Yang Terhempas

Ada kenyataan kenyataan yang tak bisa diubah.

Mungkin waktu mampu, tapi aku terburu buru.
Aku memupuk apa yang tak perlu di rawat.

Duri, Racun, Kejahatan dalam hati yang akhirnya menggelapkan mataku.

Pada akhirnya yang menjadi lawan dalam perang ku bukan lah dia, atau kamu.
Tapi perasaanku.

Yang memang seharusnya dimatikan saja.
Yang seharusnya aku menyerah saja,
dan tidak merawatnya,
dan tidak menikmatinya.

Terbang,
tanpa persiapan,
terhempas,
jatuh.
Pada akhirnya hanya diriku yang akan remuk redam tinggal serpihan.

Pada akhirnya aku harus berkawan dengan waktu,
menunggu,
tersikut,
terbakar,
tapi tetap diam,
membiarkan dia bersamamu.
Toh aku bukan siapa siapa mu.

Sama seperti lingga lingga sebelumnya.
Seharusnya aku menganggapmu,
bagian dari petualangan yoni yang kesepian.

5 thoughts on “Yang Terhempas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s