Yang Patung Patung di Jakarta

“Mbak, itu patung apa sih?” tunjuk supir saya pada sebuah patung yang terlihat seperti monyet lempar lembing (ya ya terdengar bodoh) ketika saya sedang berjalan jalan di Jakarta. Saya jujur bengong, dan ga tau, sudah lama saya meninggalkan Jakarta pun saat di sini dulu, saya jarang berjalan jalan.

Supir saya melengos, “saya pikir mbak tau e, kan mbak sekolahnya lebih tinggi dari saya.” Saya melongo. Ya gimana, saya tidak diajari di sekolahan, harusnya common knowledge, ya? Tapi apa daya, saya kan cuma numpang lahir di Jakarta.

Anyway, saya akhirnya googling tentang patung patung di Jakarta. Sayang, tak ada satupun artikel di internet yang memberikan daftar lengkap patung ataupun monumen di Jakarta.

1. Patung Dirgantara

Saya tampaknya perlu ditampar. Ini bukan monyet, ternyata patung ini menggambarkan manusia angkasa, yang berarti menggambarkan semangat keberanian bangsa Indonesia untuk menjelajah angkasa. Tinggi patung 11 meter, sementara tinggi voetstuk (kaki patung) 27 meter. Patung ini terletak di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, dan lebih dikenal sebagai Patung Pancoran. Patung ini terbuat dari perunggu, mempunyai berat 11 Ton dan terbagi dalam potongan-potongan yang masing-masing potongan beratnya 1 ton.

Selama proses pemasangan patung tersebut, Bung Karno selalu menungguinya  Pada awal pembuatan nya, Bung Karno sendiri lah yang menjadi model nya. Sebelum maket patung dikerjakan oleh Bapak Edhi Sunarso itu, Bung Karno berulang-ulang kali memperagakan bagaimana model patung nya harus berdiri. Dikerjakan oleh PN Hutama Karya dengan IR. Sutami sebagai arsitek pelaksana. dan dibiayai oleh uang pribadi Bung Karno (yang katanya sampai beliau harus menjual mobil pribadinya).

2. Patung Selamat Datang

Patung berbentuk dua pasang manusia membawa bunga dan melambaikan tangan ini dibangun menghadap ke Utara untuk menyambut para atlit peserta Asian Games IV tahun 1962, berlokasi di depan gedung Hotel Indonesia atau bundaran HI.

Ide pembuatan patung ini berasal dari Presiden Soekarno dan design awalnya dikerjakan oleh Henk Ngantung yang pada saat itu merupakan wakil Gubernur DKI Jakarta. Patung terbuat dari perunggu. Tinggi patung dari kepala sampai kaki 5 meter. Sedangkan tinggi seluruhnya dari kaki hingga tangan yang melambai adalah 7 meter. Sementara tinggi voetstuk atau kaki patung adalah 10 meter dikerjakan oleh PN. Pembangunan Perumahan. Pelaksana pembuatan patung adalah team pematung Keluarga Arca pimpinan Edhi Sunarso di Karangwuni.

3. Patung Pahlawan

Patung ini lebih dikenal sebagai Tugu Tani karena berbentuk seperti pak tani dengan capingnya, sedangkan sang wanita, seperti istri yang memberi nasi pada pasangannya.

Terletak di kawasan segitiga menteng, dibuat oleh dua pematung Uni Soviet atas permintaan Bung Karno untuk menggambarkan perjuangan pembebasan Irian Barat dari tangan Belanda. Ada yang menarik, ketika dua pematung ini mencari inspirasi di pedesaan di daerah Jawa Barat, mereka tersentuh dengan legenda mengenai seorang ibu yang mengantarkan anak lelakinya berangkat menuju ke medan perang. Untuk mendorong semangat dan keberanian sang anak agar bertekad memenangkan perjuangan, dan juga agar selalu ingat akan orang tua dan tanah airnya, maka sang bunda memberikan bekal nasi kepada anak laki-lakinya. Berdasarkan pada cerita tersebut kemudian dibuatlah patung Pahlawan. Di bawah patung ini, ditempel sebuah plakat yang berbunyi “HANJA BANGSA JANG MENGHARGAI PAHLAWAN PAHLAWANNJA DAPAT MENJADI BANGSA JANG BESAR”.

4. Patung Pemuda Membangun

Terletak di bundaran Senayan, patung ini dibuat dari bahan beton bertulang dengan dicor dengan adukan semen dan bagian luarnya dilapisi dengan bahan teraso. Patung yang banyak disebut sebagai Patung Obor ini melambangkan seorang pemuda gagah dan kuat sedang memegang piring berisi api yang tak pernah padam sebagai perwujudan semangat pembangunan yang tak pernah mati. Menurut keterangan pematungnya, Munir Pamuncak, perwujudan patung ini ditekankan pada ekspresi gerak. Dari jauh patung ini terlihat hampir tidak berbusana, namun justru inilah yang ditonjolkan ditonjolkan oleh sang pematung, yaitu ekspresi gerak dari tokoh pemuda yang ditekankan sehingga nampak nyata guratan-guratan urat daging sang pemuda.
5. Patung Pembebasan Irian Barat

Dikenal juga dengan nama Patung Lapangan Bantengkarena terletak di lapangan banteng.

Patung terbuat dari perunggu dengan berat kurang lebih 8 ton. Tinggi patung dari kaki sampai kepala 9 meter, tinggi keseluruhan sampai ujung tangan kurang lebih 11 meter. Tinggi kaki patung (voetstuk) 20 meter terhitung dari jembatan, sedangkan dari landasan bawah 25 meter. Patung ini tercipta atas ide Bung Karno pada saat Beliau sedang pidato di Yogyakarta dalam menggerakan massa untuk membantu membebaskan saudara-saudaranya di Irian Barat. Yang kemudian diterjemahkan oleh Henk Ngatung dalam bentuk sketsa. Bentuk patung ini menggambarkan seseorang yang telah bebas dari belenggu (Penjajah Belanda).

6. Patung Arjuna Wijaya

Patung ini terletak di Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Patung ini menggambarkan salah satu episode perang Batarayuda ketika Arjuna melawan Adipati Karna. Digambarkan pula Arjuna mengendarai kereta perang dengan sair Batara Kresna yang merupakan titisan dewa Wishnu. Sementata kereta perang ditarik dengan delapan kuda yang melambangkan 8 pedoman bagi pemimpin (Asta Brata) yaitu : bumi, matahari, api, bintang, samudera, angin, hujan dan bulan. Patung ini dibangun oleh presiden soeharto tahun 1987 untuk menggambarkan pengaruh jawa pada masa kekuasaannya.

7. Patung Diponegoro

Patung yang baru diresmikan Desember 2005 kemarin oleh Sutiyoso inierupakan hibah dari Ciputra, arsitek sekaligus pengusaha real estate pemilik Grup Ciputra. Rancangannya diambil dari lukisan Hendra Gunawan, berjudul Pangeran Diponegoro. Lukisan itu diterjemahkan oleh pematung Moenir Pamoentjak menjadi model 3 dimensi dan kemudian oleh pematung A. Sunaryo diwujudkan menjadi patung. Tinggi landasan dan patung masing-masing 4,5 meter.

Terletak di depan Taman Suropati, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Patung ini menggeser patung tokoh emansipasi wanita yang sudah puluhan tahun ada di situ, yakni R.A. Kartini.

8. Patung R.A Kartini

Patung RA Kartini sumbangan dari Pemerintah Jepang diresmikan keberadaannya di Taman Merdeka Monas pada Desember 2005. Patung yang dibuat lebih dari empat dasawarsa ini merupakan karya seniman Jepang. Patung ini lalu diberikan untuk pemerintah Indonesia. “Patung tersebut mencerminkan sosok seorang ibu yang penuh kasih sayang kepada anaknya sebagai pencerminan betapa besar peran ibu sejak dari membina keluarga hingga perjuangannya mempertahankan martabat bangsa,” kata Gubernur DKI, Sutiyoso.

9. Patung Chairil Anwar

Patung yang didirikan untuk menghargai karya Sastrawan angkatan ’45 ini terletak di Monas dan berukuran 2,5 kali manusia aslinya, dan merupakan hasil karya pematung Arsono. Di dinding patung tersebut terpahat sajak Kerawang Bekasi yang mulai memudar.

Kami yang kini terbaring antara Karawang – Bekasi
Tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami
Terbayang kami maju dan berdegap hati ?

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kami mati muda.
Yang tinggal tulang diliputi debu
Kenang, kenanglah kami

Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum apa-apa

Kami sudah beri kami punya jiwa
Kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu jiwa

Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Ataukah jiwa kami melayang untuk kemerdekaan, kemenangan dan harapan

Atau tidak untuk apa-apa
Kami tidak tahu, kami tidak bisa lagi berkata
Kaulah sekarang yang berkata

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kenang-kenanglah kami
Menjaga Bung Karno
Menjaga Bung Hatta
Menjaga Bung Syahrir
Kami sekarang mayat

Berilah kami arti
Berjagalah terus di garsi batas pernyataan dan impian

Kenang-kenanglah kami
Yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Karawang – Bekasi

10. Monumen Kesetiakawanan Sosial Nasional

Bisa dibilang ini patung yang paling diabaikan. Terletak di bilangan Senen, Jakarta Pusat.  Huruf – huruf di Tugu sudah sangat tidak jelas, bahkan banyak yang hilang, sementara yang tertinggal tetap terpatri, tapi bentuknya sudah tidak beraturan ada yang miring. Lingkungan sekitarnya pun sangat jorok, bau pesing menyeruak saat mendaki undakan tangga ke atas tugu. Lantai di sekitarnya pecah-pecah, kotor oleh tumpahan kopi, sisa lumpur dan sampah, rumput liar, dan coretan. Padahal area sekitar tugu cukup luas, sayangnya tidak terawat dan hanya dipakai bermain bola dan tempat berteduh pengemis dan tuna wisma.Pilar-pilar juga sama buruknya karena dicoret-coret.
11. Patung Jenderal Sudirman

Patung yang sempat heboh karena masuk pada film Nagabonar jadi 2 dan pemberitaan pelelangannya ini terletak di kawasan Dukuh Atas, tepatnya depan Gedung BNI, di tengah ruas jalan yang membelah Jalan Sudirman dan berbatasan dengan Jalan Thamrin Patung berukuran 12 meter itu terdiri atas, tinggi patung 6,5 meter dan voetstuk atau penyangga 5,5 meter, dan terbuat dari perunggu seberat 4 ton. Peresmiannya pada tahun 2003, sempat diwarnai unjuk rasa sekelompok pemuda. Panglima Besar Kemerdekaan RI yang seharusnya menjadi simbol semangat perjuangan bangsa Indonesia kini telah pudar makna kepahlawanannya. Karena Jenderal Sudirman digambarkan sedang dalam posisi menghormat. Posisi patung dianggap tidak pada tempatnya karena sebagai Panglima Besar, Sudirman tidak selayaknya menghormat kepada sembarang warga yang melintasi jalan, yang justru seharusnya menghormati.

12. Patung Soekarno Hatta

Ini patung yang paling baru yang ada di Jakarta, diresmikan pada agustus 2007 oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono i pintu gerbang masuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng.

Patung Bung Karno dibuat dalam posisi berdiri dengan tangan kanan menunjuk ke depan dan tangan kiri memegang tongkat komando. Patung Bung Karno yang tingginya mencapai 7,8 meter itu tampil dengan kopiah dan pakaian khasnya. Bahasa tubuh patung Bung Karno nampak ekspresif penuh semangat untuk membawa rakyatnya maju ke depan. Sementara itu, tinggi patung Bung Hatta lebih pendek sedikit dibanding patung Bung Karno. Patung Bung Hatta tampil dengan ekspresi berbeda, lengkap dengan busana yang santun bersahaja dan di tangan kirinya memegang sebuah buku.

Patung Soekarno Hatta memiliki tinggi sekitar 7,8 meter dan berdiri di atas landasan dari bahan batu granit setinggi 4,8 meter, sehingga tinggi patung dari permukaan tanah mencapai 12,6 meter.

Sudah, kok cuma 12? Ya iya, cuma ada 12 patung yang bisa digoogling. Padahal setidaknya ada lebih dari 40 patung di Jakarta. Kita sebagai warga negara Indonesia patut bangga dan mengaggumi segala jerih payah generasi terdahulu kita dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Terbentuknya patung patung ini seharusnya membuat kita mengenang semua pengorbanan tersebut. Bahkan, keberadaan patung-patung itu harusnya memberi keteladanan, motivasi, dan inspirasi bagi kita semua dan generasi mendatang dalam melanjutkan perjuangan dan kerja keras bangsa membangun negara. Dan seharusnya juga kita merawat dan menjaga, dan tidak mengabaikannya.

4 thoughts on “Yang Patung Patung di Jakarta

  1. Curhat dikit, pas nulis sampe patung pembebasan Irian barat semangat banget, merasa keren dengan nilai dan maksud sejarah patung patung itu.

    Tapi semakin kebawah, terutama Monumen Kesetiakawanan Sosial Nasional rasanya sedih banget😦 dilupakan seperti itu….😦

  2. iyaa.. masih ada 30an patung lagi yang belum masuk, tapi ya gitu, susah google nya dengan berapa berat, jenis, tahun pembuatan dan seterusnya😦

  3. Terimakasih banyak !!! artikel ini sangat membantu saya untuk membuat materi guide tentang Jakarta .sekali lagi terimakasih😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s