Yang KCB

Ketika mo ngetik postingan ini, saya berulang kali mencet delete sambil ngakak, ngetik lagi, delete lagi karena saya bingung harus menulis apa tanpa memberikan spoiler dan hinaan yang berlebihan pada film ini. Okay, sebaiknya kita mulai dari mana dulu ya? Posting ini akan sangat panjang, hihi.

Sabtu kemarin,

Advertisements

Yang AHASS Godean

Sekitar 2 tahun lalu saya akhirnya punya SIM dan punya rejeki buat beli motor. Nah, ketika memilih merk motor yang akan saya beli, salah satu kunci utama adalah kedekatan bengkel dengan saya. Karena itulah saya memilih merk HONDA *tanpa bermaksud promosi* karena bengkel AHASS nya sangad amat dekat dengan rumah saya. Kurang dari 300 meter, saya bisa ngglundung untuk kesana, plus, di sebelahnya ada warnet yang cozy abis, bisa sambil browsing atau saya tinggal pulang.

Servis rutin gratisan di AHASS Godean bisa di bilang so so, mbak mas nya ga begitu ramah, saya agak sebel ama mas masnya yang ndak cute dan pelit senyum, huh! Bikin ndak nyaman kalo duduk lama lama di bengkel dengan suara berisik ples muka masam mereka. Lalu ketika masuk servis bayar, sikap mereka ya sama aja, huhu, akhirnya saya lebih banyak ninggalin motor saya daripada nungguin mereka disana.

Ada kejadian ketika speedometer saya ngaco, buat saya itu penting untuk di benerin, soalnya saya suka ga pokus kalo nyetir, lah, kalo mendadak liat panah speedometer saya di angka 180km/jam bisa bisa saya sakit jantung mendadak di tengah jalan, hihi.. Alih alih di benerin, malah ditangguhkan sama mereka, bilangnya speedometer saya itu harus di ganti, padahal motor saya belum berusia 6 bulan. Pahitnya lagi barangnya belum datang, dan penggantian speedometer saya di tunda tunda sampe motor saya berumur 6 bulan.. Dan harus bayaaaaaarrr!!! Ini pasti konspirasiiii!! Huuuuhh!! Padahal kata temen saya, itu cuma masalah kabelnya, ada yang kendur.

Pernah juga suatu hari motor saya mogok secara mendadak, lalu beberapa jam kemudian nyala lagi, ketika ditanyakan ke ahass, mereka ga tau apa apa dan ketika di cek, ga ada yang salah sama si Ovre, motor saya. Huuuuhh,, sempet bete, sempet pengen mogok aja service di sana, lah tapi gimana, Ovre kudu di rawat olinya biar tetep rajin bawa saya jalan jalan. Kalo service di tempat lain tuuuhh,, kotoooorr (entah kenapa, AHASS Godean itu bersih loh), jauuuhh, gak ada warnet di dekatnya *halah*, dan ga bisa ngglundung ke sanaa!!

Akhirnya selama 2 tahun ini rutinitas 2 bulan sekali kesana membuat saya terbiasa, yah.. mo gimana lagi, dah lah terima aja, toh saya ini pindah segan mogok (service) tak mampu. Tapi tetep aja masih ada banyak hal hal kecil yang mengganggu saya, masnya tuh selalu salah ngeja nama saya, ada masalah di huruf H! trus stiker kapan service selanjutnya suka ga ditempel, kalo di tempel mukanya langsung jelek seakan akan mo bilang “haduh saya ini sibuk, cuma stiker aja apa masalahnya!!”, suka salah hitung kalo nagih bayar, suka ga telepon kalo motornya ditinggal. Benciiiiiiii!! Hihi, masalah nya sepele sepele, tapi.. kalo masalah sepele aja mereka ga becus, gimana kalo ngurus masalah besar? Ya ga? Atau cuma saya aja sih yang terlalu into details? Lha kalo disuruh nilai gimana mereka menyervis motor saya, saya ga tau apa apa tentang oli dan motor. Dan sepengetahuan saya Ovre ga pernah ngambek yang aneh aneh sama saya.

Nah, hari ini saya kembali service sama AHASS Godean, parahnya pas ditinggal mbak nya ga nanya nama saya walo minta nomer hape saya, aneeeh tauuk nanti kalo dia nelpon salah sambung gimana?? Trus,, setelah 3 jam, kok ndak di telepon2.. Saya jadi panik, masalahnya tadi kata mbaknya si Ovre ngantri 2 motor, kudunya 2 jam dah kelar tuh si Ovre di service. Langsung lah saya ngglundung ke sana..

Pas sampa di sana, si mas mas nya langsung manggil, “mbak nya revo!” hihi, dah apal to ternyata. Pas sampe di kasir, si mas kasirnya langsung “Oohh, atas nama mbak Kuncoro yaa?” Loh, kok apal, padahal tadi ga ditanyain nama,, wooo, ternyata saya dah jadi guest of the year ya? Hihi,, ampe apal mereka. Setelah bayar dan nerima kunci, saya membuka jok motor dan,, wiiihh stiker “service selanjutnya” di tempel! Hihi, mereka mungkin cape liat saya mintain stiker mulu kali ya tiap 2 bulan. Dan setelah di perhatikan, waaaaaaaaaa.. si Ovre di poles! Di bersihin! Jadi kinclong! Jadi bersih! Jadi makin cakep! Padahal sebelumnya si Ovre belum saya mandiin sebulan, banyak debu kotornya, hihi.

Lha kok AHASS jadi berbuat baik gini ya? Bukannya saya ga puas si. Seneng lah kalo di service enak gini. Cuma kan jadi benci benci sayang :p Mo pindah jadi tambah segan, hihi. Duh ya, semoga aja AHASS makin baik lah kedepannya, mbok ya itu montir nya di suruh pasang wajah resepsionis, yah kalo montirnya ga bisa, kasirnya deh, mukenye jutek jutek, bikin orang yang sumbunya pendek kayak saya pengen noel2 tu jidad biar ga keliatan galak, hihi. Juga di tambahin mas mbak good looking biar pelanggannya betah duduk lama lama di sana ngeliatin mas mbak yang cakep2 (hihihi, jokingg)

Yang second chance

On a night, one of men from past asking me.

Him : If I, come back to jogja for you, will you give me a second chance?

Me : Second chance for what?

Him : For.. starting a relationship with you, again.

Me : Lol, You not using your first chance yet

Him : I’m sorry, for the past..

Me : Will you leave me again?

Him : May I ask you? Do you love me?

Me : Do you love me? πŸ˜‰

Him : Cheater! I ask you first :p

Me : I only love someone who love me. Do you love me?

Him : I don’t know. I’m.. confuse, lol. You know, the reason why I’m afraid to made relationship with you in past always comes up, questioning me. I’m not sure, but I want, and I will go back to Jogja, if you’re there. If you accept me again, if you.. giving me the second chance..

Me : Honey, a relationship should made because two person have same feeling. Not one person had and others only enjoying it. I appreciate and opening my heart, letting everybody to love me. You know me, I hate something uncertain, I want everything certain, it doesn’t have to be perfect, it only have to under control. MY control. You know me, I am selfish, childish and stubborn, I need somebody who can lead me to the “right-path”. Not somebody to play around, it will make us have a cat fight that we already had in the past, and you know, it isn’t cool. You know me, I’m easily loving some one, I am easily giving my heart to someone who said “I love you” to me. And you know it always easily tear apart. I hate to be sad..

Him : You can’t forgive me, right 😦

Me : I’m not saying πŸ˜€ if you want to go back here, and for me, its okay, you always own my heart. But I don’t want to trapped under “uncertainty” with you, again. It should be clear, it HAS TO be clear. What do you want, what kind of relationship we want. Your turn to decide, I can’t decide again. I can’t have a relationship with somebody who doesn’t know his feeling to me πŸ™‚

Him : Mind if I take time, again, to think? I’m sorry, for anything.. I’m sorry…

Him signed out

*Offline Message*

Me : Nothing to be sorry. I’m not waiting anyway πŸ™‚ Don’t think to much, it’s not that hard to make a decision on this.

Yang Transformer 2

When I watch Transformer 1 about 2 years ago, I should admit that I scream in the theater because I adore the effect, the story, the effect (oops, already mention it). And I expect the same thing when I watch Transformer 2. It takes 2 days from premiere day, all ticked sold out, you should queuing 2 hours to get the last time that day.

I don’t want to tell you the story πŸ˜› I won’t spoiling, but this is what I thought after 147 minutes inside that cold dark studio (hey, it is supposed to dark, stupid choro) watching transformer 2 is like back on our childhood. Well, my childhood actually :p I was raised in “Power Rangers Era”, you know, middle 90-iesΒ  when almost television play their childhood hero, Black Masked Rider, Power Ranger, VR, Jiraiya, Gundam, and you cant point all sentai hero that time.

Transformer 2 is all boys ever wanted (boys, not MAN ;p) heroic human, protecting the earth, controlling the key of the protector of earth, wars, the tank-and-helicopter-and-missile-and-everything-it-takes-to-protect-you-because-you-are-the-only-hope-of-earth-to-stand-still, alien, wars (again :p), I giggled all the time when I watch this. I coming back to my childhoooooooooddddd,, yaaaayy~

I don’t say I loved it, yet can’t say I hate this movie, my friend alle and Mr. Yahya said this movie is boring, too fast, too much action so we can’t enjoy the moment of the fighting. But nico says, this movie is great with great graphic and great action. Well, I personally enjoy the graphic, no doubt it is great, who can say no? But my personal opinion, this movie is sucks in building character, it supposed to be funny, but only for five minutes? A mom character who won’t let his only one boy leave suddenly became too strong in the end? And asking her dad to let him go to protect the earth and sacrificing his-own-the-only-one-son soul?

The plot is unrealistic, it is just silly, the decepticon has infrared or whatsoevertheyshoulcalleditintheireye sight, they can look through, they can “sense” the movement, but still get tricked by sam hiding in pilar? or some house?? Really?

Aggh,, shut my mouth, shut my mouth! I started to spoiled it.

Okay okay, lets end this post. Transformer 2 is a classic movie (you know, like the hero is looks like failed but in the power of leadership, heroic and brave, they can make it better and rightness always win :D) with classic action (protecting the earth, struggling to safe the power to destroy earth, fusion of robots, ou yeah, I want to yell “go go power rangers!” when I watch the fusion) in superb cgi. It is beautiful, nice looking, satisfying your eye, but not your brain. You don’t need to think in this movie, all you need is enjoy, and flashback to older memories, welcome to power rangers era πŸ™‚

Yang keadilan


Jadi gini lo, sebenernya saya malas ikutan latah tentang Ibu Prita dan RS Omni, bukan karena saya ga care, tp saya ga paham perkembangan beritanya, di satu sisi saya masih penasaran tentang bagaimana kisah menurut RS Omni yang entah kenapa sama sekali tidak memberi kejelasan pada khalayak, wajar kalau orang langsung menjudge bahwa RS Omni sangat pengecut dan berlebihan dalam menanggapi (menghukum) ibu Prita, bahkan bisa bisa orang bereaksi bahwa sebetulnya RS Omni memang salah, dan berniat membungkam Ibu Prita. Lha, ngasih bantahannya aja cuma “berita tersebut tidak benar” titik, sudah, finish, the end.

Tapi tiba tiba saya tersedak ketika membaca sebuah potongan berita dari kompas.com

Rabu, 3 Juni 2009 | 13:33 WIB

Laporan wartawan KOMPAS Wisnu Nugroho A

JAKARTA, KOMPAS.com β€” Tentang belum adanya komentar dari Istana soal kasus yang meninpa Prita Mulyasari yang saat ini ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Tangerang, Banten, Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa membuat pembedaan antara jelita dan jelata.

Pembedaan itu disampaikan secara berkelakar sambil makan rujak di ruang jumpa pers Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (3/6). Pernyataan itu keluar saat ditanya kenapa untuk kasus Manohara Pinot Istana bereaksi cepat, sementara untuk Prita belum ada juga keterangan. “Itulah bedanya jelita dan jelata,” ujar Hatta sambil mencolek sambal rujak dengan mangga muda.

Meskipun demikian, Hatta mengemukakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menyampaikan keterangan soal Prita seusai rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden. Untuk hal yang serius, soal kasus Prita, Hatta berujar hal itu menjadi tantangan dari Undang-Undang Pers dan cyber law.

“Masyarakat banyak yang belum paham, tapi intinya bagaimana memperlakukan informasi dengan benar. Apakah si Ibu itu ingin menyampaikan keluhannya atau apa,” ujar Hatta.

1. Saya ga tau apa lelucon di atas dimaksud lucu atau ngga, tapi kalo pun dimaksudkan lucu, saya jadi yakin bahwa.. Selera humornya bapak Hatta itu JELEK sekali. Entah apa saya yang sensitif, tapi bukannya seharusnya dia malu berkelakar seperti itu, dia membawa nama kantor presiden loh, dengan mengatakan itu seolah2 Kantor Presiden memberi ketegasan bahwa, jika situ mau di proses hukum dengan cepat, pastikan situ cantik, tajir, berkuasa dan atau punya nama. Yayaya, saya sensitif..

2. Untuk masalah “apakah si ibu itu mau mengeluh ato mau apa” saya belum melihat adanya usaha perusakan nama baik di cerita ibu Prita. Yang hanya dibalas dengan bantahan lembek seperti ini. Biarlah publik yang menjudge, mengapa tanpa memberikan bantahan yang jelas, RS Omni memenjarakan ibu Prita. Biarlah publik juga yang sadar, bahwa hukum kita tidak seadil pancasila.