Yang Obsesi

Kamu kamu kamu.

Obsesi ku tentang kamu ga pernah habis. Dulu sekali, dulu, kemarin, saat ini.

Kamu kamu kamu.

Seakan namamu itu sudah di bookmark di mata, telinga dan indra perabaku. Selalu ada berita tentang kamu simpang siur di otakku. Dan kenangan kenangan yang terus berputar sebagai rem obsesiku tentang kamu.

“Bukankah kita hanya saling membohongi diri sendiri ketika kita bersama? Sudah lah, mari mencari jalan kita sendiri.”

Aku berbelok, lurus, berputar, jumpalitan, tetap saja jalan ku sendiri selalu ada kamu. Aku terobsesi, dan mulai berlebihan tentang kamu. Bahkan ketika si pacar bilang “I’m so much better than him” ataupun “Ih, bahkan dia tidak masuk kategori gantengku tauk!” Gak ada yang bisa menghentikan obsesiku tentang kamu.

Kamu kamu kamu.

Aku, di sini, mendukung kamu atas keputusan apapun yang kamu buat dan ceritakan pada dunia. Aku, di sini, ikut bahagia atas apa yang kamu capai. Aku, di sini, terkesiap lalu tersenyum dengan ekspresi bahagiamu. Walau bukan untukku. Walau bukan tentangku.

Kamu kamu kamu.

Obsesiku tentang kamu, bukan karena penampilan luarmu. Bukan karena tampangmu. Bukan karena hartamu. Maka tak ada yang bisa paham kenapa aku mengobsesikanmu.

Kamu kamu kamu.

Sudah mencuri hatiku.

One thought on “Yang Obsesi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s