Yang Bersyukur

Saya selalu punya kebiasaan jelek, ketika pada saat ada dalam reuni saya akan refleks membicarakan masa lalu, dan membandingkan masa kini saya pada orang lain. Hanya untuk merasa lebih baik dan sedikit lebih bahagia.

Tentu ini bukan hal yang baik, saya tahu itu. Membandingkan diri dengan orang lain hanya untuk bersyukur tanpa melihat apa yang selama ini sudah saya capai atau dapatkan. Saya tahu, apa yang saya jalani saat ini bukanlah hal ideal yang saya inginkan lima, atau sepuluh tahun lalu. Masa kini saya mungkin bukan masa depan yang dulu saya angankan. Tetapi mungkin saya adalah satu dari sebagian yang akhirnya mampu, menginginkan apa yang sudah saya punya. Mencintai apa yang saya kerjakan, bukan sekedar mengerjakan apa yang saya cintai.

Saya bersyukur karena itu. Dan saya masih harus banyak belajar untuk bersyukur tanpa harus membandingkan diri saya dengan orang lain.

 

One thought on “Yang Bersyukur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s