Yang Menulis

Choco chip, adik saya, pernah berkata begini, “si anuh tuh blognya bagus, aku seneng bacanya, soalnya aku ga bisa tuh nulis gitu, susah.” Saya tersenyum.

Menulis sebenarnya (dan seharusnya) tidak susah. Saya pernah mencapai sebuah titik dimana saya malu menyebut diri saya blogger. Bukan malu menjadi bloggernya, tapi malu saya yang nulisnya masih abal abal, jelek, dan gak penting ini kok ngaku ngaku blogger. Apalagi people visitnya sedikit dan saya bukan seleb.

Dan pada titik dimana blogger dianggap menjadi citizen journalism saya nyaris ga mau nulis karena tulisan saya pasti ndak mutu dan melawan arus. Apalagi kalo disuruh nulis tentang ekonomi dan politik, was jan, bukan ahlinya. Saya malu kalo tulisan saya harus nampang di agregator cahandong yang (saat itu) membahas politik, teknologi dan lainnya.

Tapi lalu seseorang mengingatkan saya, untuk apa saya menulis? Saya teringat, saya bukan orang yang menulis untuk menejar rank, reader ataupun lainnya. Saya membuka sebuah blog teman teman saya yang lain. Mereka tetap menulis, kejadian sehari hari mereka dengan menarik, menuliskan pikiran mereka tentang hal hal yang belum jadi tren saat ini, atau hal hal minoritas yang membuat saya berpikir.

Menulis itu tidak susah. Hanya bagaimana menyampaikan tulisan itu tetap menarik dibaca kapan saja. Bahkan tulisan tentang writers block pun bisa disampaikan dengan cara yang menarik. Tidak perlu menunggu daily visit ribuan toh untuk terus menulis.

Saya blogger, walaupun daily visit blog saya ngga nyampe 50 per hari, saya tetap blogger, walaupun saya ga bisa ngasih kontribusi tentang politik indonesia, saya akan tetap menulis. Karena menulis itu sebenarnya (dan seharusnya) mudah.πŸ™‚

16 thoughts on “Yang Menulis

  1. Klise sih, tapi menulis itu (seharusnya) memang mudah kalo dijalankan dari hatiπŸ˜€

    Sometimes i just write what i want to write, regardless what people wants to read from my blog.

  2. kadang malah kebalikannya choro, keinginan menulis gede, ide ada, tapi waktunya yang gak ada, atau malas sih, hihi…

    dan daku setuju banget, apapun bisa kita tulis, karena daku percaya, setiap tulisan pasti ada yang bacaπŸ™‚

  3. setuju! kalo saya nulis emang karena suka, nyenengin diri sendiri, mau ada yang baca atau nggak ada yang baca, dari kecil sampai sekarang ya memang sukanya nulis hihihiπŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s