Yang Bertumbuh

Cinta itu bisa tetap tumbuh karena adanya freedom, growth, dan contribution. Tanpa adanya tiga faktor ini, atau bahkan berkurang satu, ya perlahan cinta itu bisa meredup seiring berjalannya waktu.

Freedom, atau kebebasan, itu penting banget, kita harusnya bisa tetap menjadi diri kita sendiri setiap saat dan tidak terpaksa menjadi orang lain demi seseorang. Saya belajar banyak semenjak bertemu majikan saya, karena bisa menjadi diri sendiri, rasanya nggak frustrasi dengan perasaan membohongi diri sendiri gitu, dan menjadi diri sendiri itu beda dengan memaksakan orang menerima saya apa adanya. Majikan saya membuat saya merasa, ketika saya lebih jujur dengan diri saya sendiri, saya bisa lebih bertanggung jawab dengan apa yang saya lakukan, karena apa yang saya perbuat itu memang tentang saya dan pilihan saya. Bukan karena “demi kamu aku begini” dan biasanya bikin kita lebih mudah nyalahin orang lain kalau kita ditolak setelah berubah demi diaRasanya lebih mudah memaksa diri saya sendiri berubah untuk jadi lebih baik karena saya tidak merasa terpaksa menyenangkan orang lain itu.

Hal ini terkait dengan poin kedua, growth, atau berkembang. Ketika dalam sebuah hubungan kita (atau mungkin saya) sudah tidak punya keinginan untuk berkembang, untuk jadi lebih baik, kok rasanya saya jadi malas untuk melanjutkan mencintai oang itu. Saya pernah kehilangan keinginan berkembang dan menyadari saya melakukan hal-hal yang repetitif, sms yang gitu-gitu aja, pembicaraan yang gitu-gitu aja, dan hal-hal lain yang yaaaah…. gitu-gitu aja. Tidak ada semangat bahwa saya ingin menjadi lebih baik lagi demi dia, lalu ngerasa stuck dan akhirnya bosan.

Tapi ya, tidak berarti setelah punya kebebasan dan hasrat menjadi lebih baik, cinta itu lantas ga bisa meredup, contribution itu juga penting. Banyak yang mikir, “hah? kenapa? aku mau tetap mencintai kok butuh berkontribusi!” Hmm, mungkin ini efek saya yang terlalu naif, tapi buat saya ya, bisa merasa berguna, atau berkontribusi ke seseorang bisa memberikan kepuasan tersendiri dan membuat saya memancarkan energi positif luar biasa (tsaelah). Perasaan bahwa saya memberikan kontribusi positif kepada orang lain hanya dengan menjadi diri saya sendiri itu seperti kepuasan tersendiri, dan perasaan itu tidak tergantikan. Perasaan bahwa saya, hanya dengan menjadi diri saya sendiri, dan keinginan untuk berkembang menjadi lebih baik, mampu memberi efek positif pada orang yang saya cintai membuat saya ingin terus mencintai orang tersebut.

Eh itu kalo saya sih, kalo kamu, cintamu terus bertumbuh karena apa?

2 thoughts on “Yang Bertumbuh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s