat forum itu lebih dikenal dengan mind game… jd lebih baik membalas dengan logika bukan dengan emosi… karena dr situ terlihat kemampuan diri sendiri.

so buat kk agesta… jgn terpancing dengan permainannya choro… kalo panas sirem kepala dulu pake air dingin 1 ember… trus baru bales lagi postingannya…

makasih pujiannya kk gery 😳 jadi pengen peyuk peyuk nih 😳
kenapa ya saya kalo diajak diskusi selalu dibilang bermain kata dan mind game. kan dia duluan yang mulai. jangan main sindir yang tersirat, nanti kalo dibalikin repot loh njawabnya *wink wink*

Yang Membosankan

Saya baru baca2 posting si sodara kembar tentang hidup yang selalu sama dan Alien.
Terus entah kenapa saya jadi kepikiran, hidup saya membosankan.
Saya selalu memilih menu yang sama di restoran yang sama.
Memilih tempat duduk yang sama di sudut yang sama.
Menonton genre film yang sama.
Mendengarkan musik yang sama.
Membaca buku dengan jenis yang sama.
Memilih jam tidur yang sama.
Memakai pakaian yang sama.
Membuka web yang sama.
Merespon sesuatu dengan kata yang sama.
Memilih teman teman yang sama.
bahkan tipe pacar saya selalu sama.

Saya selalu suka hal baru, selalu penasaran pada sesuatu. Saya senang ketika diajak melakukan hal yang benar benar baru. Tapi ketika saya harus memilih sesuatu, akhirnya saya memilih sesuatu yang sama.

Ga heran banyak orang, misalkan tukang parkir amplas, atau kasir pizza hut, selalu hafal saya, apa yang saya pesan dan apa motor saya. Ew.. mengerikan.

Padahal selama ini saya pikir saya ini orang yang pembosan. Ternyata saya hanyalah wanita simpel sederhana dan setia pada hal hal yang sama. Ternyata diri saya lah yang membosankan.

Pantas saya tidak pernah addicted sama sesuatu (kecuali kissing :p), tidak pernah merasa sesuatu itu “wah”. Tidak pernah memiliki keinginan untuk mendapatkan sesuatu. Ternyata kehidupan saya, adalah rutinitas yang sama, rutinitas yang membosankan. Saya membosankan.

Semoga saya tidak menjadi alien karena rutinitas ini.. Ew..
pS : danke honey.. kamu ga pernah nongol YM? Kan udah di jakarta say T_T miss you

Yang Kebiasaan

Ketika seseorang punya habbit yang sudah mendarah daging, sulit untuk mengubahnya. Seperti yang sedang saya alami. Saya selalu punya kebiasaan tidur subuh bangun dhuhur. Jam 3-4 pagi biasanya saya baru terjun bebas ala lumba lumba ke ranjang, dan jam 11 siang tanpa berdosa saya baru keluar kamar.

Walaupun saya punya janji pagi hari, tetap saja saya baru tidur jam 3-4 pagi, dengan konsekuensi saya mudah senewen, los pokus *err,, kalo los pokus sih selalu*, dan linglung sampe jam 11 siang. Jam biologis dimana otak saya mulai bekerja.

Akan tetapi, ketika saya harus memundurkan jam bangun saya dalam beberapa hari berurutan, otomatis saya harus memundurkan jam tidur saya agar tidak linglung dipagi harinya. Masalahnya, tidur jam 10 malam itu benar2 sulit. Selain tenaga dalam diri saya masih banyak, saya juga harus konsentrasi supaya saya lelah dan tertidur. Akibatnya lebih parah, tidur jadi gelisah dan malah tidak nyenyak, terus terusan bolak balik terjaga sampe jam 4.

Lalu masalahnya apa? Masalahnya, saat ini saya frustasi. 3 dari 5 final exam saya mengharuskan saya jam 8 sudah ada di kampus! Dem.