Yang CS BNI, Hobi mengeluh

“Aduh mbak, banyak sekali yang harus dicetak.”

 

Percayalah, kalimat di atas bukan sekali dua kali saya dengar.

Siang tadi karena sebagai syarat membuat visa, saya diharuskan mencetak rekening koran sejak enam bulan sebelumnya. Awalnya mereka bilang untuk keperluan visa itu cukup mencetak tiga bulan saja, sayang pihak travel bilang enam bulan, jadilah saya mencetak lagi.

Sampai di BNI, saya dilayani oleh ibu Halimah N.H, dengan muka jutek, entah pengaruh jam makan siang tapi dia masih harus kerja, atau mungkin sedang datang bulan, atau memang dasarnya judes, saya tidak tahu dan tidak mau tahu juga.

Keluarlah kalimat itu.

“Aduh kok banyak sekali mintanya enam bulan.” dan perdebatan bahwa sebaiknya tiga bulan saja. Kalimat “iya bu, saya sudah cetak tiga bulan kemarin, tapi sama pihak travel dikembalikan” seperti tidak digubris, atau mungkin tiga kali saya ngomong gitu ga ada satupun yang didengar.

“Aduuuh, ini kena biaya cetak lho mbak, selembar dua ribu lima ratus.” Ouch, sakit rasanya saya seperti tidak dianggap mampu membayar dua puluh dua ribu lima ratus untuk biaya cetak. Yaya, muka saya memang kelihatan miskin, dan kesana pake tas kain murahan, wajar lah ya dianggap ga mampu sama ibu customer service.

Saya sering sekali mengalami dijudesi karena harus mencetak banyak, terutama ketika saya menyetor tunai. Maklum, majikan saya masih ngasih gaji dengan amplopan, dimana ketika saya harus setorkan ke bank saya bawa buku tabungan. Ya bisa aja sih ga usah saya setor, tapi bahaya kalo saya pegang cash agak banyak. Bisa norak terus kalap di pasar.

Saya pikir dulu cuma teller yang emang ditraining jadi judes, ternyata CS pun begitu, ketika saya harus ganti buku, saya harus menghadapi CS yang ketika terpaksa mencetak banyak juga tiba tiba melengos dan menatap saya dengan wajah hina “jarang ke bank ya mbak, nyetaknya banyak nih.”

Saya curiga, sepertinya ibu ibu BNI ini ditraining untuk menjudesi klien nya TEPAT di depan mukanya. Seakan saya salah kalo saya ga punya waktu buat ke bank untuk mencetak aja. Generalisasi? Memang, tapi sejak tahun 2007 jadi nasabah tetap BNI saya kenyang sih dan sampai kebal dijudesi mereka. Maka saya anggap ini bukan generalisasi, memang mereka ga dididik untuk nggak menghargai nasabahnya.

20 thoughts on “Yang CS BNI, Hobi mengeluh

  1. Jadi pelayan pelanggan itu tak gampang. Saya pernah tersinggung ketika duduk menunggu panggilan, si mbak ayu yang menopang satu kaki di atas kaki lainnya sambil duduk bersandar memanggil saya cuma dengan isyarat jari.

    Begini isyaratnya: mana menatap saya, dia duduk tegak, telapak tangan kanan menghadap dirinya, lalu dua jari tangannya itu digerakkan ke arah dirinya.

    Saya akui dia cantik, sexy, proprorsional, kakinya bagus, tapi cara memanggil saya seperti memanggil pejantan budak.

    Saya tetap diam sampai kemudian CS lain yang mempersilakan saya.

    • Mas Paman ?..Pejantan budak ? budak nafsu….

      Sekadar sharing, temen saya seorang Cameramen ( director of photography ) suatu hari ke Bank utk meminta kredit. Dia dg kostum rambut awut aeutan, pakai anting dan bercelana pendek menemui CS.
      Tentu saja ditolak permohonannya, karena CS tdk percaya kalau dia punya uang …
      Padahal dia meninggalkan Bank dengan mengendarai Jaguar

  2. hal seperti ini coba lapor ke bagian public relations atau customer complaint (keluhan pelanggan), kalau tidak digubris dalam 3×24 jam, itu baru namanya TER-LA-LU!

    karena, berapapun saldo kita, kita punya hak yang sama dengan nasabah lain yang produknya sama. (kalo yg priority ato platinum member, ya jelas beda lah ya pelayanannya).

    • sudah pernah tanya sama CS atau teller “emang saya salah ya kalo jarang ke bank”

      mereka cuma melengos dan bilang “nyetaknya jadi banyak” apalagi dengan pilihan taplus bisnis yang semua dicatat lengkap dengan detail dimana penarikan dllnya.

  3. Menurut saya anda saja yang terlalu berlebihan menanggapinya
    Kejadian seperti ini sangat jarang terdengar
    Saya juga pernah dibilang “wah sudah lama tidak cetak ya” tapi saya menanggapinya biasa saja.. Memang saya udah lama tidak cetak..

    Dan mungkin lebih baik kalau anda tidak mencantumkan nama di sini.. Bukankan tidak baik??

    • “Wah sudah lama tidak cetak ya” dengan wajah kalem atau senyum dibandingkan dengan “Aduh, jarang ke bank ya, banyak sekali yang harus dicetak” dengan muka judes itu punya efek yang berbeda.

      Oiya, untuk kasus ibu Halimah ini bukan print buku tabungan, tapi print rekening koran.

  4. Pingback: Yang Permohonan Maaf @BNI46 « +._cHoRo_.+

  5. Hadeuh.. ini agak anomali sih, karena dr beberapa CS bank yg sy temui/datangi biasanya ramah, malah kadang saking panjangnya SOP sapaan dan ucapan mereka, jadi terasa bertele-tele.

    Serius, di bank Mega, SOP sapaannya imo kepanjangan🙂

  6. Pengalaman daku selama tinggal di Jogja ya di Bank Mandiri & Bank BCA, kedua-duanya ramah, bahkan di BCA ada yang sampai hapal sama daku karena pernah hilang ATM 3x dalam dua bulan & ditanggapi dengan kocak sambil becanda. Padahal berhak aja sih kalau dia mau jutek ma daku yang berkali-kali ngelakuin kesalahan yang sama. Tapi handling CS emang beda-beda sih, ya😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s