Yang Setahun Merapi

Chor, TTC besok “Setahun Mengenang Merapi”, dan sekaian reunian sama teman2 posko, terutama posko Merapi View!

Sebuah pesan muncul di layar monitor saya, (by the way, teng teng crit adalah tenguk tenguk crito, sebuah mini gathering dan mini talkshow di jogja), sebut saya sentimentil, mengingat waktu sudah berjalan setahun dari merapi membuat saya terharu. Sudah setahun saya mengenal teman teman baru saya, mengenal orang lain yang punya satu misi dan visi yang sama untuk membantu korban merapi.

It was a year ago, ketika saya dengan impulsifnya tengah malam naik ke merapi and have no idea seberapa rusak jalan yang akan saya tempuh. Modal cuma nekat, motor dan masker karena hujan abu yang tebal. Dan di sana saya merasakan betapa bergunanya teknologi internet, while kebanyakan dari kita masih menggunakan twitter  sebagai ajang apdet status “aku lagi makan” atau “aku cedih bangetz”, saya mampu menggerakkan orang orang yang mau naik untuk membawa barang lain selain masker dan obat tetes mata.

Lho kok?

Iya, awal pemberitaan dari radio dan televisi selalu menyebutkan mereka butuh masker, obat tetes mata dan obat batuk, kenyataannya sampai di sana barang barang itu sudah menumpuk dan jadi ga berguna. They need what we think they don’t, at that time. Kepikiran ga kalo pengungsi (yang baru mengungsi dua jam) butuh obat sakit kepala, minyak kayu putih, selimut dan pembalut? It was midnight, tapi karena berita itu, banyak orang dari bawah (merapi lokasinya di sisi atas jogja :D), yang akhirnya bawa macem macem yang lebih berguna.

Saya masih ingat sumpah saya setahun lalu (dan cerita pendek saya saat itu), saya akan kembali ke atas. I did. Gerakan merapi bersama teman teman online cukup panjang, kurang lebih hingga lebih dari 10 minggu. Bahkan setelah itu saya mendapat KKN berlokasi di sana, dan masih merasakan efek letusan kemarin.

Dan semua itu sudah terjadi setahun lalu, terakhir saya ke sana masih belum banyak perkembangan, tapi mereka sudah mampu berdiri, seolah letusan merapi kemarin tak ada efek apapun. Saya tahu saya bukan orang jawa, and it might be over react if I say these, “merapi itu membuat saya sentimentil.”

Setahun lalu, dan sekarang.

Jadi teman teman, silahkan datang ke teng teng crit besok tanggal 28 Oktober 2011 di AGK (Angkringan Gedong Kuning) informasi lebih lanjut monggo kontak @argamoja.

Please let me know what you discuss di sana yah. I really want to be there and reunited with people that help merapi year ago!

Advertisements

Yang To Women

To women, nice clothes are like armor, one strand of hair can determine her outlook for the day.

If she doesn’t have confidence in her appearance, she should try to become beautiful.

If she has confidence in herself, then she’ll be able to be courageous.

As she does, she’ll understand.. What sort of face she wants to present to the world as an adult.

~ choro, 2011

 

MICROSOFT BLOGGERSHIP 2011: Yang Twitter Dan Merapi

Pada mulanya, mimpi terpendam Pesta Blogger Jogja 2010 adalah menjadi wadah yang mengkoordinasikan semua komunitas online agar komunikasi antar penggiat online tidak hanya terhenti, sekaligus mengenalkan komunitas online yang satu ke komunitas online yang lain, yang cukup beragam di Jogja. Tak disangka, justru mimpi terpendam tersebut bisa tercapai justru lewat musibah gempa merapi. Tepat empat hari sebelum Pesta Blogger diadakan, merapi memuntahkan laharnya, tiga letusan kala senja terbenam itu seperti titik balik komunitas online di Jogja.

Ada komunitas blogger, twitter, blackberry user, bahkan pecinta mobil ^^ semua dikenal lewat twitter ^^

Kami berkumpul, tanpa mengenal satu sama lain. Hanya lewat sebuah jejaring sosial bernama twitter, kami berkumpul secara offline untuk mengkoordinasikan apa yang masing masing komunitas bisa bantu. Seperti @resepmini misalnya, menjadi dapur umum dan membantu menyumbangkan nasi bungkus, @fiksiminijogja misalnya, membantu melakukan mind recovery pasca-bencana pada korban merapi dengan kemampuan mereka bercerita ataupun menghibur. Banyak juga para penggiat online jogja yang membantu menjadi “buzzer”, membuat semua orang, bahkan yang diluar negeri sekalipun bisa mengetahui keadaan Jogja saat itu dengan cepat walau tidak melalui media massa konvensional.

Kumpulan Logistik yang berhasil dikumpulkan dari para follower masing masing user dalam waktu sehari ^^

 

Bagi saya, keberadaan jejaring sosial sangat membantu sekali. Dengan berada di tangan tangan yang tepat, aliran informasi yang super kencang menjadi panduan pasti jalannya bantuan saat itu. Kami kala itu, berpegangan pada sebuah akun twitter @jalinmerapi, yang sangat informatif, untuk mencari posko posko belum tersentuh. Pun kami membantu memberi kontribusi apa yang sudah kami lakukan agar tidak terjadi penumpukan. Tidak hanya dengan sosial media, teknologi HT yang cukup sulit dinikmati banyak orang, mampu di-online-kan dan bisa diakses bahkan lewat telepon genggam, dimana saja.

Saya teringat, sebuah kepala dukuh masih terkagum kagum dengan teknologi twitter, bantuan yang dia minta, bisa sampai ditangannya dalam waktu yang cepat, hanya karena seseorang men-twit kannya. 140 karakter yang bisa dibaca semua orang yang paham bahasa indonesia dimana saja, mampu menolong sebuah desa. Jejaring sosial saat ini sangat mempermudah akses informasi, juga membuat kita lebih hemat energi. Bayangkan jika tidak ada teknologi online. Mungkin kami para relawan harus bekerja dengan teknologi konvensional yang lebih boros baik secara biaya maupun energi. Optimalisasi akses internet di Indonesia serta sosialisasi agar semakin banyak pengguna komputer “melek” internet akan menjadi kunci sukses pemanfaatan jejaring sosial yang baik.

Pada akhir kata, kegunaan jejaring sosial tidak hanya sebagai media bantuan untuk membantu bencana, betapa twitter membantu relawan hanyalah satu kegunaan kecil yang bisa saya sampaikan dalam rangka penghematan energi. Masih banyak sekali kegunaan jejaring sosial sebagai pengganti media konvensional, yang lebih boros, di segala bidang, baik politik, ekonomi maupun budaya, yang bisa digali lebih dalam lagi.

Yang Merapi

Hari Selasa kemarin mana kepikiran saya untuk naik ke kaliurang. Bahkan berpikir merapi akan meletus sore itu pun tidak. Saya masih berpikir hura hura belajar themes blackberry sama mas deddy. Sore itu saya sudah standby di peacock cafe Mustokoweni.

Tiba tiba muncullah berita itu, merapi meletus tiga kali. Okay, pikir saya, merapi sudah biasa meletus kan? Tapi tiba tiba aliran berita di twitter membuat saya gelisah. Debu vulkanik mulai turun ke mana mana, bahkan maguwoharjo yang cukup jauh dari merapi. Malam itu saya bertekad, beli masker, lalu keliling ke daerah seturan yang memang di bawah. Ayolah, semua orang naik ke atas, perlu kan memikir yang di bawah?

Nyatanya “debu sudah sampai bawah” itu tidak seheboh pemberitaan, tidak seperti angin badai pasir yang saya bayangkan, saya berubah haluan, saya akan naik ke atas. Apapun yang terjadi.

Mas deddy membantu menyumbangkan beberapa dus masker, sedangkan saya hanya mampu beli beberapa botol obat batuk dan obat tetes mata. Lalu mas @adicahcilik dan @febrydonz yang tadi memang ikut tutorial pelatihan pembuatan themes blackberry, menghubungi saya untuk ngajak barengan. Padahal sumpah lo, saya baru kenal tadi ini, tapi seperti kata mas adi “kalo sudah seperti ini, gak perlu mikir dari blogger kek, dari komunitas anu kek, bantuan ya bantuan. Hajar!”

Kami naik ke atas, bawa obat seadanya. Barak pengungsian Hargobinangun (di Jalan Kaliurang km 20) tidak se chaos yang saya bayangkan, mungkin karena sudah jam 1 malam. Rata rata mereka sudah beristirahat, dan tidak kekurangan masker, mungkin butuh beberapa alas tidur dan selimut. Seorang ibu tiba tiba mendekati saya, “mbak, ada minyak gosok nggak? dingin…”

Ya, kita lupa bahwa di sana sangat dingin, dan minyak gosok justru jadi penting malam itu. Saya bergegas turun, membeli HANYA beberapa botol minyak kayu putih. Naif sih, di sana ada lima ribu orang, dan saya hanya mampu beli beberapa botol minyak kayu putih. Saya langsung menghubungi teman teman cahandong yang kebetulan mau bergerak ke atas.

Yang kami bantu tidak seberapa, sungguh, jika mau di rasiokan dengan jumlah pengungsi di sana. Tapi ketika melihat mereka bersyukur ada yang bawa minyak kayu putih dan pembalut, saya tercenung, mungkin kita harus lebih bijak dalam menyumbang, berikan apa yang MEREKA BUTUHKAN, bukan apa yang KITA INGINKAN.

Malam itu jam 5 pagi fajar mulai naik, saya turun ke bawah dengan perasaan membuncah. Donasi seperti ini belum selesai, banyak sekali yang dibutuhkan di atas sana, dan banyak posko posko yang mungkin tidak terjamah atau kurang publikasi. Pagi itu saya turun bersama belaian lembut sinar matahari dan tekad, saya akan ke atas lagi. Hari ini.

Selamat hari blogger kawan, seperti kata seorang teman, berbagi tak pernah rugi 🙂 Ayo bergerak untuk Indonesia, tidak hanya merapi, tapi juga mentawai, wasior dan lainnya.

Yang #XLNetRally

Pada mulanya, saya gak kepikiran lho bisa ikut acara ini. Awalnya sih, memang ada jatah yang cukup untuk nampung saya ke semarang. Namun, karena kebijakan baru, saya tertendang dari calon wakil jogja karena persyaratan kurang mumpuni (baca : kurang seleb).

Lha tapi namanya juga jodoh, dimana ada hasrat di sana ada jalan, jadi juga deh keculik menculikkan diri ke semarang dibawah jatah Loenpia. *sungkem ke kang didut*. Adapun tim yang menculikkan diri kemarin adalah, @ekowanz, @hermansaksono, @aralle, @annosmile, dan saya tentu saja.

Berangkat dari jogja

Yang happy bday de part 2

In the cookies of life, sisters are the chocolate chips.

Tahun lalu saya sekeluarga sengaja pura pura lupa tentang ulang tahun si adek, dan membiarkan dia tidur tapi meninggalkan kado di kamarnya sehingga surprisenya keesokan paginya. Nah tahun ini, sialnya buat dia, ibu bapak saya beneran lupa sama ulang tahun dia dan ga ada di Jogja. Saya tetep setia pura pura ga lupa tapi diem diem ngontak pacar dan sahabat sahabatnya, buat bikin surprise party.

Untunglah sukses, butuh membuat adek saya bete (lagi) supaya dia mau tidur lebih awal. Berhubung dia kalo tidur ngebo jadilah aman sentosa kalo mo ribut ribut. Hihihi. Dan untung juga temen temen si adek dan si pacar bisa datang jam 12 malem ke sini. Saya cuma sibuk mikir gimana ngumpetin kue yang saya beli karena saya bilang saya lupa beli cake buat dia XD

Jam 12 teng (sebenernya lewat sih, gara gara insiden lilin) semua sudah siap di pintu belakang, kami pelan pelan berjalan dari pintu belakang dan membuka pintu kamar si adek. Dia sih masih molor, kami langsung nyanyi nyanyi supaya dia bangun. Reaksi pertamanya adalah… “kok kalian dateng..” Hahahaha!!

Trus bagi bagi cupcakenya, yang sialnya ga ada yang itung kalo itu cupcake ada 18 biji sebagai simbol ulang tahun nya ke 18. HUH!! Sia sia daku beli banyak, sia siaaaa!! Yang dia seneng, pasti karena dapet bunga mawar putih dari si pacar, karena sebenernya dia udah harap harap cemas tentang bunga mawar, habis katanya si pacar ituh ga romantis, padahal dia lagi pengen pengennya di gombalin, hihihi. Tapi pacarnya tuh so sweet banget, ngasih kado yang pitanya dari poto poto si dede, hahaha, KAPAN SAYA PUNYA PACAR SE ROMANTIS ITU!! *bakar kolornya MJ*

Trus dilanjutkan ke sesi ngobrol ngobrol dan ngelawak sampe jam 2 ini. Jadi postingan ini live report bok! Sedikit sepatah dua patah kata dari si dede, dia bener bener ngga nyangka dan speechless, aw aw, senang melihat dia speechless x) Dan setelah itu, saya merasa keren, karena sekali lagi mampu bikin surprise party. *menampar diri sendiri*

Terimakasih buat si pacar dan teman temannya yang mau membuang waktu kalian jam 12 malam ke sinih. Huhu, aku terharuuuu you guys RAWKS!! \m/