Yang Cinta 2

Pengakuanku :

Ketika aku membuka mataku pagi ini, aku berharap melihatmu. Menjadi orang yang membangunkan tidur panjangku.

Berdiri di dekatmu, membuatku menjadi bodoh. Aku tak mampu berucap, bernafas saja berat.

Rambutmu. Jarimu. Bahkan bibirmu yang menguntai senyum menyilaukan. Dirimu yang tak tergantikan. Aku jatuh, terlalu dalam pada gerakanmu, tatapan matamu, tawamu, bahkan caramu bicara, sedikit banyak mampu merubah hidupku.

Saat ini, mungkin dengan pikiran gilaku, aku akan menemui di sana. Memaksa mencuri hatimu. Dan semua kemungkinan dan pilihan berputar putar dikepalaku. Detak jantungku yang menggila, dan pernyataan cinta yang nyaris keluar ditenggorokan ini.

Tatapanmu, caramu bicara, bahkan lagu favoritmu. Semua tentangmu mendadak membuatku tertarik. Kelemahanmu, rasa sakitmu, dan kesedihanmu, menjadi obsesiku. Aku ingin kamu membaginya denganku.

Dan aku menjadi bodoh. Karena aku tau, aku tak kan berani menyatakan ini semua padamu. Tak ada kesempatan, tak ada harapan. Aku masih mencari keberanian kapan aku bisa berhadapan denganmu. Lalu menatap wajahmu lekat. Lalu tanganku menyentuh tanganmu. Dan rasa panas merambat dari kaki hingga wajahku. Dan tak perlu menyatakan apapun. Lalu kamu memahaminya.

Tapi tak akan mungkin terjadi, kecuali dalam mimpi. Yang aku berharap tak akan terbangun.

Hatiku sakit, kepalaku kosong, badanku kering. Aku haus. Aku lelah. Aku mabuk.

4 thoughts on “Yang Cinta 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s