Yang Gamer

Ada dua alasan kenapa saya ngebet pengen nonton Gamer. Pertama Gerard Butler yang bikin jatuh cinta di 300, P.S I  Love You dan The Ugly Truth dengan lengan gedenya, yang kedua adalah Michael C. Hall yang bikin kesengsem di serial Dexter.

Gamer sendiri bercerita tentang masa depan ketika orang orang tidak hidup untuk bermain, tapi bermain game untuk hidup.

Gamer di buka oleh suara Marilyn Manson dengan lagu Sweet Dream dan berbagai poster Kable Killer di berbagai negara. Lalu scene tembak tembakan ala game counter strike. Dan sesuai judulnya, orang orang yang bertembak tembakan di sana, dikendalikan oleh player. Nama game itu, SLAYERS

SLAYERS adalah game kedua keluaran Ken Castle setelah SOCIETY. Berbeda dengan SLAYERS, SOCIETY adalah game simulasi dimana kita bisa mengontrol, bukan hanya animasi, tapi manusia sungguhan. Karakter karakter di SOCIETY bisa dijalankan, atau dibuat bicara, bahkan disuruh bercinta. Dan tenang saja, orang orang yang ‘dimainkan’ di society dibayar pantas.

Sedangkan game SLAYERS yang dikontrol adalah para napi dengan hukuman mati yang diharuskan menyelesaikan 30 level battle dan jika sukses, hukuman matinya akan dihapuskan. Seluruh penghasilan game ini menjadi dana utama penjara penjara se amerika dan didukung oleh pemerintahan. Selain playable character, di dalam SLAYER juga ada non-playable character sebagai slayers, yang jika berhasil bertahan selama 1 level saja, maka mereka dibebaskan. Non Playable character ini tidak di control oleh manusia lainnya tapi dipasangi nanex, nano-cortex semacam mikroba kecil yang bisa “memformat” otak, sehingga si orang yang menjadi slayer ini tidak memiliki free-will.

Kable killer sendiri adalah icon / nickname seorang player pada manusia yang bernama asli Tillman yang telah sukses bermain hingga 27 level. Padahal sepanjang sejarah SLAYER, belum ada karakter yang mampu melewati level 10 tanpa pecah kepalanya. Kable killer menjadi legenda dan banyak ditawar hingga 100 juta euro.

Film sepanjang 86 menit ini sejak awal memberikan ketegangan dan kesadisan intens dengan bom, rudal, tembakan, daran dan potongan tubuh manusia. Tapi bayangkan, setelah satu jam penuh diganjar ketegangan dan keseruan, klimaksnya dipersingkat dalam waktu 10 menit saja dengan ending yang tidak jelas, tidak tegang dan tidak sesadis cerita awalnya. Endingnya justru tidak memuaskan, ketika Kable bertemu ultimate boss, alias Ken Castle, fightingnya benar benar seperti melihat dua kucing cakar cakaran.

Kecewa saya, apalagi nafsu untuk melihat Michael C. Hall bermain licik tidak terpuaskan. Padahal plot cerita gamer cukup unik dan bisa di gali supaya lebih menarik, tapi mungkin sang sutradara (yang ternyata sutradaranya crank) mungkin hanya ingin menegaskan kesadisan film ini saja.

2 thoughts on “Yang Gamer

  1. Film ini emang sejenis dengan film crank yang lebih menekankan pada action, adegan kekerasan, darah, bahasa kasar, dan sedikit “bumbu” erotis. Penonton yang disasar pun mungkin lebih kepada kalangan pria yang cenderung lebih menyukai hal tersebut dibandingkan wanita

    Regards,
    Theseus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s