Yang XXL

XXL atau Double Extra Large sebetulnya adalah film yang udah cukup lama, tapi saya baru punya kesempatan nontonnya sekarang. Sebetulnya film dibawah penulisan dan direksi dari Monty Tiwa ini sangat mengecewakan. Mungkin efek Ujang Pantry, 9 Naga dan Denias bikin saya sedikit berharap dengan film ini.

Saya akan menceritakan SELURUH cerita XXL di sini, banyak spoiler buat anda yang belum nonton. Maaf yaπŸ˜€

Film dibuka dengan sebuah tulisan “Suatu Hari di Sebuah Pagi yang Indah…” Dan scene tukang soto mie nasi yang sedang penuh pelanggan. Tapi layar di freeze dan berganti dengan tulisan :

“B U K A N !!!

JANGAN KHAWATIR!!!

JANGAN TAKUT !!

INI BUKAN CERITA TENTANG TUKANG SOTO MIE !!”

Dan saya langsung… “Ngok” *bayangkan ngoknya dengan muka babi yang sinis gitu ya :P* Mirip film sesuatu gak sih?πŸ˜›

Diceritakan Mak Siat (Sarah Sechan), seorang dukun pembesar alat kelamin, menghirup udara dengan lebaynya, si tukang soto dari kejauhan menatap mak siat penuh nafsu hingga menumpahkan soto mienya, begitu juga seorang tukang parkir dari kejauhan salah mengarahkan mobil hingga dirinya tertabrak karena efek mak siat menatapnya dengan binal *halah*. Dari kejauah terdengar suara “mak siaaaattt, huhu hiks hiks.. jangan pergi makk ini kito belum beres pengobatannyo.. siapa yang tak setuju mak siat pulang hari ini?? Huhuhu” Empat orang polisi memeluk kaki si mak siat dan menangis nangis agar mak siat tidak pulang.

Ngok.

Scene berpindah ke arah Kasep (Aming) yang terbangun dari mimpi buruknya. Memimpikan ayahnya yang sudah dianggap ibunya meninggal namun Kasep selalu menganggap ayahnya belum mati.

Pendek cerita, menghilangnya ayah Kasep, yang ternyata kepala geng Barudak Liar, geng sunda yang berpengaruh, membuat banyak pengikutnya tidak bersemangat lagi menjadi preman. Mang Engkus, bawahan langsung ayah Kasep, memohon Kasep menjadi penerus si abah. Karena sejak si abah meninggalkan mereka, geng Barudak Liar “Seperti macan kehilangan taring”.Β  Dan geng lain yang hanya takut dengan si abah, mengambil daerah kekuasaanΒ  geng Barudak Liar, termasuk Barokokok, sebuah warung makan sunda yang di bangun oleh sisa sisa anggota geng mereka. Tapi mereka mendapat tekanan dari geng “Wong Kenthir” geng saingan mereka, yang orang jawa. Sungguh Ngok..

Di satu scene,Β  mereka harus melewati kumpulan geng Wong Kenthir, dan berpura pura menjadi orang jawa.

Mang Engkus : “Kulo Nuwun”

Wong Kenthir : “Monggo..”

Mang Engkus : “Sampun”

NGOK. Nuwun kali mas.

Scene kembali balik ke Mak Siat, yang ternyata padepokan “Manuk Riang”nya hancur, karena terkena arus globalisasi (eh dialognya emang begini). Adalah Mak Lampir (Tessy) dengan “Mak Lampir dan Associate” nya yang menghancurkan padepokan Manuk Riang. Demi menendang mereka, Mak Siat menantang Mak Lampir, bahwa dia mampu mempebesar dari yang kelamin sebesar kwaci “tapi kwacinya yang item ya, kalo putih kan agak besar tuh” (dialognya emang begitu) sampe ukuran BBM, Besarnya Bukan Main. Ngok.

Scene kembali ke Kasep. Geng Barudak Liar yang merapatkan untuk menjadikan Kasep sebagai penerus si abah. Kasep mengeluh bahwa dia tidak mampu menjadi penerus abah, karena dia tidak pede. Kenapa? Karena.. Anunya sungguh kecil mungil sekali. “Gara gara sekecil ini, saya jadi ngga pede mang, karena itulah saya ga pernah pacaran. Gimana mau mimpin geng mang, kalo barang segede gini, wibawanya kemana atuh mang?”

Di sinilah mak siat dan Kasep bertemu.

Suatu scene, mang engkus dan kasep berencana menculik Sumanto, ketua geng Wong Kenthir, tapi dua bawahan mereka sudah salah menculik. Yang diculik adalah Melati (Meichan), adik satu satunya Sumanto. Karena semua anggota Barudak Lieur keburu kabur karena Melati sadar (halah). Kasep berpura pura mengaku menolong Melati.

Mulai dari sinilah tumbuh benih benih cinta diantara mereka. Beberapa kali Kasep dan Melati jalan bareng, pacaran, bahkan Melati minta di nikahi Kasep.

Sayang geng Barudak Lieur semakin gerah dengan Wong Kenthir, terutama setelah Wong Kenthir menyebarkan isu warung makan Barokokok terjangkit Flu Babi. Barudak Lieur pun menyerang Wong Kenthir. Tapi keroyokan ini terhenti karena.. sebuah sirine kepolisian. Mereka berjanji pertarungan itu akan dilanjutkan keesokan harinya. (Ngok, mirip film ituh sekaliihh)

Kabar geng Barudak Lieur akan mengadakan penyerangan membangunkan macan tidur, formasi asli Barudak Lieur. Di tempat mereka berjanji itu :

Sumanto (yang sudah potong rambut ala afgan *dialognya emang begitu!!*) : Hmmh.. Ternyata punya nyali juga kalian.

Kasep : HEH! Jangan banyak bacot sia! Udah siap nih, pulang nama ke kulonprogo?

Sumanto : HOEI! Sembarangan! Saya dari Sleman tau! Dan sleman adalah kabupaten kedua terkaya setelah Kutai Kertanegara, MUHAHAHAHAHA (iya, ketawanya emang gitu, MU-HA-HA-HA) *sungguh ngok sekali dialog ini*

Anak buah Kasep : Hei jawa koek, kalo kabupaten kalian paling kaya, kenapa nggak tinggal di sana?

Sumanto : Habis nggak ada bioskopnya sih! (Ngok!)

Anak buah Kasep : Jelas jelas di jogja sudah ada dua bioskop

Sumanto : Tapi kan jauh

Mang Engkus : Tidak punya motor ya? Wahahaha

Sumanto : *Cengir cengir malu*

Ngok, dialog yang ngok sekali.

Lalu mereka pun berantem, tapi lagi lagi terhenti, kali ini karena kedatangan si abah. Abah, setelah melerai pertengkaran ini, memutuskan untuk membubarkan geng Barudak Lieur “karena kita sudah bergabung dengan geng yang lebih besar, lebih kuat, lebih ampuh dan lebih membumi, INDONESIA!”

Udah, abis deh. Ngok. Dengan ending kasep dan melati bersatu, dan mak siat meminta pertolongan geng Barudak Lieur untuk menutup padepokan mak lampir.

Lucu kah film ini? Nggak. Selain sara, dan jayus, terlalu banyak bahasa lokal (sunda) yang saya ga paham sehingga lucunya malah ga sampe ke saya.

4 thoughts on “Yang XXL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s