Yang Untitled 2

Suatu malam di mini market 24 jam, wanita itu membeli sekaleng bir dan sekotak rokok. Seperti muda mudi lainnya, dia duduk di depan mini market itu, bedanya, dia hanya sendiri. Menenggak birnya sambil mencari cari korek untuk menyalakan rokoknya.

Suatu malam di mini market 24 jam, pria itu melihat dari jarak yang tak jauh. Mengambil korek gas dari kantongnya dan mendekati wanita itu.

“Thanks!” kata wanita itu pendek. Menghisap rokoknya dalam dalam dan mengeluarkan asap dengan helaan nafas berat.

“Kata orang, wanita yang malam malam sendirian minum bir dan merokok di tempat seperti ini itu, wanita kesepian.” Pria itu duduk di sebelahnya.

“Kata orang, pria yang mendekati wanita kesepian itu, pria brengsek.”

Pria itu tertawa, “mungkin aku brengsek. Boleh kenalan?”

Dan malam pun berlanjut, berpindah dari mini market 24 jam itu, ke kamar sang pria. Wanita itu tahu dia sedang di bodohi. Tapi tak ada satupun yang tahu, pria itu jatuh cinta. “Wanita yang kesepian itu rapuh, kamu tahu? Mereka bisa mudah jatuh dan terluka.” Pada malam yang lain wanita itu berkata pada sang pria.

Siapa sangka mereka akan melengkapi satu sama lain?

Sebulan, dua bulan, malam malam mereka lalui bersama. “Kalo aku ngga ke mini market 24 jam itu, aku pasti tak kan bertemu kamu. Ini takdir Tuhan, mempertemukan kita. Walau instan, tapi aku bahagia setelah dua puluh tahun hidupku.” Wanita itu tersenyum sambil membelai lembut si pria yang memeluknya.

Tapi di dunia ini tak ada cerita indah yang bertahan lama.

Mereka memang saling melengkapi. Tapi mereka tidak mengenal satu sama lain. Pria itu menjadi posesif. Wanita itu mulai menjalani siang dengan berbagai alasan meninggalkan sang pria, dan hanya kembali pada malam untuk memeluknya. Seminggu, dua minggu, kamar sang pria berubah suara, dari yang tadinya tawa, lenguhan dan romantisme mereka menjadi teriakan kekesalan, kecemburuan dan kemarahan. Wanita itu hanya menangis dalam diam.

Suatu siang wanita itu pergi, pria itu membututi. Kemarahan menggelegak tatkala dia melihat wanita itu menyapa seorang pria, dan masuk ke pekarangan rumah pria itu. Di datanginya rumah itu penuh kemarahan. Wanita itu terkejut. Belum sempat berkata kata, pria itu menjambaknya, memukulinya, menendangnya.

“JANGAN!!! JANGAN PUKULI KAKAKKU!”

Pria itu terkejut, terdiam, lalu memeluk wanita itu dengan rasa bersalah dan penyesalan.

Wanita itu mendekatkan bibirnya ke telinga pria itu, ia berbisik lirih, “aku hanya mau memberimu kejutan… kamu sudah membunuh anakmu… bagaimana rasanya?”

Yang Obsesi

Kamu kamu kamu.

Obsesi ku tentang kamu ga pernah habis. Dulu sekali, dulu, kemarin, saat ini.

Kamu kamu kamu.

Seakan namamu itu sudah di bookmark di mata, telinga dan indra perabaku. Selalu ada berita tentang kamu simpang siur di otakku. Dan kenangan kenangan yang terus berputar sebagai rem obsesiku tentang kamu.

“Bukankah kita hanya saling membohongi diri sendiri ketika kita bersama? Sudah lah, mari mencari jalan kita sendiri.”

Aku berbelok, lurus, berputar, jumpalitan, tetap saja jalan ku sendiri selalu ada kamu. Aku terobsesi, dan mulai berlebihan tentang kamu. Bahkan ketika si pacar bilang “I’m so much better than him” ataupun “Ih, bahkan dia tidak masuk kategori gantengku tauk!” Gak ada yang bisa menghentikan obsesiku tentang kamu.

Kamu kamu kamu.

Aku, di sini, mendukung kamu atas keputusan apapun yang kamu buat dan ceritakan pada dunia. Aku, di sini, ikut bahagia atas apa yang kamu capai. Aku, di sini, terkesiap lalu tersenyum dengan ekspresi bahagiamu. Walau bukan untukku. Walau bukan tentangku.

Kamu kamu kamu.

Obsesiku tentang kamu, bukan karena penampilan luarmu. Bukan karena tampangmu. Bukan karena hartamu. Maka tak ada yang bisa paham kenapa aku mengobsesikanmu.

Kamu kamu kamu.

Sudah mencuri hatiku.

Yang Parents

Here is the problem between me and them.

They don’t understand me. And I don’t want them to understand me. Because they won’t. And they can’t.

And you, who doesn’t know what it’s like to be me, have no rights to comment or advising me, like you know how it feels. And I don’t ask one.

Yang #XLNetRally

Pada mulanya, saya gak kepikiran lho bisa ikut acara ini. Awalnya sih, memang ada jatah yang cukup untuk nampung saya ke semarang. Namun, karena kebijakan baru, saya tertendang dari calon wakil jogja karena persyaratan kurang mumpuni (baca : kurang seleb).

Lha tapi namanya juga jodoh, dimana ada hasrat di sana ada jalan, jadi juga deh keculik menculikkan diri ke semarang dibawah jatah Loenpia. *sungkem ke kang didut*. Adapun tim yang menculikkan diri kemarin adalah, @ekowanz, @hermansaksono, @aralle, @annosmile, dan saya tentu saja.

Berangkat dari jogja