Yang Modus Anomali (CONTAIN SPOILER)

MODUS ANOMALI mengisahkan tentang seorang Pria yang ketika berlibur di sebuah hutan, mendapati keluarganya hilang secara misterius dan dirinya diburu oleh seorang pembunuh sadistis. Satu-satunya clue adalah alarm jam yg sewaktu-waktu menyala yang entah menandakan apa.

Mendengar kombinasi Joko Anwar dan Sheila Timothy, saya langsung kepikiran dengan Pintu Terlarang yang benar-benar bermain di kepala orang gila, kompleks dan menyenangkan, dan tidak mengecewakan walau sudah membaca novelnya. Apalagi, setelah digembar-gemborkan sebagai pemenang Bucheon Award dan juga film yang banyak dibicarakan di ajang NAFF (Network of Asian Fantastic Film) dan SXSW (South By Southwest Film Festival), saya jadi ehem… terlalu banyak berharap.

Begini, saya bukan tipe orang mencari spoiler dan membaca review film dahulu sebelum menonton film. Bahkan biasanya jarang saya menonton trailernya lebih dulu. Jadi saya sama sekali blank dengan cerita Modus Anomali. Beberapa saat sebelum menonton, saya sempat gatal bertanya sama teman yang sudah menonton gala-premierenya, dia hanya bilang “bagus kok chor, cuma memang aku ga mau nonton lagi, kebanyakan darah.” Okay, saya jadi bermindset bahwa film ini memang gore, intense thriller dengan total twist dan pastinya harus mikir.

Modus Anomali sebetulnya dibumbui dengan sound effect dan background music yang bagus, saya suka bagaimana musiknya dan effectnya mampu bikin kaget. Apalagi dengan setting yang selalu gelap dan di dalam hutan. Jujur, ini ngepas banget dan bikin saya bertahan nggak ngantuk.

Tapi kemudian, tiga puluh menit pertama Modus Anomali membuat saya bosan. Saya gatau apa yang salah dengan Modus Anomali, apakah alurnya yang lambat, greget yang kurang intense, atau karena beberapa hal detail yang kurang diperhatikan, dan mulai membuat saya berpikir, “apa saya hanya sekedar cari-cari kesalahan?” Saya bertahan supaya tidak begitu nyinyir dengan film ini, apalagi dengan genre yang berbeda dari film yang masih menjadi trend film Indonesia saat ini.

But, uh, well… Hanya karena berbeda, bukan berarti film ini bermutu atau bagus. Jika anda ingin merasakan film Indonesia tanpa komedi garing dan horor esek-esek, anda bisa dan menonton film ini. Ya, mungkin film ini bisa jadi gebrakan film dengan genre thriller yang bisa digarap dengan lebih awesome lagi, tapi saya pribadi tidak merekomendasikan film ini.

Modus Anomali adalah film yang harus ditonton sampai habis untuk benar-benar bisa memahami apa yang ada dalam kepala tokoh utama. Sialnya, karena perjalanan menuju ending kurang bisa memancing klimaks, akhir film Modus Anomali hanya bisa membuat saya berkata “ooh.. sudah?”

This part is FULLY contain spoiler, please DO NOT highlight any words below this text except you aren’t worried about any inconvenience afterward, I already warn you :

Tanpa membaca spoiler di koran ternama, yang katanya bikin Joko Anwar mencak-mencak, saya kurang lebih bisa membuat alternate ending dalam tiga puluh menit pertama. Saya entah kenapa yakin bahwa Rio Dewanto memang psikopat, dia hanya lupa ingatan, tidak tampak berkepribadian ganda, and somehow at the end, dia akan mengingat kebenaran sebetulnya bahwa dialah yang membunuh keluarganya. Dan ternyata benar, hanya yang membuat saya bengong adalah TERNYATA PENYADARANNYA PAKAI SUNTIKAN, SUNTIKAN. What the…  So yes, this is beyond imagination. Saya nggak pengen mempertanyakan apa motifnya Rio Dewanto menjadi psikopat (yang diributkan dalam review-koran-ternama itu) Tapi suntikan, sungguh… mindfuck.

Joko Anwar menyebutkan bahwa Rio Dewanto memainkan tokoh ayah, yang penuh kasih sayang, atau saya menangkapnya ayah yang terbangun dengan kehilangan ingatan dan hanya menemukan petunjuk bahwa “keluargaku dalam bahaya”. Sure, setelah menonton video istrinya yang terbunuh dan melihat mayatnya, dia menunjukkan kesedihan mendalam dan menutupinya dengan selimut. Sign of grief kalo kata banyak teori psikologi, kesedihan karena tak mampu melindungi keluarganya. But then, dia tanpa sengaja membunuh kedua anaknya, di tengah hutan. Maka meninggalkan mereka begitu saja di tengah hutan, tanpa ada niat menguburkan dengan layak, atau bahkan membopong membawanya kedalam cottage dan biarkan satu tempat bersama almarhum istrinya. Nope, no sign of remorse at all, selain dia menangisi mayat anaknya dan meninggalkannya begitu saja. Oh tapi mungkin ketika itu dia berpikir setelah mampu menemukan pembunuh sebenarnya, dia akan menguburkan anaknya dengan layak… yang mana mereka tersebar di hutan… yang tidak diketahui petunjuknya.. Oh well, tokoh anaknya sangat tidak penting, kenapa saya begitu ingin mempeributkannya?

Saya juga kebingungan bagaimana awalnya Rio Dewanto sendiri mendapatkan senjata, ini berbeda dengan kedua anaknya yang memang “dibekali” oleh psiko-Rio (atau non-amnesia-Rio). Satu-satunya yang saya bisa kaitkan adalah ketika Rio bersembunyi di dalam peti, dia nyaris ditusuk dengan dagger, kemudian dibakar. Bisa saja, tanpa sengaja dagger tersebut ditinggalkan dengan ceroboh, dan ketika Rio berhasil kabur dari peti, dia bawa dagger itu. (yang saya ingat dia hanya keluar dengan lampunya. Mungkin ingatan saya salah). Yang lebih “wagu” lagi, kenapa tiba-tiba ketika menjelang pagi senjatanya berubah menjadi golok besar? Tolong ingatkan saya lagi, kapan adanya adegan ini? Mungkin saya kurang teliti.

Satu lagi, anggap lah Rio Dewanto seorang psycho scientist, yang ingin merasakan adrenalin rush paranoia, dan anggaplah scene suntikan itu wajar, di mana sih dia menyembunyikan suntikan “pembuat amnesia” nya? Oh, mungkin ada di dalam mobil dan tas berisi peralatan “menjadi buruan” (yep, bukan dia yang berburu, tapi dia menjadi buruan)nya. Dan di scene terakhir, box ‘the truth‘ yang seharusnya menjadi penawarnya sudah tidak tampak. Does that mean he won’t go back? *terlalu serius*

7 thoughts on “Yang Modus Anomali (CONTAIN SPOILER)

  1. agak bgung baca spoilernya (mgk karena blm nonton filmnya) but thank you very much, i don’t think that i have any chance to watch this movie until its provided online .. lol ..
    tp kalau mmg bgtu ceritanya mirip sama shutter island ya.. dmn leo lupa kalau dia yg membunuh istrinya

  2. kalau pernah baca novel Jekyl and Hyde pasti nyambung (cmiimw masalah ejaan hehe).
    Sama sama cairan ijo juga tuh hehe
    sayang banget ya di akhir ketauan semua u.u

  3. menurut saya, spoiler anda kurang tepat hehe. Saya udah liat filmnya dan cari2 inti ceritanya. Ditambah saya cari di web, ada yang ngeposting preview biasa, tapi yang membuat saya tau jalan cerita sesungguhnya adalah dari diskusi para komentator. Dan itu masuk akal. Jadi rio/john itu bukan ayahnya, tapi pembunuh itu sendiri. Ayah sebenarnya adalah yang dikubur *petunjuk pada keluarga kedua*. Tentang jam weker itu, saya rasa ada hub.nya dengan obat yang disuntikan akan abis reaksinya. Hanya berpendapat aja sih hehe ^^

    • Lho, tapi kan ceritanya, ketika obat yang disuntikkan itu dia berubah karakter menjadi ayah yang mencintai anak-anaknya, he’s playing with his adrenaline. Ketika dia “belum sadar” karakter john jelas berbeda dan seharusnya dipisahkan dong dengan karakter john yang asli😉

  4. Gue kayaknya kebanyakan nonton CSI & Dexter. Gue bisa nebak akhir ceritanya hanya dengan nonton trailernya aja. He must be the killer. Then, it is confirmed hahaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s