Yang Kebiasaan

Ketika seseorang punya habbit yang sudah mendarah daging, sulit untuk mengubahnya. Seperti yang sedang saya alami. Saya selalu punya kebiasaan tidur subuh bangun dhuhur. Jam 3-4 pagi biasanya saya baru terjun bebas ala lumba lumba ke ranjang, dan jam 11 siang tanpa berdosa saya baru keluar kamar.

Walaupun saya punya janji pagi hari, tetap saja saya baru tidur jam 3-4 pagi, dengan konsekuensi saya mudah senewen, los pokus *err,, kalo los pokus sih selalu*, dan linglung sampe jam 11 siang. Jam biologis dimana otak saya mulai bekerja.

Akan tetapi, ketika saya harus memundurkan jam bangun saya dalam beberapa hari berurutan, otomatis saya harus memundurkan jam tidur saya agar tidak linglung dipagi harinya. Masalahnya, tidur jam 10 malam itu benar2 sulit. Selain tenaga dalam diri saya masih banyak, saya juga harus konsentrasi supaya saya lelah dan tertidur. Akibatnya lebih parah, tidur jadi gelisah dan malah tidak nyenyak, terus terusan bolak balik terjaga sampe jam 4.

Lalu masalahnya apa? Masalahnya, saat ini saya frustasi. 3 dari 5 final exam saya mengharuskan saya jam 8 sudah ada di kampus! Dem.

3 thoughts on “Yang Kebiasaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s