Yang Dimengerti

Ketika semua orang bertanya, apa yang membuat saya begitu setia dengan majikan saya sekarang, saya hanya bisa menjawab, “karena dia mengerti.”

Saya selalu membawa ratusan juta energi positif yang saya kumpulkan dan ingin saya bagi dengan orang lain agar, setidaknya, mereka bertambah bahagia. Majikan saya lalu menghentikan tangan saya dan berkata, “orang yang paling ingin membahagiakan semua orang itu orang yang paling kesepian di dunia ini, chor.” Sambil menatap lembut, bukan kasihan, bukan marah, bukan juga memaksa. Mungkin hati kecil saya yang paling melonjak bahagia karena, suara pikiran buruk saya yang sebenarnya muncul keluar. Walau tak pernah sekalipun saya meminta pamrih, pasti ada sedikit, setidaknya, perasaan bahwa, saya pun ingin orang lain memberikan energi positif mereka kepada saya. Namun, pertanyaan yang selalu muncul ketika keinginan egois itu muncul, “apakah saya kurang bahagia?” dan selalu menahan semuanya.

Majikan saya tidak pernah hanya mendengarkan segala keluh kesah saya, dia mengerti betapa otak saya kelaparan akan rasionalitas walau sering ditutupi oleh yang namanya emosi sesaat. Semua hal yang saya ceritakan secara emosional selalu mendapatkan makanan rasionalitas yang tercukupi, dan membuat saya belajar bagaimana caranya memahami apa yang saya butuhkan. “Semua yang menurut kamu mengganggu dari orang lain itu menunjukkan jalan untuk memahami dirimusendiri, chor. Dan bagaimana menghandle reaksi dan interaksi pada kemudiannya.”

Majikan saya pula lah yang mengajari bahwa selalu ada penjelasan dalam semua hal, termasuk hal-hal yang tidak bisa saya mengerti. Dan mengajari saya menghadapi ke-takmampu-an tanpa berusaha mengobati ataupun memberikan saran, bahkan tanpa bertanya alasan ke-takmampu-an saya itu. Juga majikan saya lah yang mengajari bahwa keistimewaaan hidup adalah, menjadi diri saya sendiri, karena manusia akan melakukan hal-hal, tak peduli seabsurd apapun, untuk menutup telinganya dari apa yang nurani mereka inginkan.

Maka ya, saya memilih setia pada majikan saya, karena majikan saya yang mampu mengubah hidup saya hanya dengan kemampuannya mendengarkan, tersenyum, pujiannya yang jujur dan juga tindakan kecilnya, yang memang benar-benar dilakukan karena dia peduli, dengan tulus. Karena majikan saya mampu mengerti saya, sesederhana itu, tanpa harus menunjukkan bahwa dia selalu ada untuk saya dan akan menyetujui ataupun mendukung semua yang saya lakukan.

Karena memang, mengerti orang lain tidak sama dengan selalu ada untuk dia, selalu mendengarkan dia, selalu berkata manis untuk dia, selalu menunjukkan atau memberikan yang terbaik untuk dia, atau pun selalu berusaha memperbaiki dia.

3 thoughts on “Yang Dimengerti

  1. Mendengarkan. Itu lebih sulit daripda minta didengarkan. Saya terkesan oleh sosok kepala sekolah gerbong dalam cerita Toto Chan. Dia sabar mendengarkan. Saya, hingga tua, tak telaten menyimak.

  2. Pingback: Lifelong student - dikamarmandi.in

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s