Yang Sergei Rachmaninoff

Beethoven dari Jerman, Vivaldi dari Italia, Mozart dari Austria dan Chopin dari Prancis tentu saja semua orang sudah kenal. Tapi bagaimana dengan komposer asal rusia? Banyak sekali komposer rusia yang hasil lagunya sangat terkenal dan sampai sekarang masih terkenal, seperti Flight of the Bumblebee buatan Nikolai Rimsky-Korsakov. Dan salah satu komposer terkenal dari Rusia adalah : Tchaikovsky. Tapi saat ini saya ingin mendongeng tentang komposer yang lain. Sergei Vasilievich Rachmaninoff.

Sergei Rachmaninoff Vassilievich lahir pada 1 April 1873, di Semyonovo, perkebunan besar di dekat kota kuno Novgorod, Rusia. Ayahnya, Vassily Rachmaninoff, adalah seorang perwira tentara dan ibunya adalah ahli waris yang kaya. Rachmaninoff berasal dari keluarga berbakat musik, baik ayah dan kakeknya bermain piano. Dia mulai belajar piano pada usia 6 dengan ibunya yang seorang pianis terlatih.

Ayahnya berjudi, minum, dan menghambur-hamburkan uang istrinya. Dia meninggalkan keluarganya ketika Sergei berusia sembilan tahun. Dan adik perempuan Sergei, Sofia, meninggal tak lama setelah itu. Keluarga Rachmaninoff terpaksa melelang Semyonovo untuk membayar utang mereka dan pindah ke St Petersburg, dimana Sergei terdaftar di konservatorium untuk melanjutkan studi piano.

Sergei adalah anak bermasalah, namun memiliki talenta luar biasa dalam permainan piano. Dan pada usia sembilan ini, dia mampu masuk di College of Music di St. Petersburg. Karena merasa kemampuannya diatas rata rata, dan juga tumpukan masalah keluarganya, Sergei tidak banyak fokus pada kuliahnya, sayangnya karena itu, pada tahun 1885 dia gagal pada SEMUA ujian di ST. Petersburg dan karena masalah kedisiplinan, Sergei dipindahkan ke Moskow untuk “didisiplinkan” bersama Nikolai Zvereff, Zvereff merupakan salah satu guru musik terkemuka yang mengajar di Konservatorium Moskow.

Empat tahun tinggal bersama Zvereff membuka pandangan baru bagi Sergei. Namun pada tahun 1889 hubungan mereka “putus” karena Zvereff menolak memberikan ruangan pribadi bagi Sergei untuk menulis. Sergei pun pindah belajar musik dan tinggal pada sepupunya, Alexander Ziloti.

Pada tahun 1892, Sergei lulus dari konservatorium dengan kehormatan tertinggi dan pujian dari Tchaikovsky langsung pada proyek tesis Rachmaninoff , “the opera Aleko“. Sergei bekerja perlahan terus menerus untuk memperoleh pengakuan dan pujian sampai 1897, ketika premier “Symphony No.1 in D minor” nya mengalami penolakan mentah mentah yang tidak pernah terjadi sebelumnya.

Karena kegagalannya itu, Sergei menderita kemunduran psikologis yang parah yang menyebabkan hilangnya seluruh kepercayaan dirinya dan membuat dia tidak mampu menulis selama tiga tahun. Butuh serangkaian sesi hipnotis bersama Dr. Nikolai Dahl untuk mengembalikan kepercayaan diri pada kemampuan kreatif Sergei.

Karena pengobatan Dr. Dahl, pada tahun 1900 dia mulai membuat “Piano Concerto No. 2” yang didedikasikan khusus untuk Dr. Dahl. Setahun kemudian, setelah “Piano Concerto No. 2” nya selesai, ia menikahi sepupunya sendiri, Natalya Satina. Irina putri mereka, yang kemudian menikah Pangeran Pyotr Volkonsky, lahir pada tahun 1903.

Tahun 1909, Sergei mengunjungi Amerika Serikat untuk pertama kalinya pada tur konser dan disambut dengan tangan terbuka. Setelah itu, ia selalu mengunjungi Amerika setiap musim, meskipun ia baru saja memiliki tempat tinggal utama di Ivanovka, estat warisan yang baru ia terima di Rusia.

Setelah Revolusi Oktober 1917, Rachmaninoff pindah sebentar ke Stockholm, namun karena kecintaannya pada Amerika Serikat, ia pindah ke New York pada 1918 dan membeli rumah di sana, di Riverside Drive dan dihiasi meniru suasana Ivanovka, pada tahun 1921. Pada sekitar 1910an, Sergei diduga berhubungan denga Nina Koshetz.

Sebelum 1918, Rachmaninoff menulis kurang lebih 135 komposisi, tapi karena “his self-imposed exile” (seseorang mohon jelaskan) hanya sekitar sembilan atau sepuluh karyanya yang dikeluarkan. Musiknya, bagaimanapun, tetap khas Rusia, walaupun ia adalah seorang penentang keras rezim Komunis baru, publik mengumumkan kritiknya di New York Times. Sergei Rachmaninoff meninggal di Beverly Hills pada 28 Maret 1943, hanya beberapa minggu setelah mendapatkan kewarganegaraan Amerika-nya dan hanya lima hari sebelum ulang tahun nya ketujuh puluh.

Huff, panjang juga ternyataπŸ™‚ Anyway, Rachmaninoff adalah salah satu komposer era romaticism yang berbeda dengan komposer era Baroque (Vivaldi misalnya) ataupun klasikal (Mozart misalnya), sehingga banyak lagu lagunya berirama lembut dan halus. Salah satu karyanya yang merupakan favorit saya adalah Rhapsody on a Theme of Paganini.

β€œMusic is enough for a lifetime, but a lifetime is not enough for music” – Sergei Rachmaninoff.

11 thoughts on “Yang Sergei Rachmaninoff

    • sama sama paman (aduh, aku kok diterimakasihin >.< jadi malu)

      eh masa?? padahal aku suka banget karya karya era baroque seperti vivaldi atau bach karena fast-paced dan bikin semangat (etapi vivaldi dan bach itu kan baru muncul akhir akhir baroque era yah), lagu lagu romantic era itu rata rata menye menye dan bikin ngantuk, cuma cocok kalo lagi jatuh cinta, kalo baroque style enak buat cari semangat, hihi.. makasih loh infonya pamanπŸ™‚ *meluncur ke tkp*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s