Yang berguna

“Tidak ada yang lebih menyedihkan daripada tidak berguna, tapi masalahnya adalah, kau akan melarikan diri atau tidak”

Kutipan tersebut saya ambil dari dorama bambino. Ya ya, saya sedang mood swing berat, sedan merasa tidak berguna. Gara garanya, Susan, teman saya yang cantik dan maha cerdas dan ah, saya terdengar iri berat menuliskan dirinya. Masalahnya sepele, tapi entah kenapa, mungkin saya terlalu sensitif. Saya di anggap belum sepadan melakukan sesuatu bersama teman teman kelompok.

“Is it so hard to say I’m useless?!” bentak saya, sedih, sakit hati dan kecewa dihadapan kelompok itu.

“IYA! Lu cengeng kalo di kasi tau, lu berisik dan jadi rese. Emang kita semua mau babysitting lu? Kita semua masih jaga perasaan lu dengan ngusir lu secara halus. Lu harus banyak berlatih untuk bisa melakukan ini, lu sok pede dengan kemampuan lu. Lu malas, lu ga pernah latihan! Mungkin harusnya kita ngomong gini dari dulu, lu ga berguna. Lu emang asyik buat have fun, tapi lebih dari itu, gak level!” Susan naik pitam.

Saya terdiam dan lari, ah.. lari.. betapa pengecutnya saya.

I know, I’m useless, but I tried. It is hard to be a bottom of something. It’s hurt your ego so much.

“Kalo lu bilang lu udah berusaha tapi pada kenyataan nya ga ada yang menghargai lu, itu artinya emang lu ga berusaha. Lu ga boleh puas, buat orang lumpuh, bisa berdiri emang amazing banget, tapi tetep aja, it’s useless if you need a score from runner. Lu harus bisa dari orang lumpuh menjadi pelari yang selevel ma mereka. Selama lu belum bisa, you can’t say “I tried” because you’re not.” Ah, bahkan dia yang namanya ga mau disebut di dalam blog saya pun ndak menyenangkan hati saya.

Saya jadi teringat kata kata bapak saya, “kamu harus jadi orang yang cerdas dan berguna bagi bangsa. Ngapain bersantai santai sekarang kalo membuat kamu ga berguna. Ingat, ndak ada orang yang mau temenan sama orang yang ga berguna, kalo ada orang yang bilang “walaupun kamu [silahkan masukkan sesuatu yang kalian anggap negatif di sini] kita masih tetep temen” mereka itu cuma orang orang munafik dan pendusta. Percayalah, manusia itu egois, kalo ada orang yang tidak memberi keuntungan bagi dirinya, ga mungkin mereka mau deket deket.”

Agh yah, saya memang tidak berguna, bodoh, ndak bisa di andalkan.

“Kalo lu emang ga berguna, ketika lu menawarkan bantuan think twice, kalo lu ga mampu, lu malah cuma nyusahin. And makes you much more useless.” kata dia yang ga mau di sebut namanya di blog saya sambil melenggang pergi meninggalkan saya yang menangis sendirian di sini.

“You shouldn’t cry. If you have time to cry, you better train yourself!!”

Ah,, thanks for make me hates myself so bad dear. Not because your words. Toh memang ndak ada orang salah yang suka di salahkan, tapi karena saya ternyata benar benar pemalas untuk berusaha tapi gila dihargai. Damn myself.

Yang Perempuan

perempuan, se tomboy apa pun, se keras apapun, se bebal apapun, se brengsek apapun, tetep aja perempuan, punya hati, sensitif, bisa nangis.

kira kira begitu nasehat dia yang tidak ingin disebut namanya didalam blog saya. nasehat yang ditujukan buat seseorang ketika mencoba melukai saya *halah*

saya bukan perempuan manis dan baik hati. kata bapak saya, perempuan itu harus mandiri, harus siap hidup dengan kakinya sendiri, harus kuat, harus bisa membawa dan membesarkan namanya sendiri. harus bebal dibanting dunia, harus keras supaya siap menahan beban sendiri.

kata temen saya itu berlebihan, nda baik, cewe harus manja, harus bergantung, ndak bakal ada cowo mau cari cewe mandiri, buat apa pacaran sama orang yang ga membutuhkan bantuan orang lain.

tapi saya harus jadi kuat, saya ndak mau jadi wanita yang nantinya terlunta lunta karena prianya tidak bertanggung jawab. tapi toh, jadi wanita yang kuat itu susah, emang enak di cap brengsek? emang enak di cap bebal? emang enak di cap egois?

perempuan sekuat apapun, tetap saja hatinya kaca, rapuh, di sentil dikit hancur, cengeng, still need a shoulder to cry on. saya ndak paham apa yang ada di pikiran orang orang, karena kuat maka bebas menyakiti? karena dia bebal seenaknya aja dimaki maki? karena brengsek maka sepuasnya diludahi?

ah sudahlah, cuma catatan mood swing.

Yang tertawa

Ada pepatah, “tawa membuat kita lebih bahagia”, tapi nyatanya ndak semua tawa membuat kita bahagia. Ndak, ini bukan bercerita tentang tawa sinis, tapi tawa gara gara nonton film komedi. Lho, kok bisa bikin ndak bahagia? Lah, coba bayangkan ketika anda tertawa terbahak bahak karena film, lalu tiba tiba rahang anda ndak bisa di katupkan lagi. JEGERR!!

Kira kira itulah yang terjadi pada adik saya tengah malam kemarin. Jam 10 malam, ketika asyik asyiknya tertawa ketika menonton tv, rahang adik saya ndak bisa balik. Saya, yang kebetulan sedang kelayapan di jalanan sambil mencari sesuap nasi, segera menyarankan adek saya ke Rumah Sakit. Tapi dia ngeyel, ndak percaya kalo rahang yang geser bisa benar benar geser permanen. Malah nekat mau ngompres atau mijet sendiri. Atas desakan kakaknya yang caem ini dan sedikit tuntutan cowoknya, akhirnya dia mau masuk rumah sakit.

Sampai di rumah sakit, susternya senyam senyum dan penasaran dia kok bisa sampe geser gitu rahangnya. Yah gimana, wong saya aja sebage mbak nya mau ngakak pas liat dia di IGD. Bayangkan seorang gadis tergeletak dengan senyum 3 jari ala model. Sepertinya dia bahagia sekali dalam sakitnya. Padahal,,huahaha,, itu pegel banget mulut mangap terus terusan.

Duh, saya merasa kejam sekali sebagai kakak malah mentertawakan penderitaan dia. Nah, sama dokter igd, dia di kasih obat penenang dan rahangnya di reposisi. Kepalanya di perban kayak orang sakit gigi, dia disuruh istirahat dan dilarang tertawa dan menguap terlalu lebar sampai besok siang. Penambah penderita, dia dilarang bicara sampai perban nya di lepas. Sokooooorr!!! *duh kejem nya saya*

Yang bambino!

バンビーノ!

バンビーノ!

Bambino, dorama 11 episode yang menceritakan tentang Ban Shogo, seorang koki pasta dari Fukuoka yang memang pandai dan jago memasak, diutus ke Tokyo saat liburan musim semi untuk membantu di restoran kelas atas Baccanale di distrik Roppongi yang super sibuk.

Awalnya, Ban menyombongkan kemampuan memasaknya. Tapi menurut Chef Baccanale, kemampuan Ban tidak cukup jika disandingnkan dengan koki koki Baccanale yang memang profesional. Setelah 3 bulan tidak terlalu membantu, *Ban berakhir hanya menjadi asisten koki* ia kembali ke Fukuoka dengan perasaan setengah setengah. Di satu sisi dia ingin melanjutkan hingga dirinya diakui di Baccanale, tapi kuliah, pacar dan keluarganya menanti di Fukuoka.

Akhirnya Ban memutuskan, menghentikan kuliahnya dan putus dari Eri, pacarnya, meninggalkan Fukuoka dan kembali ke Baccanale. Tapi sampai di sana, dia malah ditugaskan di Hall (Ruang makan) sebagai pelayan, bukan di dapur sebagai koki. Ia lalu marah pada Kuwahara, manajer dapur, dan berkata “Aku membuang kehidupanku di Fukuoka bukan untuk mengiris roti dan tersenyum! Aku kesini untuk masak!”

Dan Kuwahara pun tak kalah sadis menolak Ban, “Pekerjaan sendiri tidak bisa dikuasai, berani berkata tentang cita cita. Dapurku tidak  butuh orang seperti kamu!”

Ban lalu berusaha, bekerja dengan baik di Hall supaya dia bisa bekerja di dapur. Dari yang merusakkan piring dan gelas hingga mencapai kerugian 127rb yen (12 jutaan rupiah) apakah mungkin Ban bisa lolos dari ujian Hall dan kerja di dapur?

Matsumoto Jun yang bermain sebagai Ban mendapat award sebagai Best Actor di Television Drama Academy Awards yang ke 53. Jadi bisa dipastika actingnya diatas rata rata, beda dengan Mirai Koshi Meguru yang komikal, dorama ini berjalan smooth dan drama sekali. Tapi ya drama usaha seorang bambino (bayi, dalam bahasa italia) untuk mencapai cita citanya.

ada 3 hal yang membuat saya kecewa dari dorama ini, 1. freezing scene untuk menunjukan sub title per chapter, karena scene scene yang di freeze ndak cantik, jadi bikin emosi kalo nonton. 2. endingnya rada maksa, 3. Dorama ini menekankan teknik, teknik memasak, melayani, mencicipi dan lainnya. Padahal saya berharap bisa melihat beberapa resep atau bentuk masakan yang bikin lapar. Tapi ya ndak ada. Huhu..

Oh ya, dorama ini recommended banget buat para wanita haus pria tampan. Karena di dorama ini bertebaran para tokoh yang.. “bajingan,,, ganteng banget!!”

Yang Mirai Koshi Meguru

未来講師めぐる

未来講師めぐる

Mirai Koshi Meguru adalah sebuah dorama komedi yang menceritakan tentang Meguru Yoshida, seorang guru cram school (kalo di Indonesia, bimbel kekna), yang di hari ulang tahunnya ke 24, mendadak dia bisa melihat masa depan (20 tahun kemudian) semua orang ketika perutnya kenyang.

Meguru, yang memang dekat dengan kakeknya, menceritakan kekagetannya akan kekuatan barunya. Usut punya usut, melihat masa depan adalah “bawaan turunan” keluarga Yoshida.

But this is not desease! This is pride!” tegas Jiijii (Grandpa).

Meguru, yang mencintai pacarnya, Yuuki, sangat shock ketika melihat Yuuki di masa depan. Yuuki yang saat ini keren dan tampan, ternyata 20 tahun kemudian adalah pria botak dan gemuk. Meguru pun berusaha keras membenci kekuatannya. Tapi ketika dia melihat salah satu masa depan muridnya, dan berhasil membantu muridnya untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik, Meguru baru merasa kekuatannya adalah anugerah.

Akan tetapi, Meguru tidak bisa sembarangan memberi tahu kekuatannya pada orang lain. Ketika dia memberitahu salah satu teman kantornya, tiba tiba masa depan teman kantornya berubah. Meguru lalu merasa bersalah dan berjanji tidak akan sembarangan memberi tahu masa depan orang lain.

Dorama 10 episode ini, banyak menceritakan tentang makna kehidupan, masa depan, dan tulus. Ya tulus, bagaimana Meguru yang akhirnya tersadar bahwa, Yuuki, baik dalam bentuk pria keren yang dia banggakan saat ini adalah sama dengan Yuuki 20 tahun yang akan datang walau di balut dengan paman botak berperut gendut. Dua duanya sama sama Yuuki yang mencintai Meguru.

Satu hal yang saya petik dari dorama ini adalah “Life is not a point, but a line.” Hidup ini bukan sebuah titik, tapi sebuah garis, pada akhirnya kita akan selalu menjalani hidup. Ketika Meguru melihat masa depan, 20 tahun yang akan datang hanyalah masa depan yang dipilih dari sekian ribu jalan menuju 20 tahun yang akan datang itu. Dan tidak berarti bahwa hidup mereka (yang dilihat oleh Meguru) akan berhenti di titik 20 tahun kemudian, tapi akan terus berjalan. Selain itu, masa depan pun bisa dirubah. Masa depan ada karena masa kini, dan bisa dirubah sejak sekarang tanpa harus melihat masa depan itu sendiri.

Satu kekurangan (atau malah kelebihan?) dorama ini adalah, semua adegannya terlalu komikal. Lucu sih, tapi buat beberapa temen saya, makna tersirat dari film ini kadang ndak sampai. Perlu pemikiran bijak untuk menelaah film ini dalam dalam (ce ilah bahasa nya, kek pelem berat aja nih). Salah, bukan karena film ini terlalu berat. Tapi justru film ini terlalu ringan, jadi “makna” setiap episode, bahkan setiap scene akan hanya numpang lewat di memori kita.

Mmm.. jadi apakah film ini layak tonton. Wah, saya pribadi sih merekomendasiin banget. Filmnya lucu, komedinya segar, walau kadang agak maksa. Dan yang penting maknanya bagus banget 🙂 Dan btw, Kyoko Fukada imut pisan.. apa karena saya ndak pernah nontonin doramanya Kyoko Fukada yah..