Yang Sepuluh Tahun

Sepuluh tahun yang lalu, usia saya sepuluh tahun (sebenernya sepuluh tahun kurang sih, sembilan tahun sepuluh bulan lalu, ah tapi ndak penting lah hihihi)

Saya kelas enam SD waktu itu. Biasanya usia sepuluh tahun itu kelas lima SD kan ya.Β  Dan saya pindahan dari jogja. Saat itu baru dua tahun saya di Jakarta. Seperti jatah anak baru yang masuk di pertengahan sistem, keberadaan saya bisa dianggap minoritas dan biasanya korban bully. Misalnya, yang saya ingat, diludahi di depan kelas. But it actually does make me stronger, I’m not sad at all.Β  Mungkin karena mikir beberapa bulan lagi lulus dan akan ninggalin sekolah ini kali ya. Hihihi..

But the hardest part I remember is I was lonely. Rumah saya di daerah jakarta coret coret, terletak di pojokan komplek yang segang itu ga ada yang tinggal, Emak dan Bapak kerja di kantor yang nun jauh dari rumah yang bikin kalo udah sampe rumah bawaannya pengen tidur aja. Dan ga ada temen satu sekolah yang rumahnya di sana. Ya iyalah, sekolah di daerah jakarta timur, rumah di daerah bekasi, naek angkot tiga kali, mau ngabisin waktu berapa jam di jalan, coba.

Waktu itu belum punya mobil. Yang bapak saya punya adalah mobil dinas, dan kita jaraaaaaaaaaaaaaang banget jalan jalan. Mol yang ada cuma deket sekolah ataupun deket rumah, tapi mol murah, bukan mol yang mid-high class seperti Plaza Indonesia atau Plaza Senayan. Hihi.. Ndak ada twentiwannya, ndak ada pizza hutnya saat itu.

Masih belum addicted sama internet, tapi udah beberapa kali ke warnet sih. Cuma saat itu harga internet enam ribu per jam, mahaaaaaaaaal banget buat anak SD. Hihi.. Kalaupun ke warnet dulu bukannya pasti mIRCπŸ˜› *semangat sok gaul bocah cilik, hihihi*

Sudah terobsesi sama komik dan novel, hihih. Suka banget sama novelnya Enid Blyton, komik detektif, komik Indonesia, pokoknya dulu kalo ke Graha Cijantung (mol deket sekolah, sekarang namanya Plaza Cijantung) selalu main ke Karisma (nama toko bukunya) atau kios komik di lantai tiga yang jadi langganan dan selalu ngasih diskon ke saya. Juga ke Gramedia Matraman yang deket sama rumah kakek dan kantor bapak, dan sering banget diajak bapak kesana.

Hmm, dulu belum baca majalah, bacaannya tabloid. Ada satu tabloid yang bagus banget tapi udah di putus penerbitannya (apa ya judulnya) sama Fantasia. Jaman SD itu, jajanan depan sekolahan banyaaaaaaaaaaaaaak banget, ada tahu gejrot (saya sukaaaaaaaaa banget), cakue, siomay, gulali warna warni, apa lagi ya.. rata rata masih bisa di temui sih sekarang.

Sepuluh tahun dari saat itu, here I am. Malah nunggu nunggu waktu kapan si emak ndak di rumah. Malah seneng ngenet dan baca buku jadi jaraaaaaaaang banget. Sangat beda banget, hihi.. Begitulah cerita saya ketika saya berusia sepuluh tahunπŸ˜‰ Gimana dengan kalian?πŸ˜‰

5 thoughts on “Yang Sepuluh Tahun

  1. waktu saya sepuluh tahun saya masih esde kelas lima ke kelas enam dan baru saja kehilangan nenek, orang yang sangat berharga dalam hidup saya…πŸ˜₯ jadi setelah nenek meninggal saya murni jadi anak kost karena hidup jauh dari ortu, dikasi duit jajan dan duit sekolah untuk diatur sendiri sampe akhirnya lulus esde dan ikut ortu…

  2. sepuluh tahun yang lalu, saya kelas 1 SMA. baru pindah rumah ke rumah yg sekarang saya tempatin, ketemu teman2 baru yang kebetulan SMP nya bukan berasal dari SMP saya dulu, gedung baru, tetangga baru… apalagi yaaa… lupa😐

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s