Yang Hidup

Hidup itu seperti mengendarai motor. Terlalu sering melihat spion itu bisa bikin goyah, apalagi terlalu sering melihat ke belakang. Tapi bukan berarti melihat ke belakang atau ke spion itu ngga bagus kan? Kita tetap butuh melirik samping dan belakang kita, karena jalanan bukan milik kita seorang.

Hidup itu seperti mengendarai motor. Ada aturan yang harus ditaati, tapi kalo mau asal terobos pun tak apa, asal siap dengan resiko tertangkap polisi atau mungkin mati.

Hidup itu seperti mengendarai motor. Butuh rem, klakson dan juga lampu depan. Jangan nekat berkendara dalam gelap, jangan asal serobot orang tanpa nglakson dan jangan lupa berhenti ketika di perlukan. Tak diikuti pun tak apa, asal siap dengan resiko mengorbankan diri sendiri atau orang lain. Ya kan?

2 thoughts on “Yang Hidup

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s