Yang KCB

Ketika mo ngetik postingan ini, saya berulang kali mencet delete sambil ngakak, ngetik lagi, delete lagi karena saya bingung harus menulis apa tanpa memberikan spoiler dan hinaan yang berlebihan pada film ini. Okay, sebaiknya kita mulai dari mana dulu ya? Posting ini akan sangat panjang, hihi.

Sabtu kemarin, saya, mas alle, mas herman, mas nico, gun, pangsit, iphan dan mbak sita, berencana NoBar film asli mesir dan membangun jiwa ini.  Kesambet apa? Jangan di tanya, mungkin penasaran seberapa menakjubkan pemandangan mesir di film ini dan membuat KCB bertahan lebih dari 3 minggu di XXI.

Sebetulnya banyak review di internet yang bilang bahwa film ini jelek, sangat jelek, lebay, sinetron wannabe, jelek, terlalu jelek untuk jadi nyata *halah*. Setelah ngaret 1 jam 20 menit dari janji awal, akhirnya dapet juga 8 tiket XXI, studio ga terlalu rame, mungkin karena sudah 3 minggu, animo penasaran masyarakat akan film ini sudah mereda.

Opening tidak terlalu menarik, gambar agak pecah, tapi saya menikmati soundnya, suara rebana dan musik yang di mainkan bisa di bilang pas. Tapi ke”pas” an itu rusak ketika ada adegan tari Saman. 2 musik bagus tapi kalo tumpang tindih jadi jelek, ga jelas, ga cantik. Dahi saya mulai berkerut, ini soun makernya tolol sangat apa ya? Belum lagi ada dialog dialog di mulai tapi backsound itu tidak jadi backsound, akibatnya baru di awal2, saya sudah harus menajamkan telinga untuk mendengar dialog antar pemainnya.

Awal cerita adalah bazaar masakan dan seni Indonesia di kedubes indonesia di Turki (eh, itu ceritanya turki apa arab ya? yah di sana lah pokoknya, salahkan backsound yang lebih mirip front sound dan bikin suara pemainnya ga jelas), putri kedubes yang ceritanya lulusan perguruan tinggi di Prancis tampak mengenalkan tari Saman dan masakan khas Indonesia. Eliana.

Ternyata ayah Eliana, sang kedubes, menyukai bakso buatan katering di acara sebelumnya, Azzam. Maka dari itu, Eliana kembali menyewa Azzam, membuatkan Ikan Bakar. Sebelum acara, Eliana mengingatkan Azzam untuk tidak pulang dulu karena mau memberikan surprise.

Azzam tidak terlalu memikirkan permintaan Eliana, lalu meninggalkan sebelum acara itu selesai. Eliana yang kebingungan akhirnya menelepon Azzam,

Mas Azzam kok pulang dulu sih? Aku kan mo kasih hadiah buat mas Azzam, aku mo cium mas Azzam, French kiss.

Baiklah, jangan gempar dulu sodara sodari, jangan panik, tenang, film ini ga ada adegan ciumannya kok, kalopun ada ya pasti sudah di potong :p. Tapi pikir deh, posisi Eliana dan Azzam adalah pimpro dan pekerja lapangan, bukan teman, bukan sahabat, bukan pacar apa lagi suami istri. Entah film ini mau menggoblokkan masyarakat bahwa wanita yang pernah kuliah di barat akan gampang minta nyosor ke semua orang, ato cuma ingin menguatkan bahwa Eliana ini dari Prancis, tapi sama saja. Sama sama alasan tolol yang membuat tokoh Eliana ini sangat sangat goblok. Mungkin pembuat film ini belum pernah punya teman di luar negri ya? Bahkan bule pun ga akan mau ngasih ciuman sembarangan kecuali dalam keadaan mabuk atau taruhan. Apalagi french kiss, bisa di google :

A French kiss is often used by lovers to express their intimate feelings toward each other, whether in passing or as a prelude to sexual intercourse (as a part of foreplay). French kissing also occurs frequently throughout actual intercourse. A French kiss is thus a highly intimate affair, and in a manner of speaking symbolizes a side of the physical love one has for the other. In essence it can also be called a passionate or loving kiss.

Lupakan adegan minta cipok tadi, oh ya, di adegan masak ikan bakar itu akan terlihat iklan kecap, dan pemotongan gambar blue screen yang banyak di bahas di blog blog lain yang memperlihatkan betapa nyubinya editor film KCB.

Banyak adegan yang saya pengen teriak “skip!! SKIIIPPP!! HENTIKAAAAAAAN!!!” Salah satunya adalah ketika salah satu teman kontrakan Azzam membawa temannya. Tiba tiba Azzam masuk dengan mendadak marah, murka, lalu bertanya “SIAPA ITU!”

Jujur, kalo saya bad thingking, Azzam dan temannya tampak seperti pasangan gay yang terbakar cemburu, huahahahhaa.. Azzam memaksa temannya mengusir pria bernama Wail itu yang akhirnya diketahui merupakan buronan.

Okay.. adegan ini sangat sangat absurd, lah katanya teman, gimana si?

Mendadak serombongan polisi masuk menggedor2 pintu, dan membuat temannya yang lain pingsan karena teringat masa lalu ayahnya yang di zalimi di aceh.

Skip adegan ini, muncul lah Furqan dan Azzam sedang berbincan bincang, Furqan sebetulnya menyukai Eliana, akan tetapi dia terlanjur mengkhitbah (melamar) wanita lain. Azzam pun curhat tentang Eliana kepada pak Ali, pak Ali bilang Azzam kurang cocok untuk bersanding bersama Eliana, pak Ali menyarankan Azzam meminang putri haji Lutfi (cmiiw), Anna somethingsomethingnisa, dan kebetulan sodaranya ada di Kairo. Tanpa pikir panjang, Azzam segera meluncur ke rumah paman Anna dan melamar tanpa ba bi bu. Pamannya menolak karena ternyata temannya, Furqan, lebih dulu melamar Anna.

Saya shock, Ya Oloooooooooohhh, kebelet kawin ya ini yang bikin cerita? Iya saya tau dulu ada sebuah cerita seorang pemuda yang melamar putri tanpa melihat wujud putri tersebut, padahal telah di kabari bahwa putri itu lumpuh, buta, bisu dan tuli, tapi ini kan dua ribu sembilaaaaaaan!! Enak bener ngajak kawin, padahal dia tau dia kuliah belum kelar, kerjaan ga ada, masi harus ngurus keluarga dan lainnya, ngajak kawin??? Huahahahhaa…

Skip skip skip, di kisahkan Furqan, yang sudah tinggal di apartement paling mewah se kairo, mengungsi ke hotel, dan mengambil president suite, hanya untuk mempersiapkan dirinya sidang master. Sarah Italiano, a girl from nowhere menelpon ke hotel, tanpa memberitahu dapat nomernya darimana (Dan Furqan ga penasaran???) yang mengajak Furqan pergi, tapi ditolak karena Furqan benar benar ingin konsentrasi. Sarah kecewa dan tampak marah. Lalu tiba tiba sudah keesokan harinya (iya, tiba tiba, ga tau gimana dan kenapa) dan tampak adegan Furqan ngecek bawah selimut dan bingung kenapa dia bisa bangun bugil.

Asli, adegan ini ngakak pol, ngapain cek bawah?? berkali kali pula? mastiin adeknya ga ilang? hwahahaa, kan kalo cowok ga kerasa to ya habis di perkosa apa ngga, beda loh ya ama cewek *ngakak*

Furqan panik lalu membuka laptopnya, dan menerima email, black mail dari Sarah yang mengancam akan menyebarkan foto nya kalau tidak menyerahkan $200,000 ke rekeningnya. Selidik punya selidik, ternyata Sarah Italiano adalah penjahat internasional yang selalu mengancam korbannya dengan cara yang sama, parahnya 80% korban Sarah akan terkan HIV, setelah di periksa, ternyata Furqan juga terkena HIV.

Haduh kok ga kelar kelar ceritanya? Lha sabar, ini masi separuh cerita, belum lagi di ceritakan tetesan airmata penuh rindu ibunya Azzam di pojok kartasura tercinta, cerita pertemuan Azzam dan Anna, cerita peminangan Anna dan Furqan, cerita salah satu teman Azzam yang mengalah ketika kekasih pujaan hatinya dilamar teman lamanya, dan lain lain.

KCB tampak seperti kumpulan film pendek, ga ada intinya. Yah mungkin inti yang sampe saat ini saya dapatkan adalah, mahasiswa mahasiswa kebelet kawin. Akting lebay, cerita ga berinti, dakwah yang terlalu gamblang seakan akan menyindir kemampuan santri santri beragama itu, sound yang najis dan tiket yang mahal akan membuat mengguncang jiwa anda, sesuai dengan tag film ini tapi dengan makna yang berbeda.

Banyak orang yang memuji muji film ini yang sangat sejalan dengan novelnya dan membuat puas penggemar novel KCB. Tapi HEI! Ini kan film, kita ga berbicara novel atau pun serupa tapi tak sama dari film dan novelnya. Film adaptasi yang baik adalah film yang mampu membuat orang yang belum membaca novelnya jadi ingin membaca novelnya. Contoh bagus, Pintu Terlarang dan atau Harry Potter 5. Tapi KCB? Ah sungguh, saya lebih baik di suruh Salat daripada membaca goresan pena penuh rindu dari pria yang tak mampu menahan desakan ingin kawin nya. Apalagi mengingat biaya pembuatan film ini yang menyentuh 20 Miliar, DUA PULUH MILIAR SODARA SODARI!! PEMBOROSAN!!! Pembuatan Nagabonar jadi dua yang katanya ga sampe semiliar (Cmiiw) aja bagus.

Seorang teman, ketika saya menceritakan betapa lucunya film KCB ini, ikut tertawa dan menyindir

Emang kamu kekurangan Tuhan po chor? Orang orang yang semangat menonton film islami dengan harapan mendapat siraman dakwah kan orang orang yang kekurangan Tuhan, yang belum mampu memaknai Al Quran dan Hadist dan terlalu tolol untuk mencerna kata kata ulama di Jumatan, makanya dia nyari pelarian ke film.

Saya terkekeh geli, lha jelas saya semangat nonton film ini, wong gratisan :3

Review dari korban KCB yang lain :

Oleh Herman Saksono

Oleh Alle

Oleh Iphan

Oleh Pangsit

56 thoughts on “Yang KCB

  1. fiuh… review kelima hari ini yang saya baca🙄

    untung ga baca bukunya..
    untung nontonnya pake tiket gratisan
    untung…

    ah sudah lah..😆

  2. kalo baca novelnya juga ceritanya terlalu lebar. terlalu banyak tokoh yang bercerita. apalagi diangkat kedalam film, tambah jelas gag ada intinya.

    sekian review dari saya, review panajng lebar tentang film King ada di blog saya*lho*:P

  3. iyah filmnya lebayyyyyyyyyy bgt….

    tapi lumayan bisa buat bahan becandaan…

    bagian yang paling gak nahan ada pas tulisa TO BE CONTINUED.. nya keluarr… heeiiiii… ini FILM ato SHITNETRON????????

    hari potter, rocky yang bersambung ampe lima kali juga(CMIIW) ga pernah ada tulisan TO BE CONTINUED…

  4. Alhamdulillah, ada ikhwan yang begitu kritis. hanya saja mungkin kata-kata yang dipakai kurang santun. Semoga mampu membangun perfilman kita menjadi lebih baik. lebih2 bagi film2 yang mengajarkan moral dan etika dalam hidup. Alhamdulllah film ini cukup menghibur saya. leih dari itu, saya sangat kagum dengan nilai2 yang benar2 ditanam dalam film ini. saya harus banyak belajar dari film ini. sekian..

  5. Ukhti, choro…
    Afwan sebelumnya, semoga pengalaman ini tidak membuatmu kapok untuk mencari pesan dakwah dalam film2. Kuatkan hatimu untuk menonton KCB kedua nanti ya? Mungkin apa yang ukhti cari dalam hidup akan ditemukan di sana.

    Jazakallah.

    -salam rindu dari kota hujan-

  6. @tauviq
    nganu, saya AKHWAT

    @nonadita
    tidak ukhti, saya tidak kapok kalo gratisan lagi, sungguh. saya akan menguatkan hati iman dan jiwa untuk tidak muntah dan muak lagi di KCB dua. saya sudah menemukan Tuhan saya, saya sudah menemukan diri saya sendiri, tidak ada lagi yang saya cari ya ukhti, salam penuh cinta dari kota gudeg ya ukhti, wassalam mualaikum

  7. Tipikal umum bangsa Indonesia, N-A-T-O : No Action, Talk Only. Sudah terlalu banyak orang di negeri ini yang pandai bicara & mengkritik tp toh Human Development Index kita semakin melorot saja. Ayo dong buktikan bisa buat film yg berkualitas tp tanpa melanggar syariat Islam. Sutradara Chaerul Umam dari dulu dikenal sgt konsisten dlm jalur film2 bertema Dakwah. Dari film Al-Kautsar thn 1977 misalnya, di film ini penyair Rendra (si burung merak) mulai mendapatkan hidayahnya hingga menjadi muslim.

  8. wah kalo setiap kritik harus dibuktikan dulu lalu buat apa kritik? ini adalah sanggahan dari orang yang ga mau dikritik

    wah lu ngritik pembuat pelem itu? buktiin dong lu bisa bikin pelem juga, di kira gampang apa bikin pelem!
    lah kalo gitu semua orang ga berhak ngritik pembuat pelem? trus kalo hasil pelemnya ga mutu juga kita sebage konsumen kudu peduli amad? waahh KAPAN MAJUNYA?

    masalah nya bukan di syariat islam atau bukannya, bung! masalahnya ini film komersil, walaupun berbau islam, tapi ini untuk dijual, pengkritiknya siapa? ya jelas pasar, nyatanya pasar ga puas dengan editing atau seni di dalam film ini, INI FILM bung, bukan cuma dakwah, bukan ceramah selama dua jam dan gratis.

    saya ga mengkritik kaidah islamnya di film ini kan, yang saya kritik, film ini sucks, efek jelek, cerita ga jelas, akting buruk, kenapa saya berani mengkritik? karena saya pasar, saya bayar dan saya konsumen atas film brengsek ini. masa konsumen ga puas kudu diem? waahh berarti orang orang dalam pembuatan ataupun pendukung KCB ini maha benar ya? ga boleh salah ya? ga boleh di kritik ya? sudah jadi tuhan kecil ya? harus ditaati?
    wah wah wah, lebih baik kafir daripada bungkam.(buat saya, bukan ajaran agama situ kok)

    • Yah, mudah2an mbak bukan termasuk barisan org yg sakit hati karena gak lulus casting. Tp klo baca profile mbak, serem juga ya. Mang bener mbak punya banyak koleksi “Adult Video” ? Wah, cepat2 dibakar tuh mbak, mumpung belum terlambat. Mudah2an Jogja tidak goncang lg…:D

  9. lha, saya malah ga tau ada castingnya, lagian ga minat jadi artis tuh, saya kan ga sedesperate situh yang ga punya fans

    iya punya banyak, iri? ngapain di bakar? wong pas saya punya saya tinggal di jakarta dan jakarta ga gempa pas saya jualan bokep, ih sok tauuuuu situ bener bener tuhan kecil yah ;))

  10. “MUCHLIS, ST
    Staf Humas Departemen Agama Pusat
    sub Hubungan Lembaga Resmi & Media Massa”

    ooohh, kalo sudah masuk depag itu harus selalu jadi manusia suci dan benar ya😉 nda boleh dikritik, nda boleh dihina, hihi, ternyata begini to cara memberi gambaran dari depag ke media massa (blog kan media :p) HDI merosot karena masyarakat memberi kritik, kasihan, untuk meningkatkan HDI ternyata salah satu caranya adalah membiarkan masyarakat tidak berpikir dengan akal.

    seperti kata mas iman “Umumnya orang mixed up dengan urusan agama. Seolah olah kita mempertentangkan logika agama. Padahal yang dikritik adalah logika bertuturnya film dan karakter penokohan.”

  11. hohoho…..
    serunya..

    saya sih belom nonton.. karena katanya plek plek persis novel..
    ntar aja liat di tipi [kalo sempat] ..

    karena ga ada gunanya saya keluar duit buat nonton.
    sejak liat pemilihan pemain saja saya udah gak pengen nonton.
    tak ada pria tampannya di sana.. :))

    kalo sekedar cerita, toh saya sudah baca novelnya..

    yah, anggap saja proyek film ini sbg reuni-an sineas sepuh.. biarkanlah mereka menikmati masa tuanya.. kita yang muda semoga lebih giat berkarya…
    Aaahaaaahaaahaaaahaaahaaa………..
    *kerasukan Mbah Surip*

  12. Yang sabar, tabah, dan tawakal menghadapi cobaan ini ya ukthi choro. Berserah dirilah kepadaNYA. Semoga Alloh SWT memberi kekuatan.

    Salam dari kampus UII Condong Catur tercinta.

  13. @Choro : Wah…jgn bawa2 lembaga dong mbak, sy toh tdk pernah membawa ttg lembaga. Di Depag pusat itu banyak bgt lho yg alumni UII. Ttg film KCB, jujur dr segi teknis ada sedikit kekecewaan krn sy sdh baca novelnya. Tp toh itu tdk mengurangi kebanggaan sy ttg film ini, karena sgt dijaga betul nilai2 syar’i didalamnya. Yah, minimal gak sampai menghujat or mengatakan film ini busuk. Makanya ke depan, saya berharap ada sineas muda yg menjadi penerus Chaerul Umam.

    Ok mbak Choro, mhn maaf atas tulisan2 yg tdk berkenan. Mudah2an kita bs menjadi teman yg saling mengingatkan dlm kebaikan.

    • loh situ ad hominem duluan ke saya, masa saya ga boleh ad hominem ke situ, enak amad, wahahahah

      trus kalo ada alumni UII nya memang kenapa? saya justru harusnya malu, kalo seandenya benar di dalam lembaga situ punya pola pikir yang sama kayak situ

      perlu berapa kali saya bilang, film ini BUSUK, dari segi kefilman, bukan masalah syariah dakwah ataupun keagamaannya, ini yang harus di pisahkan dalam mereview, saya ga akan berani mengkritik sebuah agama, karena saya bukan pasar agama, karena agama bukan sesuatu yang komersil

      sama seperti situ harus memisahkan cara kerja otak situ dan iman situ, dalam melihat sebuah film yang komersil (ini beda dengan film dokumenter atau film dakwah yang tidak di komersilkan) situ boleh tidak hanya menutup mata dengan iman pada agama karena kejelekan akting nya dan memblame orang yang mengkritiknya kalah dalam casting (yang saya aja bahkan ga tau ada kontes casting nya itu)

      jangan bikin malu muslim dong, jangan menunjukkan bahwa muslim akan menyerang membabi buta hanya karena orang lain mengkritik sesuatu yang anda anggap bersyariah padahal poin yang di kritik bukan di syariahnya. wahahaha

  14. alhamdulillah..

    subhanallah, semoga kita selalu dalam lindungan-Nya..

    betul kata ukhti Choro..
    Menjadi muslim toh bukan berarti harus menggadaikan akal sehat. Justru semakin banyak bertanya dan semakin kritis, menandakan kita berpikir.

    Itu tandanya kita sebagai umat-Nya ndak menyia-nyiakan otak sebagai ciptaan Allah yang dahsyat..

    Bukan begitu anta ukhti dan ikhwan semua?

  15. Film yang bagus yang islami emang sdikit dan KCB tdk bisa dipungkiri sangat bagus dan mendidik.hidup dan majulah flm yang islami.

  16. Saya pendukung positif film ini. Tapi anda lebih menikmati secara detail film ini. hebat. Mungkina waktu anda banyak dihabisin nonton sinetron sehingga berpengalaman.

  17. Pingback: Si Bungsu » Blog Archive » Kecewa Berat

  18. KCB dah jd sinetron koq… konfliknya paling standar…😛 aq dlu nonton KCB ga gt merhatiin maklum ga gt suka film umbar2 islam,, bqin padu aja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s