Yang cin(T)a

Poster cin(T)a

Poster cin(T)a

Beberapa bulan lalu, teman saya mengkampanyekan film cin(T)a via facebook. Setelah lama gak ada anginnya *atau lebih tepatnya, saya yang gak update sama berita cin(T)a* akhirnya pas acara L.A Light indie movie saya dapet kesempatan buat nonton trailer + teaser serta tanya-jawab-diskusi-dan-ngebanyol sama directornya langsung! Selain karena teasernya bagus, directornya Sammaria Simanjuntak lucu dan pinter banget “ngejual” film ini.

Setelah sempat kecewa karena gosipnya, film ini hanya di putar di blitz megaplex, sedang di jogja ga ada blitz, saya di kejutkan oleh berita film cin(T)a bakal tayang di Jogja-NETPAC Asian Film Festival. Sayang beribu sayang, koneksi saya ga mampu akses online ticket saat itu, untunglah banyak orang yang berbaik hati di titipi tiket😀 love you girls~ thanks yaaaaaa!!

Anyhow, datanglah hari yang saya tunggu tunggu, hari ini jam 15.00 sore tadi, saya ber desak desakan dan mendusel dusel di depan pintu masuk. Penuh perjuangan dapet juga sebuah kursi di pojokan.

First impression saya, openingnya bikin sakit mata, scene-blank putih-scene-blank putih.. huuuu, puyeng liat nya! Mendingan kan tulisan tulisan quotes opening itu di kasi frame putih, jadi tetep keliatan tanpa nyakitin mata *ya ya sok tau saya*. Sunny soon nya ganteng😀 dan ceritanya mengalir cukup tersendat. Untung ada teks bahasa inggris, karena suaranya ga cukup jelas di kuping saya, minimal saya paham mereka lagi ngobrol apa.

Aktingnya kaku, terutama Saira Jihan yang jadi Annissa, terlalu datar si menurut saya. Tapi ya berhubung masih film pertama ndak papa lah😀 trus banyak hal yang meloncat loncat, dan proses jatuh cinta nya terlalu “cepat”. Pie yo, ada yang kurang ketika mak benduduk mereka jatuh cinta. Tapi seperti kata pepatah, cinta kan datang dan pergi begitu saja😛

Sayang beribu sayang, pemicu konflik dalam film ini kurang nendang. Baiklah, saya paham akan adanya banyak konflik di dalam hubungan antar agama, tapi pasangan bertengkar karena pengeboman gereja? Duh, saya tau settingnya tahun 2000, ketika pengeboman gereja bener bener masih belum ngetren di indo *dikemplang* (etapi, tahun 99 kan udah ada pengeboman masjid istiqlal) tapi kan dalam kasus dua orang yang taat beragama, tidak mungkin menjadi renggang dan meragukan Tuhan karena orang lain mencoreng nama agama mereka.

Huh sok tau kamu chor! Padahal ya kamu sendiri meragukan agama kamu pas tahun 2000 karena kasus pengeboman itu kan! Hush, saya masi 10 tahun tho ya saat itu, pemikiran keraguan agama saat itu menurut saya kan karena kurang mengenal Tuhan dan kurang dewasa. Lha tapi kamu kan ndak pernah pacaran beda agama sok tau kamu chor! Mana kamu tau rasanya pacaran beda agama saat itu?

*tabok*

Enak aja, saya mah pernah tauk, dan cukup lama. Dulu ya ketika jadian sama Aan, dia dari awal selalu bilang gini. “Buat Aan, semua agama itu baik, karena semua agama mengajarkan kasih. Kristen, Islam, Budha, Hindhu, Katolik, bahkan Kong Hu Chu, ga ada yang ngajarin umatnya jadi jahat, kan? Makanya, Aan ga takut pacaran sama orang Islam, karena Aan tau, Islam bukan agama yang jahat.” Jadi kalo ada yang jahat itu mah bukan ajaran agama nya. Ya gak? Makanya, kalo ada orang yang bawa bawa agama cuma buat menjustifikasi ajaran agama yang lain, perayalah, bukan agamanya yang salah, tapi orang itu memang terlalu idiot.

Makanya saya bilang ga nendang. Atau karena saya aja yang ga sensitif ya kalo masalah antar agama? Kayak  ketika dia-yang-ga-mau-disebut-namanya-dalam-postingan-saya ngeyel ga mau pacaran sama saya yang beda agama sama dia, saya malah ngomong “memang nya kenapa kalau beda agama, Tuhan ga akan berubah cuma karena kita bercinta, sayang.”

Anyhow, film ini recomended buat ditonton orang orang yang mau nonton dengan “tenang”. Menurut saya, close up camera yang di lakukan Sammaria memuaskan mata karena Sunny Soon nya ganteng dan Jihannya ga jelek jelek amat *tetep yaaa, wkakakkaa* selain itu, soundtrack dari Homogenic nya bagus. Dan tentu aja ga bikin sakit kepala karena sound effect yang norak atau jokes super basi dan bikin eneg seperti yang lagi ngetren di kalangan film Indo saat ini.

ps : semua gambar dicolong dari Official Site cin(T)a

7 thoughts on “Yang cin(T)a

  1. mauuuuuuuuuuuuuuuu…. walau mungkin ekspektasi kita-kita terlalu tinggi sama pelem ini.. tapi tetep aja pengen nonton pelem yg mengkisahkan percintaan beda agama…

    pelem cinta beda agama terakhir yg pernah daku tonton tuh SABAH pas Jiffest 2007 dulu….

    ah, dijakarta masih tanggal 19 nih…😥

  2. openingnya menurut gw keren kok, chor.
    sakit mata apanya ya? kok gw biasa aja sih.

    soal konflik yg kurang nendang krn soal bom bs memicu pertengkaran, menurut gw gak juga. oke, di postingan review-mu yg bercampur curcolmu ini, dikau scr implisit udah menjelaskan bhw ini adl pendapat subyektifmu.

    kl dr aku, mereka berdua, cina dan annisa, latar belakangnya berasal dr lingkungan yg relatif singular/bukan plural. mungkin sebelum mereka ketemu, mereka brgaulnya dg orang2 dg pemikiran ‘sempit’ ttg agama. pertemuan mereka walhasil adl semacam konfirmasi prasangka masing2 atas agama masing2. jd mungkin aja, ketika bom itu meledak, annisa yg tiba2 merasa malu sedangkan cina dilanda kemarahan. mengapa, krn mereka belum bisa melepaskan diri sepenuhnya ego mereka ke agama masing2.
    again, itu interpretasiku.

  3. @gun
    hah aku kan cuma mbocorin pemicunya😛
    @billy
    kayaknya belum,tanggal 19 nanti baru di blitz kok
    @restlessangel
    aku ga bilang semua orang sakit mata, ya kalo mbaknya ga sakit mata ya ga ngaruh apa apa juga tho dengan mata saya
    lah itu kan saya udah bilang “apa saya aja yang kurang sensitif dengan masalah beda agama?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s