Yang Rose Red

Siapa yang udah nonton Rose Red? Rose Red adalah mini series yang ditulis oleh bapak horor Stephen King.

Diputar awal tahun 2002 di ABC. Miniseries berdurasi 254 menit (4 jam 14 menit) ini menceritakan sebuah rumah (atau mansion?) “Rose Red” yang dibangun oleh John Rimbauer untuk istrinya Ellen Rimbauer. Sayangnya rumah ini dikutuk karena menggunakan tanah Indian (cmiiw) lalu mulailah satu per satu pekerja konstruksi nya meninggal dengan cara yang tidak wajar, bahkan teman kerja, saudara dan John Rimbauer sendiri meninggal di rumah itu. Sampai puncaknya Ellen Rimbauer sendiri menghilang pada tahun 1950. Sampai tahun 1970an (cmiiw) di catat 26 orang meninggal “dimakan” rumah ini. Setelah itu, tidak lagi terdengar adanya gejala psikis dari Rose Red.

Dr. Joyce Reardon adalah seorang dosen Fenomena Psikis di Universitas Beaumont yang terobsesi dengan Rose Red. Dengan biaya kampus yang cukup besar, dia mengundang 6 orang cenayang (atau orang orang yang punya kekuatan psikis lainnya) untuk berekspedisi “membangunkan” Rose Red. Karena bagi Dr Joyce, Rose Red adalah “Sel mati”. Bagi Dr Joyce, ekspedisi ini berbuah seperti apa yang dia inginkan, tapi butuh banyak tumbal untuk itu.

Sudah nonton? Kalo belum, saya cuma ngerekomendasiin 3 jam pertama film ini aja *giggling* Openingnya bagus, kekuatan karakternya begitu di awal dapet semua, penceritaan bagaimana Rose Red memakan penghuninya juga bikin merinding. Sekitar 2 jam pertama nonton ini, saya cuma bisa gigit bantal sambil teriak “keparat kau yang merekomendasikan film ini!” lalu ga bisa tidur dengan lampu mati. Gyaaaaaaaaaaaaa… kalo inget, merinding lagi. Berbeda dengan setan indo yang banyak “penampakan”, setan barat lebih banyak ke arah “peringatan” dengan pintu yang membanting banting sendiri atau lampu mendadak mati atau pintu lemari yang terbuka sendiri yang tentu saja (buat saya) efeknya membuat saya merinding disko. Tapi begitu sejam terakhir atau ketika salah satu dari 6 orang peneliti tersebut mulai “dibunuh” ceritanya mendadak blunder.:mrgreen: apa lagi endingnya bikin sebel dan malah nggak mengerikan. Minta di tabok itu sutradaranya, apa gara gara filmnya 4 jam trus pemainnya jadi lupa karakternya ya?

Houses… are alive. This is something we know. News from our nerve endings. If we’re quiet, if we listen, we can hear houses breath. Sometimes, in the depth of the night, you can even hear them groan. It’s as if they were having bad dreams. A good house cradles and comforts, a basd one fills us with instinctive unease. Bad houses hate our warmth and our human-ness. That blind hate of our humanity is what we mean when we use the word ‘haunted’.” (Ellen Rimbauer)

7 thoughts on “Yang Rose Red

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s