Yang Tokyo DOGS

Tokyo DOGS mungkin adalah j-dorama pertama dan satu satunya (mohon dikoreksi jika saya salah) yang mengangkat genre “true police life” maksudnya, bukan hanya bersetting kepolisian, tapi juga penuh intrik, taktik dan juga aksi seperti yang dilakukan polisi polisi jepang.

Pilot Tokyo DOGS diawali oleh sepasang polisi dari Special Investigation Unit kepolisian jepang yang mengejar transaksi narkotika oleh seorang yakuza terbesar jepang, Jinno. Tapi tak hanya dari SIU, tim polisi NYPD pun ikut mengejar Jinno. Sayangnya, walau para polisi ini berhasil menjebak transaksi tersebut, Jinno dianggap lolos dari sana. Tapi ada seorang wanita yang dianggap sebagai saksi kunci keberadaan Jinno, Yuki, yang sayangnya mengalami amnesia.

Adalah Sou Takakura, polisi dari NYPD yang dianggap gagal menangkap Jinno, dan diharuskan pulang ke Jepang untuk menjaga Yuki sekaligus mencari keberadaan Jinno yang disinyalir telah kembali ke Jepang. Sou yang sangat dendam pada Jinno, yang telah membunuh ayahnya di depan mata kepalanya sendiri saya dia masih kanak kanak, di masukkan ke dalam Special Investigation Unit jepang ber partner dengan Kudo Maruo.

Kudo Maruo adalah polisi genit, slengekan, sesuka hatinya sendiri dan berpikiran pendek sangat kontras ketika berpartner dengan Takakura Sou yang dingin, keras dan tentu saja tidak segan untuk menembakkan pistolnya. Bisa dibayangkan bahwa ketika mereka berpasangan, ada saja hal hal remeh yang jadi bahan keributan. Nah, berhasilkah mereka menangkap Jinno? Apakah yang harus diingat Yuki yang dianggap sebagai kunci keberadaan Jinno? Tonton saja dorama sepanjang 10 episode ini.

Salah satu kekurangan j-dorama, seperti yang saya bilang sebelumnya, adalah joke yang kadang dipaksakan dan komikal. Hal ini masih ada dalam dorama Tokyo DOGS ini, hanya saja, penempatan joke nya, walaupun maksa tetep aja lucu. Misalnya, dibalik karakter dingin Sou, ternyata dia berjiwa ibu ibu yang pintar masak, menjahit, dan lainnya. Juga telepon telepon dari ibu Sou yang selalu salah timing tanpa membicarakan hal yang penting. Walaupun kadang kadang rasanya pengen ngomong “ih apa sih ini, jayus amad” beberapa joke masih bisa bikin saya ngakak.

Salah satu kekurangan genre komedi-drama-action biasanya ketika diawal joke yang diberikan terlalu intens namun ketika mendekati episode episode terakhir, cerita akan menjadi serius. Namun tidak untuk Tokyo DOGS, kurang lebih porsi jokenya selalu sama dan seimbang, bahkan sampai detik detik terakhir terbongkarnya ingatan Yuki dan rencana Jinno, joke yang di berikan masih sama lucu dan jayusnya seperti episode pertama.

Setiap episode Tokyo DOGS memiliki kasus yang berbeda namun memiliki garis merah yang sama, yaitu hubungannya dengan Jinno. Setiap episode, memberikan kemajuan tentang keberadaan Jinno dan ingatan Yuki, walaupun ada flaw nya, ada banyak hal yang sebenernya belum terbuka. Walaupun begitu, Tokyo DOGS cukup enjoyable untuk menghabiskan waktu ketika tidak ada tontonan😉

One thought on “Yang Tokyo DOGS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s