Yang 2006

Seharusnya memori lima tahun itu tidak terbuka dan membuat hati ini terluka lagi. Hanya karena sebuah pesan instan, tak tersangka efek itu masih terasa.

Aku sekarang di belanda nih, nerusin S2

Aku tersenyum, aku teringat mimpimu dulu. Kamu akan kemana, bekerja di mana, semua serasa menyerang otakku untuk membuka kotak lima tahun yang lalu.

Kamu gimana? Udah lulus kuliah?

Aku tertegun, tidak. Kehidupan ku saat ini tidak seperti apa yang aku inginkan. Serasa malu, aku tak bisa menjawabmu.

Lalu kenangan lima tahun tanpamu masuk menusuk nusuk kepalaku beberapa hari terakhir ini. Aku tersadar, kamulah yang mengubahku menjadi aku yang sekarang ini.

Aku tak pernah suka sejarah, tapi karena kamu, yang penuh semangat, mendatangi jogja, mengajakku ke Vredeburg tahun itu, menggenggam tanganku dengan semangat dan memandang berbinar binar pada semua diorama yang ada di sana. Bahkan penuh semangat mencari cari uang koin 100 besar yang sudah mulai langka tahun itu.

Kamu, dan cerita cerita mitologi yunanimu yang selalu kamu ucapkan penuh semangat ditelepon kala jarak memisahkan kita. Aku lalu terhisap kesana, ketagihan pada cerita cerita masa lalu.

Kamu, yang selalu ada ketika aku labil. Ketika aku sedih. Dan selalu bilang “aku percaya kamu bisa.” Sedang aku tak mampu mendengarkanmu, padahal kita sama sama labil, sama sama kekanakan, tapi kamu selalu mampu maklum. Selalu mampu…. bersabar.

Aku tak pernah suka vanila, tapi aku tak pernah bisa lupa parfum yang kamu semprotkan pada boneka beruang bambia yang kau berikan padaku. Dan seperti permanen, bau itu tak pernah hilang setiap kali aku memeluk boneka itu. Sampai sekarang.

Aku adalah orang terjahat diduniamu, ketika kamu ulang tahun aku mengucapkan “I love you yesterday, today and tomorrow.” Tapi seminggu kemudian aku minta berpisah. Kamu penuh kemarahan mendatangi kotaku hanya untuk melihat kekeras kepalaanku.

Kamu, selalu tahu siapa saja pacarku setelah kamu, bahkan kamu masih menasehatiku pada tahun tahun pertama. Aku pun begitu masih mendengar ceritamu pada tahun tahun pertama. Entah kapan kita mulai tak bertegur sapa lagi.

Hingga sebuah pesan instan itu muncul dilayar komputerku.

Aku sekarang di belanda nih, nerusin S2

 

5 thoughts on “Yang 2006

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s