Yang Kungfu Pocong Perawan

Saya selalu kagum dengan semua hasil KK Dheeraj, sejak Skandal Cinta Babi Ngepet, saya selalu menunggu dan semangat untuk menonton karya KK Dheeraj, in sarcasm way.

Kungfu Pocong Perawan sudah menarik mata saya sejak kemunculan posternya yang dengan gamblang mencontekKungfu Panda ditambah dengan tagline “kata orang lebih dahsyat dari si panda?”. Orang mana yang bilang begitu tentu saja hanya KKD (panggilan tercinta bagi pengikut KK Dheeraj) yang tahu.

Sinopsisnya menurut 21:

Kisah asmara guru kung fu Boh Lam (Olga Syahputra) dengan Mey Mey (Jessica Iskandar) terpaksa terganggu karena Boh Siaw (Yadi Sembako) yang tak lain adalah kakak pertama di perguruan Singa Putih. Saat Boh Siaw mengajak Ang Pao (Daus Mini) mengambil kitab sakti di hutan, Baron alias Amsyong Lu (Rizky Putra) menyerang perguruan dan menculik Mey Mey. Di tengah perjalanan Boh Siaw dan Ang Pao mengalami kecelakaan dan tewas namun karena telah bersumpah untuk menyelamatkan Mey Mey mereka bangkit dari kubur. Dengan menggunakan Pocongan mereka berkeliling hingga menemukan Mey Mey dan mengalahkan Amsyong Lu dengan kungfu yang dimilikinya. Pertualangan yang seru dan Asmara romantis Boh Lam dan Mey Mey.

Kenyataannya, filmnya jauh dari sinopsis ini. Tapi ah, buat apa membicarakan plot, karena jelas-jelas KKD tidak memberikan plot jelas, saya malah curiga mereka dilepas di set dan dibiarkan akting tanpa script, karena saya bagaikan melihat lawakan OVJ + film silat cina lama (BoBoHo?) kwalitas sekian ratus. Dan kalian para pria yang berniat menonton ini, setidaknya bertahanlah dari rasa ngilu lima belas menit pertama. Karena terlalu banyak ‘burung’ disiksa di awal film ini. By burung, i mean, penis.

Amsyong Lu ingin membunuh guru besar adalah tindakan yang tidak perlu, karena sang guru besar sendiri sudah dekat dengan ajalnya dan memberikan wejangan pada kakak pertama untuk mencari kitab di gua kecil di hutan demit. Di manakah hutan demit itu, tentu saja hanya guru besar dan kakak pertama yang sepertinya bisa membaca pikiran sang guru besar yang tahu. Karena dengan petunjuk sesedikit itu, mereka mampu menemukannya dengan cepat tanpa ada adegan nyasar. Yang lucu, mengapa Mey Mey menjadi rebutan ialah tak lain karena ilmu di kitab itu belumlah sempurna, untuk menyempurnakannya, kakak pertama harus menikahi Mey Mey… Karena jurus terakhir ada di punggung Mey Mey.

Mungkin saja mereka lupa ada opsi membuka kain punggung Mey Mey tanpa menikahinya.

Padahal Mey Mey lebih cinta pada kakak kedua yang bencong. Er, ini Olga sendiri yang mengklaim dirinya bencong, bukan maksud saya menghina dia. Sumpah. Akhirnya terjadilah kejadian Amsyong Lu menculik Mey Mey dan merobek kain punggung Mey Mey dan berlatih jurus terakhir itu. Ajaibnya, Amsyong Lu mantap berkata bahwa kemampuan dia sudah sempurna. Sementara kitab suci nya hilang entah ke mana belum sempat dia pelajari. Sungguh ajaib sekali cara perguruan ini berlatih jurus. Tapi… Argh, semakin anda berusaha mencari plot cerita semakin anda harus menurunkan kadar intelejensia anda untuk memahaminya.

Jika anda menonton film ini bersama saya, mungkin anda akan banyak terganggu dengan extreme facepalm saya dan berapa kali saya harus jambak-jambak rambut karena luar biasanya film ini. Apabila anda fans Dahsyat (terutama jessica iskandar dan olga syahputra), anda wajib dan harus menonton film ini dan siapkan barikade untuk menghajar orang-orang seperti saya yang tidak mampu menalar film ini. Saya juga sangat menyarankan film ini jika anda penggemar Tiffatul Sembiring dan kemampuan pantunnya, mungkin anda bisa beradu pantun luar biasa lame seperti “kita harus hormat kepada kakak ketua yang lagi makan kedongdong, hai kakak kedua cium pipi aku dong” atau “Nenek-nenek makan sirih mangap-mangap. Aku kesini mau minta maap..”

Sungguh luar biasa pak KKD, saya sangat menunggu film anda selanjutnya!

4 thoughts on “Yang Kungfu Pocong Perawan

  1. nonton gini nih harusnya gak boleh sendiri ya
    biar ada teman yg diajak ketawa bareng :))

    gw masih heran kok dirimu selalu sabar ya nonton ginian๐Ÿ˜›

  2. ahahaha… saya pastinya akan kembali menantikan review2 logis dari perfilman Indonesia.. jadi bisa tau tanpa perlu nyiksa mata buat menontonnya.. Lanjutkan Bung..!!!๐Ÿ˜„ *deritamusenyumku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s