Yang Pulang

“Sudah dua bulanan ndak pulang aku, emoh ketemu bapak. Tiap pulang pasti berantem, aku tuh bukan anak seperti bayangan bapak, aku wis menemukan jati diriku sendiri.”

“Ya pulanglah, cerita lah ke bapakmu, tentang jati dirimu yang kamu temukan dan bagaimana kamu mau menjalani hidupmu.”

“Yo ndak bisa, bapak kan atos. Mana mau ndengerin aku, belum apa-apa, aku wis dicap kafir dan ikut pergaulan njakarta. Lagian bapak selalu lari dari masalah, ndak pernah ada tuh yang selesai. Kalo bapak bilang A ya A, sisanya ya karena aku durhaka.”

“Yang melarikan diri itu bapak, atau kamu yang gak mau membiarkan bapak mengerti kamu? Kalo belum masuk aja, pintumu udah dibanting di mukanya, bapakmu ya memilih pergi.”

Advertisements